
Aira berbaris dengan peserta lomba lain nya dan hanya beberapa menit lagi lomba akan di mulai. Sementara Micheal dan Jibril kini bergabung bersama para penonton dengan perasaan yang menggebu. Antara antusias dan cemas akan tekad Aira yang tak biasa ini.
Sementara Javeed, pria itu tadi nya ingin segera pergi setelah ia mendapatkan uang dari Micheal. Namun setelah tahu bahwa yang akan menunggangi mudanya adalah seorang gadis, Javeed mengurungkan niat nya dan ia pun menonton perlombaan itu.
Dan saat lomba di mulai, orang orang mulai meneriakan nama peserta jagoan mereka. Begitu juga dengan Micheal yang terus meneriakan Aira, beda hal nya dengan Jibril yang terlihat santai sembari menikmati permen karet nya.
"Jadi namanya Aira" gumam Javeed, ia berdiri tak jauh dari Micheal dan Jibril, sehingga ia bisa mendengar suara Micheal.
Sementara Aira, ia memacu kudanya dengan semangat namun di pertengahan, ia merasakan kuda nya seperti tidak bertenaga lagi. Aira pun berhenti dan itu membuat semua orang tercengang, apa lagi ketika Aira membawa kudanya ke samping dan secara otomatis ia pun di diskualifikasi.
"Kenapa Aira menyerah?" pekik Micheal padahal sejak tadi ia berteriak menyemangati adik nya bahkan tenggorokan nya sampai sakit.
"Aira tidak mungkin menyerah, pasti ada sesuatu yang lain" jawab Jibril.
Sementara Aira, kini ia sudah keluar dari lapangan lomba kemudian berbicara dengan seorang pria disana.
"Kudanya tidak kuat, aku tidak bisa memaksakan nya" ujar Aira pada pria itu.
__ADS_1
"Kalau kamu menyerah, kamu di diskualifikasi" tegas pria itu.
"Aku menyerah, kasihan kuda nya" kata Aira lagi. Dan tak lama kemudian Micheal juga Jibril berlari menghampiri nya.
"Ada apa, Dek? Lomba nya baru saja di mulai" kata Micheal.
"Kudanya tidak kuat, Kak. Aira tidak mau paksa" jawab Aira yang membuat Micheal langsung tampak kesal.
"Jadi kita di tipu, kata nya kuda ini kuat. Sudah sering di tunggangi"
"Secara logika, kuda ini memang tidak bisa di buat lomba, kita tahu kuda ini masih muda tapi kita tetap membeli nya. Berarti bukan salah dia, Kak" sambung Jibril.
"Terus? Mau tuntut dia? Ibu nya sakit, Kak Mikail. Kasihan, lagi pula kuda nya sehat kan? Nanti kalau kuda nya sudah dewasa pasti lebih kuat dan bisa ikut lomba lagi" tukas Jibril yang membuat Micheal kesal.
"Ibunya siapa yang sakit?" tanya Aira kemudian.
"Ibunya Javeed, yang menjual kuda ini" jawab Micheal ketus dan seketika Aira teringat dengan pertemuan nya dengan wanita yang mengaku sebagai ibu dari penjual kuda itu. Aira tercengang, itu arti nya Javeed memang menipu mereka.
__ADS_1
"Kak, mereka..." ucapan Aira terpotong saat ponsel Micheal berdering, dan Micheal terkejut saat ia tahu Daddy nya lah yang menelpon.
"Daddy, bagaimana ini?" ia bertanya dengan panik pada kedua adik nya itu.
"Angkat" seru Micheal dan dengan cemas, Micheal menjawab panggilan itu.
"Assalamualaikum, Daddy" ucap Micheal.
"Micheal, siap siap pulang ke desa sekarang. Opa sakit" kedua bola mata Micheal langsung terbuka lebar saat mendengar berita tak terduga itu.
"Kenapa, Kak?" tanya Aira karena ia melihat kakak nya sangat terkejut.
"Baik, Daddy. Kami akan siap siap pulang" kata Micheal.
"Sekarang, Michael. Billy akan menjemput kalian"
"Ada apa?" tanya Jibril.
__ADS_1
"Opa sakit, kita di suruh pulang ke desa sekarang"