
"Seorang gadis?" tanya Angeline bingung kemudian ia mengambil ponsel nya dan memeriksa cctv di depan rumah nya. Angeline mengernyit bingung saat ia melihat Firda berdiri di depan rumah nya.
"Sialan, apa yg dia lakukan di sini?" desis Angeline dan ia terlihat cemas.
"Katakan pada nya dia salah rumah!" titah nya kemudian ia menutup semua jendela kamar putra nya.
"B.. Baik, Nyonya" kata pelayan nya bingung, ia pun segera turun dan menemui Firda.
"Dimana dia?" tanya Firda kemudian.
"Maaf, Bu. Anda salah rumah" kata pelayan itu yg membuat Firda terkekeh. Karena alasan salah rumah benar benar alasan yg tidak masuk akal bagi Firda apa lagi pelayan itu sempat masuk tadi, yg arti nya dia memberi tahu seseorang di sana. Jika memang salah rumah, maka sejak tadi pelayan itu akan mengatakan tak ada Angeline Martin disana.
"Katakan pada nya aku datang sendiri, aku menjamin keselamatan dia dan putra nya" tegas Firda.
"Tapi..." pelayan itu tampak bingung dengan maksud Firda.
"Katakan saja pada nya apa yg aku bilang tadi" pinta Firda. Walaupun sempat ragu, namun pelayan itu kembali masuk dan mendatangi Angeline.
"Nyonya Angeline..."
"Kenapa kamu tidak mengusir nya?" tanya Angeline kesal.
"Dia bilang dia datang sendirian dan menjamin keselamatan mu dan putra mu, Nyonya" kata pelayan itu. Angeline memikirkan nya sesaat sebelum akhirnya nya dia turun dan memerintahkan pelayan itu menjaga Michael yg saat ini sedang menggambar.
"Ada apa, Nyonya Emerson?" tanya Angeline pada Firda.
"Maaf menganggu mu, Angeline. Tapi ada yg ingin aku bicarakan dengan mu" kata Firda yg membuat Angeline menatap nya curiga.
"Masuklah" ajak Angeline. Firda pun masuk dan setelah memastikan tak ada yg mengikuti Firda, Angeline menutup pintu nya.
Firda di persilahkan duduk dan Angeline pun duduk di depan nya.
__ADS_1
"Aku tidak punya banyak waktu, Nyonya Emerson"
"Firda, panggil saja aku Firda, Kak Angeline" kata Firda kemudian dan ia berkata dengan tulus dan serius, karena bagaimana pun juga Angeline lebih tua dari nya. Sementara Angeline menatap Firda dengan sinis dan tak menyambut baik ketulusan Firda.
"Jadi apa yg ingin kau tanyakan?"
"Aku hanya ingin tahu, apakah John pernah mengancam mu?" tanya Firda langsung pada inti nya.
Angeline tampak bingung sebelum akhirnya menggeleng, karena ia memang merasa John tidak pernah mengancam nya.
"Lalu kenapa kamu meninggalkan Gabriel?" tanya Firda lagi dan pertanyaan itu membuat Angeline tersinggung dan marah.
"Itu bukan urusan mu, Nyonya Emerson. Masa lalu ku dan suami mu bukan urusan mu" tukas Angeline marah
"Maaf, Kak Angel. Aku tidak bermaksud menyinggung mu, hanya saja aku sangat ingin tahu tentang John. Aku yakin kamu bisa memberi ku petunjuk" kata Firda namun tiba tiba Angeline berdiri dan mengusir nya dengan kasar.
"Aku mohon, Kak Angel...." Firda memelas pada Angeline namun Angeline enggan mendengarkan nya. Angelina bahkan menarik paksa Firda keluar dari rumah nya
Firda pun berjalan keluar dan ia menghentikan sebuah taksi, kemudian Firda meminta taksi itu mengantar nya ke sebuah alamat yg cukup jauh dari rumah nya.
Firda melirik arloji di tangan nya dan ia menarik nafas panjang "Semoga Bang Gabriel belum pulang" gumam nya.
Taksi berhenti di sebuah kawasan kos kosan, Firda turun dari taksi dan meminta nya menunggu karena Firda hanya sebentar saja.
Firda mendatangi salah satu rumah kos kosan dan mengetuk pintu nya. Tak lama kemudian gadis berpenampilan metal membuka pintu dan langsung tersenyum pada Firda walaupun ia terlihat sedikit terkejut dengan kedatangan Firda.
"Nyonya Firda, kenapa tiba tiba kamu datang kesini?" tanya nya.
"Iya, Min. Tadi aku habis dari rumah mantan istri Bang Gabriel sekalian pengen jenguk Om Hito" kata Firda sembari masuk saat gadis bernama Mini itu mempersilahkan nya masuk.
"Papa baik baik saja, terima kasih, Nyonya Firda" kata Mini dengan tulus" ia membawa Firda ke kamar ayah nya yg bernama Hito itu. Seorang pria yg bekerja dengan Gabriel selama 5 tahun, yg hampir merenggang nyawa di malam bak mimpi buruk bagi Firda itu.
__ADS_1
"Nyonya Firda..." seru pria bernama Hito itu dan ia tampak terkejut dengan kedatangan Firda, dia duduk di atas kursi roda nya, karena tragedi di malam itu membuat kedua kaki nya lumpuh secara permanen. Di depan pria bernama Hito itu terdapat komputer dan juga laptop.
"Bagaiamana keadaan mu, Om?" tanya Firda sambil tersenyum pada nya.
"Saya jauh lebih baik, terima kasih banyak" kata nya.
"Aku yg berterima kasih, Om. Karena Om Hito, aku jadi tahu bahwa kemungkinan Gio lah yg mengkhianati kami" kata Firda sedih.
Malam itu, Hito terlempar keluar dari mobil saat mobil terbalik, sehingga ia selamat dan tak hangus terbakar saat mobil nya meledak. Namun meskipun selamat, ia harus hidup di atas kursi roda untuk selama nya. Malam itu, saat Gio menodongkan pistol ke kepala Firda, Hito melihat nya dan ia berusaha berteriak untuk memberi tahu Firda namun ia tak punya kekuatan, bahkan untuk bernafas pun terasa begitu sulit.
Saat Firda berlari dan mendatangi nya, Hito begitu terharu, karena sangat jarang seorang boss dalam kriminal perduli pada anak buah nya yg sedang sekarat. Firda yg menangis sedih di samping Hito saat itu membuat Hito berusaha bertahan hidup untuk memberi tahu Firda kebenaran ini, karena Gio sangat berbahaya bagi hidup Firda dan Gabriel. Apa lagi saat Firda mempertaruhkan nyawa nya untuk menyelamatkan Hito.
"Bawa dia dan aku ikut, atau aku akan tetap di sini sampai bantuan datang" ucapan Firda itu tidak akan pernah Hito lupakan.
Hito berhasil diselamatkan oleh Dokter walaupun ia sempat koma, namun setelah sadar, Hito langsung memberi tahu putri nya yg bernama Mini agar mengirimkan pesan pada Firda. Dan sejak saat itu lah Mini yg pintar dalam meretas membantu Firda mencari tahu tentang Gio maupun John dan mencari informasi apapun yg Firda butuhkan.
"Kami sangat berterima kasih karena Nyonya Firda sudah menyelamatkan nyawa Papa, dia satu satu nya yg aku punya di dunia ini" kata Mini penuh haru.
"Itu sudah kewajiban ku, Min. Ayah mu bertanggung jawab untuk keselamatan ku dan suami ku, begitu juga sebaliknya, kami bertanggung jawab untuk keselamatan pekerja kami" kata Firda.
"Oh ya, aku kesini untuk memberikan sedikit uang pengobatan" kata Firda kemudian mengeluarkan sebuah amplop yg berisi segepok uang.
"Tidak perlu, Nyonya Firda. Uang yg kau berikan sebelum nya sudah lebih dari cukup untuk pengobatan ku" kata Hito, karena Firda memang menanggung semua pengobatan nya.
"Tidak apa apa, Om. Simpan saja, semoga bermanfaat" kata Firda.
"Oh ya, kau sedang hamil, Nyonya Firda. Apa tidak bahaya kau keluar rumah sendirian?" tanya Mini khawatir "Aku akan mengantar mu pulang"
"Tidak perlu, Mini. Aku akan baik baik saja" kata Firda kemudian "Aku akan pulang sekarang, aku takut suami ku sudah pulang"
"Oh ya, aku menemukan fakta yg lain tentang John" kata Mini kemudian ia membuka laptop nya dan menampilkan sebuah foto keluarga, dimana salah satu orang di foto itu adalah John.
__ADS_1
"Dia adalah keluarga John, aku baru saja menemukan fakta ini dan aku sudah mendapatkan alamat nya juga. Mungkin kau bisa mencari tahu tentang John dari keluarga nya"