
Keesokan harinya, Gabriel dan Firda menandatangi rumah Mini. Tentu dengan membawa Micheal juga.
Pagi tadi, Micheal kembali rewel dan menanyakan Mommy nya, ia juga ingin cokelat hangat dan sayangnya Gabriel tidak membeli cokelat karena ia tidak tahu apapun yg di sukai oleh putra nya sendiri. Sehingga Gabriel dan Firda harus kembali bekerja sama membujuk Micheal dengan semua kebohongan yang seperti nya tak ada ujung nya.
Gabriel dan Firda menaiki taksi, karena jika pergi menggunakan mobil Gabriel, maka kemungkinan keberadaan mereka bisa terpantau. Selain itu, Gabriel menyamar dengan memakai jenggot palsu yg panjang. Sementara Firda mengenakan cadar.
Sesampainya di rumah Mini, Firda langsung mengetuk pintu nya dan Hito yg membukakan mereka pintu.
"Maaf, cari siapa?" tanya Hito bingung melihat kedua orang yg tampak asing itu.
"Ini Firda, Om..." Firda bersuara setengah berbisik.
"Firda? Nyonya Firda?" tanya Hito tak percaya dan Firda mengangguk, kemudian Hito menatap Gabriel yg menggendong Micheal saat ini "Dia suami ku, kami sedang dalam masalah" ucap Firda lagi. Hito memundurkan kursi roda nya sebelum akhirnya mempersilahkan mereka bertiga masuk, setelah memastikan tak ada yg mengawasi mereka, Hito menutup pintu nya.
"Maaf menganggu..." ucap Firda lagi.
"Tidak sama sekali, Nyonya Firda..." ucap Hito dengan cepat "Masalah apa yg menimpa kalian? Sehingga membuat kalian seperti ini?"
"Ada banyak masalah yg membuat kami tidak bisa percaya pada siapapun, tapi istri ku bilang dia bisa mempercayai mu" ujar Gabriel dingin. Bahkan di saat seperti ini, ia masih menunjukkan sikap bossy nya, namun seperti nya itu tidak masalah bagi Hito, meskipun hal itu membuat Firda geleng geleng kepala.
"Anda bisa mempercayai ku dan putri ku, Tuan" ujar Hito.
"Dimana Mini sekarang, Om?" tanya Firda memecah suasana yg bagi nya terasa kaku.
"Dia sedang kuliah, sebentar lagi akan pulang" jawab Hito "Aku akan mencoba menghubungi nya" ujar nya kemudian.
"Terima kasih, dan maaf menganggu" Firda berkata dengan begitu tulus. Hal itu membuat Gabriel sedikit mengernyit karena Firda nya ini tak pernah lupa untuk mengucapkan maaf dan terima kasih.
"Ada apa?" tanya Firda pada Gabriel karena semenjak tadi Gabriel terus melirik nya.
"Tidak apa apa, hanya saja kamu terus mengucapkan maaf dan terima kasih" ujar Gabriel yg membuat Firda terkekeh.
"Dua kata itu penakluk hati yg paling gampang" kata Firda sembari mengedipkan mata nya, membuat Gabriel ikut terkekeh.
"Lagian, kamu sendiri bahkan tidak mengucapkan maaf pada Om Hito, karena bagaimana pun juga dia lumpuh gara gara kamu"
"Bukan aku yg mencelakai nya"
"Tapi kan dia bekerja sama kamu, Abang!!!" geram Firda gemas.
__ADS_1
"Aku menggaji nya dengan nominal yg fantastis" Jawab Gabriel dengan tenang nya.
Tak lama kemudian Hito kembali dan ia mengatakan Mini akan pulang sebentar lagi, putri nya itu sudah dalam perjalanan pulang sekarang.
Saat Mini datang, Gabriel langsung berbicara pada intinya.
"Sebenarnya aku ingin pergi ke alamat John yg kalian temukan, dan..." Gabriel menatap Firda dan Micheal "Aku akan pergi sendiri, aku hanya ingin kalian menemani istri dan anak ku. Aku tidak mungkin meninggalkan mereka sendirian. Dan aku akan membayar kalian 1 miliar..."
"Bang..." geram Firda karena itu bukan apa yg mereka bicarakan semalam. Sementara Hito dan Mini hanya mengulum senyum simpul.
"Tidak apa apa, Don Gabriel. Selama ini, Nyonya Firda yg membayar kebutuhan kami dan pengobatan ku, dan dia juga sudah menyelamatkan nyawa ku" ujar Hito.
Gabriel tercengang mendengar penuturan Hito, karena selama ini Firda tidak pernah mengatakan apapun.
"Maaf..." ujar Firda lirih saat ia menyadari tatapan penuh tanda tanya Gabriel "Uang bulanan yg abang kasih itu lebih dari cukup, jadi selebihnya ya aku..."
"Tidak apa apa" sela Gabriel dengan senyum samar yg tercetak di bibir nya. Ia membelai kepala Firda dengan sayang, sekarang ia tahu cara mengambil hati seseorang. Dengan kebaikan dan cinta. Dan Firda sudah berhasil menaklukan Gabriel, Gio dan juga Hito dengan kebaikan nya itu.
"Tempat ini aman..." ujar Mini "Kami akan menjaga mereka sampai kau kembali"
.........
Gabriel menyetir sendiri dan menggunakan mobil nya sendiri. Setelah menempuh perjalanan yg hampir dua jam lama nya, kini Gabriel memasuki sebuah perumahan sederhana.
Gabriel mencari alamat rumah itu, dan saat menemukan nya, Gabriel memarkirkan mobil nya tepat di depan rumah itu.
Gabriel turun dari mobil, mengetuk pintu dan menunggu seseorang membuka kan pintu.
Tak lama kemudian pintu terbuka, dan menampilkan seorang wanita paruh baya dengan penampilan yg sangat sederhana. Sebagian rambut nya sudah memutih.
"Maaf, cari siapa?" tanya wanita itu dengan suara parau nya.
"Aku mencari John Mahfud" ujar Gabriel, wanita itu langsung mengernyit bingung dan menatap Gabriel dengan seksama.
"Anda siapa dan dari mana?" tanya wanita itu.
"Aku... Ryan. Salah satu rekan kerja nya, kami bertemu di Swedia beberapa tahun yg lalu. Kedatangan ku kesini karena aku memiliki hutang pada nya, sejumlah uang" tukas Gabriel berbohong.
"Silahkan masuk..." ujar nya, Gabriel pun memasuki rumah itu dan ia mendapati foto John dan keluarga nya. Gabriel semakin bingung namun ia tetap berusaha tenang.
__ADS_1
Wanita itu mempersilahkan Gabriel duduk di sofa yg sudah terlihat tua dan tak lagi empuk.
"Sebenarnya, suami ku meninggal dalam kecelakaan beberapa tahun yg lalu..."
Gabriel tentu langsung melotot sempurna mendengar apa yg di katakan wanita itu.
"Kau yakin? Maksud ku, kami bertemu beberapa bulan yg lalu..." ujar Gabriel mencoba memancing nya.
"Salah satu tetangga ku yg pergi ke kota juga pernah mengatakan hal yg sama, dia bilang dia melihat pria yg mirip sekali dengan mendiang suami ku. Tapi suami ku sudah meninggal, aku melihat sendiri saat dia makamkan"
Gabriel semakin bingung mendengar pernyataan wanita itu, kemudian Gabriel berdiri dan berjalan ke arah salah satu foto John yg di pajang. Gabriel memperhatikan nya dengan seksama.
Kemudian ia mengeluarkan ponsel nya dan membandingkan nya dengan foto John yg selama ini bersama nya.
Sekilas seperti tak ada yg berbeda, namun setelah di teliti lagi, kedua foto itu berbeda.
John yg sekarang memiliki hidung yg lebih mancung, dan mata yg lebih kecil. Sedangkan foto John di rumah itu hidung nya lebih kecil dan mata nya lebih besar.
"Memangnya hutang apa yg kau miliki pada nya, Tuan?" tanya Wanita itu.
"Sejumlah uang" ujar Gabriel kemudian mengeluarkan sebuah amplop yg berisi segepok uang.
"Boleh aku tanya sesuatu?" tanya Wanita itu dan Gabriel mengangguk.
"Tentu saja..."
"Apa kau mengenal Gabriel Emerson?" Gabriel sedikit menegang mendengar pertanyaan itu. Ia berfikir sejenak sebelum akhirnya mengangguk ragu.
"Suami ku memiliki sebuah pesan pada nya, aku tidak tahu harus mencari nya kemana. Padahal suami ku mengatakan dia pasti akan datang kesini suatu hari nanti, aku menunggu nya setiap hari. Tapi sampai hari ini dia tidak juga datang..."
"Kau bisa menitipkan nya pada ku, Nyonya. Dia juga rekan bisnis ku" ujar Gabriel.
"Baiklah, tunggu sebentar..." kata wanita itu kemudian bergegas masuk ke kamar nya.
Gabriel menunggu dengan tak sabar, dan kemudian wanita itu datang dan menyerahkan sebuah amplop pada Gabriel.
"Ini, aku mohon tolong sampaikan ini pada nya. Karena setelah ini aku akan pindah rumah dan ikut bersama putra ku. Aku merasa pesan ini amanah dan aku tidak bisa tenang jika pesan ini tidak sampai pada nya"
"Jangan khawatir, Nyonya" Kata Gabriel meyakinkan "Pesan nya akan sampai pada Gabriel Emerson. Terima kasih banyak dan... Maaf menganggu waktu mu"
__ADS_1