Lentera Don Gabriel Emerson

Lentera Don Gabriel Emerson
Eps 131 - Pulang


__ADS_3

Sebelum pulang ke rumah nya, Gabriel dan Firda mampir di sebuah butik untuk mengganti pakaian Firda. Firda juga lega setelah mendengar Micheal baik baik saja dan sudah kembali pada Angeline, namun ada perasaan cemburu yg hinggap di hati nya saat Gabriel mengatakan Angeline tinggal di mansion.


"Kau tinggal di mansion juga kan? Jadi, kau tinggal serumah dengan nya?" tanya Firda sembari membenarkan hijab nya. Gabriel bisa menangkap gelagat cemburu dari sang istri.


"He'em" jawab Gabriel santai.


"Oh, begitu..." Firda menggumam tak suka. Memang nya hati wanita mana yg tenang setelah mengetahui suami nya pernah tinggal satu rumah dengan mantan istri nya.


Saat ini, kedua nya sudah berada dalam mobil dan sedang dalam perjalanan di desa dan menuju rumah Firda. Mereka hanya pulang berdua, tanpa membawa apapun dan Gabriel menyetir sendiri. Di sini, tak ada Don Gabriel, tak ada Tuan Emerson. Yg ada hanya Gabriel, suami Firda, menantu Ummi Aisyah dan Abi Farhan.


"Kenapa? Cemburu?" tanya Gabriel sementara tangan nya masih fokus di setir dan tatapan nya fokus pada jalan di depan nya. Sebentar lagi mereka sampai di rumah Firda.


Firda gugup sebenarnya, apa lagi melihat kondisi nya yg sekarang. Ia takut ibu nya khawatir pada nya, selama ini Firda selalu membuat ibu nya terkejut dan naik darah karena kenakalan Firda, dan jika ibu nya tahu Firda menikahi seorang Don Mafia, bagaimana reaksi nya?


"Tidak juga, buat apa cemburu" ketus Firda yg membuat Gabriel terkekeh.


"Sayang, Angeline memang tinggal di mansion karena itu tempat yg paling aman untuk dia dan Micheal..."


"Hm ya ya... Ada Abang Gabriel di sana. Pasti aman" cetus Firda yg masih terbakar cemburu.


"Sementara Abang Gabriel sibuk mencari istri kecil nya..." sela Gabriel kemudian "Jangan kan pulang ke mansion, kadang lupa tidur dan makan saking takut nya"


Firda langsung tercengang mendengar apa yg di katakan oleh Gabriel, meskipun Firda tidak punya bukti apa yg di katakan suami nya itu, namun Firda tahu suaminya itu berkata jujur.


"Bang..." Firda menyenderkan kepala nya di lengan sang suami "Aku sempat takut, takut tidak bisa menyelamatkan Micheal dan janin kita. Mereka... Mereka benar benar ingin membunuh ku" lirih Firda dengan suara tercekat.


"Sekarang tidak lagi, aku akan menjauhkan mu dari mereka semua..." kata Gabriel.


.........


Di sebuah rumah sakit, Edward yg berwajah John mengetahui pengkhianatan yg di lakukan anak buah nya yg membocorkan keberadaan nya pada Gabriel. Edward telah membunuh orang itu, dan sekarang, dia bersiap untuk kembali mengganti wajah nya. Karena hanya cara ini lah yg bisa ia gunakan untuk menyelamatkan diri dari Gabriel saat ini.

__ADS_1


"This is a war, Son" geram nya sangat marah "Sekarang bukan hanya tentang harta, tapi juga pembalasan dendam. Pada anak durhaka seperti mu, yg memburu ayah nya sendiri seperti memburu rusa..."


..........


"Firda..." Ummi Aisyah terbangun dari tidurnya dengan nafas yg tersengal, ia mengelap keringat dingin yg membasahi pelipis nya.


"Ya Allah, mimpi itu lagi..." gumam nya. Ummi Aisyah mengedarkan pandangan nya dan ia menyadari kalau hari sudah petang dan sebentar lagi akan memasuki waktu maghrib.


Ummi Aisyah bergegas mengambil wudhu dan kemudian ia pergi ke Musholla, seluruh keluarga nya sudah berkumpul di sana untuk melaksanakan sholat berjemaah.


"Ada apa? Kamu baru bangun tidur?" tanya Ummi nya yg melihat mata Ummi Aisyah bengkak.


"Ketiduran tadi..." jawab nya lesu "Tadi... Tadi Aisyah mimpi Firda lagi" lirih nya kemudian.


"Mungkin kamu cuma kangen, mereka sedang dalam perjalanan. Sebentar lagi mereka sampai" jawab sang ibu yg membuat Ummi Aisyah bernafas lega.


..........


Gabriel dan Firda berhenti di masjid untuk sholat, agar kemudian bisa melakukan perjalanan dengan tenang ke rumah nya.


Setelah selesai sholat dan dzikir, tiba tiba seorang wanita paruh baya menyapa Firda...


"Ning Firda..." Firda yg sedang melipat mukena nya langsung menoleh.


"Eh, Bibi. Apa kabar?" Firda bersalaman dengan wanita yg di panggil nya Bibi itu.


"Alhamdulillah baik, Ning. Ning Firda sendiri apa kabar? Suami Ning Firda dimana?"


"Firda juga baik, Bi. Suami Firda lagi em..." Firda celengokan mencari suami nya itu, namun ternayata suami nya sudah ada di belakang nya.


"Cari siapa, Sayang?" tanya Gabriel.

__ADS_1


"Eh..." pekik Firda terkejut.


"Oh, ini suami nya..." ujar Bibi nya itu lagi.


"Iya" jawab Firda.


"wajah Ning Firda kenapa?" tanya wanita itu lagi yg membuat Firda sedikit kebingungan untuk menjawab nya.


"Emm... Itu..."


"Jatuh?" tanya wanita itu dan Firda langsung mengangguk cepat.


Hal itu membuat Gabriel terkekeh, ia teringat dengan pertemuan pertama nya dengan Firda. Dimana Gabriel mendapatkan luka tusukan di perut nya dan Firda malah mengatakan Gabriel jatuh di toilet.


Setelah berbincang sedikit dengan Bibi itu, Firda dan Gabriel melanjutkan perjalanan pulang.


Hanya beberapa menit kemudian, mereka sudah sampai.


Dan ternayata, keluarga Firda sudah menunggu di depan pintu. Membuat Firda gugup, ia memutar otak nya, mencari alasan yg tepat jika Ummi nya bertanya apa yg terjadi.


Gabriel turun dari mobil, dan ia membukakan pintu untuk Firda.


Ummi Aisyah langsung berlari dan memeluk putri semata wayang nya itu penuh rindu, begitu juga dengan Firda. Setelah ketegangan yang ia alami, kini Firda merasakan perasaan yg begitu tenang Saat ia kembali merasakan pelukan sang ibu.


"Fir..." Ummi Aisyah melerai pelukan nya dan ia menyadari bekas luka memer di wajah Firda "Ya Allah, Fir. Wajah kamu kenapa, Nak?" tanya nya sembari memperhatikan luka itu sambil meringis.


"Em ini..." Firda melirik Gabriel, ia sungguh tidak tahu harus menjawab apa. Sementara Gabriel malah garuk garuk tengkuk nya dan kemudian ia melirik sang kakek.


Gabriel dan Firda tentu tak bisa berbohong sendirian atau mengatakan semua nya dengan jujur sendirian, mereka butuh bantuan sang kakek.


Karena Firda melirik Gabriel dan Gabriel malah melirik sang Kakek, maka perhatian Ummi Aisyah tertuju pada ayah nya itu.

__ADS_1


"Ada apa ini? Kenapa kalian saling melirik begitu? Kalian menyembunyikan sesuatu?" tanya nya.


"Aisyah, Firda dan Gabriel dari perjalanan jauh, biarkan mereka istirahat dulu" ujar sang kakek dengan suara parau nya. Sedangkan dalam hati ia berkata "Aku harus mencari cara bagaimana berkata jujur..."


__ADS_2