Lentera Don Gabriel Emerson

Lentera Don Gabriel Emerson
Eps 81 - Putra Nya Angeline


__ADS_3

Gabriel tercengang namun sekaligus ia takjub Karena melihat Gio di dapur dengan apron pink Yg bergambar hello kitty. Pria muda itu terlihat cekatan bergerak di dapur seolah ia memang ahli nya.


"Don Gabriel, kau sudah turun? silahkan menunggu di meja makan, ini akan selesai sebentar lagi" ujar Gio.


"Firda sempat bercerita tentang taruhan kalian, aku tidak pernah berfikir itu serius, Gio" kata Gabriel dan ia malah membantu Gio menata makanan di piring.


"Aku mengikuti apa yg Nyonya Firda minta" jawab Gio kemudian membawa makanan itu ke meja makan.


"Itu bagus, asal kau tetap menjaga mata dan hati Mu, she's mine" ujar Gabriel yg membuat Gio terkekeh.


"I know that" jawab nya.


Setelah kedua nya sudah selesai menyiapkan makanan di meja, Firda pun turun dan langsung tersenyum melihat apa yg di hidangkan oleh Gio.


"Wow pesto chicken baked" seru Firda girang.


"Semoga anda menyukai nya, Nyonya Firda" ujar Gio.


"silahkan, My queen" Gabriel menarikan kursi dan mempersilahkan istri nya itu duduk, hal itu membuat Firda dan Gio tertawa.


Ketiga orang itu pun akhir nya makan malam bersama dengan menu yg sehat dan lezat tentu nya, apa lagi mozarela leleh itu benar benar sangat memanjakan lidah.


"Aku baru tahu bakat terpendam Gio selain tembak menembak, kamu pintar masak, Gio" puji Firda tulus "Kalau suatu hari nanti kamu datang ke desa ku dan kamu menyajikan menu ini, keluarga ku pasti langsung jatuh cinta sama kamu' ujar nya yg membuat Gio tersenyum simpul.


"Bagaimana latihan mu, Sayang?" tanya Gabriel kemudian.


"Gio tidak memberi tahu mu perkembangan ku?" Firda malah balik bertanya dan Gabriel tentu langsung menggeleng.


"Oh, Gio. Kenapa kamu suka menyembunyikan sesuatu dari Gabriel" ujar Firda yg membuat Gabriel dan Gio sama sama bingung.


"Aku tidak menyembunyikan nya, Nyonya Firda. Aku hanya tidak punya kesempatan untuk berbicara dengan Don Gabriel" tukas Gio dan Firda malah tertawa renyah.


"Aku hanya bercanda, itu bukan masalah yg besar. Kenapa kamu jadi sensitif begini, eh" kata Firda yg membuat Gio terkekeh, tapi tidak dengan Gabriel.


Ia melihat sesuatu yg berbeda dari istri nya itu, dari cara pandang nya pada Gio, cara bicara nya dan apa saja yg di bicarakan. Firda tidak seperti Firda yg dulu yg ceplas ceplos saat berbicara.

__ADS_1


"Ada apa?" tanya Firda karena Gabriel malah terdiam sambil menatap nya.


"Aku sudah kenyang..." ujar Gabriel padahal ia belum menghabiskan makanan nya.


"Tapi makanan mu belum habis" tukas Firda namun Gabriel tak menghiraukan nya dan ia segera pergi dari sana.


Firda pun mengejar suami nya itu yg pergi kamar nya, Sesampai nya di kamar, Gabriel tampak merajuk pada Firda dan bahkan enggan menatap Firda yg sejak tadi mengekori nya dari belakang.


"Ada apa sih?" tanya Firda.


"akhir akhir ini kamu terlihat berbeda" rengek Gabriel dengan suara yg bahkan tidak bisa di dengar.


"Beda apa nya? makin dewasa?" tanya Firda karena sebelum nya Gabriel mengatakan hal itu.


"Bukan..." tukas Gabriel memberengut, ia menndudukan diri nya di tepi ranjang dan menunduk sedih.


"Kamu seperti nya punya perasaan sama Gio..." lirih nya yg membuat Firda menganga dan pupil mata nya langsung melebar sempurna.


"Dia tampan ya? selisih usia kalian hanya satu tahun..." Gabriel kembali merengek dan hal itu membuat Firda semakin tercengang.


'Aku pecat Gio saja kalau begitu... "


"Aku tidak mungkin menyukai Gio, aku sudah menganggap nya kakak ku sendiri. Dan aku harap kamu juga bisa menganggap nya saudara, bukan hanya sebatas bodyguard yg kamu gaji. Gio mempertaruhkan nyawa nya untuk melindungi kita" papar Firda dengan lembut, ia menangkup pipi suami nya itu yg entah mengapa semakin hari semakin bersikap manja pada Firda.


"Ya? bukan nya kamu sendiri yg bilang kalau kamu tidak punya siapa siapa? sekarang kamu punya istri, punya saudara" Gabriel tersenyum dan kemudian mengangguk, membuat Firda tersenyum bangga.


Firda pun menarik tangan Gabriel dan membawa nya kembali ke meja makan.


Gio yg melihat itu sedikit merasa heran namun ia tersenyum tatkala Gabriel tersenyum pada nya dan mereka bertiga pun kembali melanjutkan makan malam. Tentu Firda selalu mencari topik ringan untuk mencairkan suasana.


...


Keesokan hari nya, Firda dan Gio jogging keluar dari area rumah. Tentu karena Firda bosan setiap hari selalu melakukan latihan dan akitifast nya di rumah.


Di tengah asyik nya jogging, ponsel Firda bergetar dan itu pesan dari suami nya. Sementara Gio saat ini sedang tertinggal di belakang di karenakan tali sepatu nya yg lepas.

__ADS_1


"You are mine, Jangan naksir Gio ya, aku setuju dengan anggapan dia saudara kita"


Firda hanya geleng geleng kepala membaca pesan suami nya itu, ia pun hendak menulis pesan balasan namun tiba tiba ada sepeda motor yg melaju cepat dan menyerempat nya hingga membuat Firda terjatuh.


"Firda...." teriak Gio dan ia langsung menghampiri Firda yg sudah terjerembab di aspal.


Pengendara motor itu juga langsung berhenti dan turun untuk membantu Firda.


Firda sendiri meringis karena ia merasakan lengan kanan nya yg sakit di karenakan ia jatuh dengan posisi miring dan tangan nya tertekuk.


"Sialan, kamu tidak punya mata, huh?" teriak Gio marah dan ia hendak menghajar pria itu namun Firda mencegah nya.


"Aku tidak apa apa, Gio..." seru Firda dan Gio pun langsung memeriksa keadaan Nyonya nya itu.


"Kita kerumah sakit sekarang, aku takut lengan Nyonya cidera serius" ujar Gio dan Firda mengangguk, karena ia merasakan lengan kanan nya sangat sakit.


....


Di rumah sakit, dokter memeriksa lengan Firda dan Firda juga Gio bernafas lega karena Firda tak memgalami cidera yg serius.


Setelah di periksa, Firda menunggu di ruang tunggu sementara Gio mengurus administrasi, tentu dengan beberapa bodyguard di sekeliling Firda. Di ruang tunggu Firda melihat seorang anak yg sangat tidak asing bagi nya


"Hai..." sapa Firda karena anak itu sangat tidak asing bagi nya.


"Kamu pasti putra nya Angeline kan?" tanya Firda dan anak itu mengangguk.


"kok Tante tahu?" tanya anak itu.


"Aku pernah bertemu dengan Mama mu di pesta, tapi kenapa kamu kamu ada di sini? Kamu sakit atau menjenguk orang sakit?" tanya Firda namun baby sitter nya malah menghalangi Firda berbicara dengan Micheal. Namun Micheal malah tampak senang berbicara dengan Firda.


"Mickey tadi jatuh saat bermain. Apa tante juga jatuh?" tanya nya kemudian.


"Oh jadi nama mu Mickey? Tadi Tante memang jatih, cidera sedikit" jawab Firda sambil menggerling membuat Micheal tertawa.


Tak lama kemudian Gabriel datang dengan nafas yg tersengal dan ia langsung menghampiri Firda dan menghalangi Firda dan Micheal.

__ADS_1


"Kenapa tidak panggil dokter pribadi kita saja? Dan kenapa kamu bisa jatuh?" tanya Gabriel panik, dan bukan nya menjawab, Firda malah mendorong Gabriel ke samping.


"Aku lagi ngobrol sama putra nya Angeline"


__ADS_2