Lentera Don Gabriel Emerson

Lentera Don Gabriel Emerson
Eps 182 - Micheal Atau Firda?


__ADS_3

Edward sedikit bingung dengan pernyataan panjang polisi ini, karena sebelum nya Gabriel tidak pernah melibatkan polisi dalam peristiwa apapun yang terjadi.


"Jadi, apa kau mau mengakui kejahatan mu, Pak Edward?" tanya polisi itu lagi dengan tegas "Jika kau kooperatif dan mau mengakui kejahatan mu sekarang, aku bisa pastikan hukuman mu akan lebih ringan" tentu Edward semakin bingung lagi mendengar apa yang di katakan polisi itu, yang seperti nya benar benar polisi asli dan tidak tahu siapa Edward dan Gabriel.


"Kenapa kau diam saja?" tanya polisi itu.


"Aku tidak mengerti apa yang kau katakan" jawab Edward lirih. Polisi itu langsung mendongak dan menatap Dokter yang sejak tadi berdiri di samping Edward "Dan nama ku Adrian, bukan Edward. Kau bisa memeriksa identitas ku" kata Edward lagi. Polisi itu tersenyum dan melambaikan tangan nya pada ajudan nya, ajudan nya itu pun datang dan memberikan sebuah berkas pada nya.


Polisi itu membuka berkas yang di pegang nya itu "Kau adalah Edward, sudah dua kali melakukan operas plastik. Pertama, kau menyamar menjadi John. Kedua, kau menyamar menjadi Adrian. Dan jika kau amnesia atau mungkin tak ingin mengakui kejahatan mu, itu sama sekali tidak masalah untuk ku. Karena aku sudah punya bukti yang sangat kuat bahwa kau adalah Edward. Dan ini bukti nya... " polisi itu mengambil sebuah amplop dan membuka nya, isi nya adalah hasil tes DNA Edward dan Gabriel. Polisi itu memperlihatkan nya pada Edward dan tentu dia sangat terkejut.


"Kau bisa mengubah wajah mu seperti apa yang kamu mau, bisa mengubah identitas mu sesering yang kau mau. Tapi kau tidak akan pernah bisa mengubah DNA mu yang akan selalu membuktikan bahwa kau adalah Ayah Pak Gabriel"


Edward marah mendengar nya, ia juga teringat sesaat sebelum diri nya di tembak entah oleh siapa, Gabriel sempat memanggil nya Daddy dengan nada ejekan. Edward sungguh bingung, bagaimana Gabriel bisa tahu?


"Jadi bagaimana, Pak Edward? Kau mau mengakui kesalahan mu?" tanya polisi itu. Edward mengalihkan pandangan nya dan kening nya berkerut dalam, ia seperti orang yang kesakitan dan tentu itu hanya sebuah sandiwara.


"Pak, sebaik nya pasien jangan terlalu di paksa" ujar Dokter yang melihat pasien nya tampak kesakitan "Ini tidak baik untuk kesembuhan nya"


Polisi itu menatap Edward dengan garang, insting nya sebagai polisi mengatakan Edward hanya pura pura dan rasa nya tak mungkin ia salah.


"Baiklah, aku akan keluar" kata polisi itu "Aku hanya ingin mengingatkan kepada mu, Pak Edward. Jika kau mempersulit kamu dalam kasus ini, jika kau terus berbelit belit apa lagi menggunakan sakit mu ini untuk mangkir dari proses introgasi. Aku akan pastikan kau juga akan kesulitan dalam hukuman mu yang tak mungkin sedikit. Apa lagi putra mu, menantu mu, besan mu dan Pak Gio menuntut mu dengan tuntutan hukuman mati"


.........


Sementara itu,Ummi Aisyah menjenguk Micheal dan Mini bergantian. Mumpung ada Firda dan Gabriel yang menjaga Abi Farhan.


"Nenda..." lirih Micheal.


"Jagoan apakah sudah sehat?" tanya Ummi Aisyah dan Micheal menganggukan kepala nya sambil tersenyum, Ummi Aisyah melirik Angeline yang terlihat murung.


"Alhamdulillah, Mickey harus cepat sembuh ya. Biar nanti bisa main sama Nenda dan Kenda..." kata Ummi Aisyah lagi.

__ADS_1


"Mickey tadi berdoa, Nenda. Doa nya mau Daddy sama Mommy tinggal bersama lagi" kata Micheal yang tentu saja membuat Ummi Aisyah terkejut, ia langsung menoleh pada Angeline dan Angeline hanya menyunggingkan senyum samar.


Ummi Aisyah tidak tahu harus menanggapi ucapan Michael seperti apa, apa lagi Ibu tiri dari Micheal adalah putri nya sendiri.


"Kata Daddy, kalau berdoa nanti di kasih sama Tuhan. Kata Daddy Beneran terjadi lho, Nenda..." kata nya lagi.


"Hem, iya, Sayang..." kata Ummi Aisyah sambil mengusap pucuk kepala Micheal.


"Tidak perlu di masukan ke hati ucapan nya, Tante" kata Angeline yang melihat raut wajah Ummi Aisyah tampak berubah. Ummi Aisyah hanya menanggapi nya dengan senyum tipis.


"Nama nya juga anak anak, pasti ingin selalu bersama kedua orang tua nya. Bukan terpisah seperti ini..." lanjut nya.


"Iya, sih. Semoga saja nanti Micheal mengerti keadaan yang sebenarnya" jawab Ummi Aisyah akhirnya, Angeline hanya tersenyum kaku dan mengangguk anggukan kepala nya.


"Mickey, Nenda mau kembali ke kamar Kenda ya..." Ummi Aisyah berkat pada Micheal dan Micheal menganggukan kepala nya.


....


Saat Ummi Aisyah masuk ke kamar rawat Abi Farhan, ia melihat Gabriel dan Firda yang saat ini sedang membicarakan tentang Edward. Putri dan menantu nya itu tampak sangat serius dalam menghadapi masalah ini.


"Kalian membicarakan apa?" Ummi Aisyah bergabung dan duduk di ujung sofa.


"Polisi mengintrogasi Ayah nya Bang Gabriel, Ummi" kata Firda.


"Hem, semoga saja kasus ini cepat selesai dan kehidupan kita kembali seperti semula" ucap Ummi Aisyah yang tentu langsung di aminkan oleh Gabriel dan Firda.


Ummi Aisyah melirik Gabriel, dia ingin membicarakan apa yang menjadi keinginan Micheal tadi. Ummi Aisyah ingin memastikan bahwa menantu nya ini tidak akan berpaling dari putri nya.


"Ada apa, Ummi?" tanya Gabriel yang merasakan ada yang beberapa dari tatapan Ummi Aisyah.


"Bukan apa apa..." jawab Ummi Aisyah sambil tersenyum kaku.

__ADS_1


"Aku mau ke toilet dulu..." kata Firda dan ia beranjak berdiri dari sofa dengan di bantu Gabriel.


"Aku antar, Sayang" kata Gabriel.


"Tidak usah" kata Firda "Aku bisa sendiri, Bang. Bang Gabriel temani Ummi saja" lanjut nya. Gabriel pun membiarkan Firda pergi ke toilet sendirian. Dan setelah memastikan Firda masuk ke dalam toilet, Ummi Aisyah pun memberanikan diri berbicara pada menantu nya ini tentang apa mengganjal di hati nya.


"Gab, Ummi mau tanya sesuatu, Nak" ujar Ummi Aisyah.


"Mau tanya apa, Ummi?" Gabriel bertanya sedikit heran, karena tak biasa nya Ummi mertua nya ini masih izin jika ingin bertanya.


"Jika... Hemmm" Ummi Aisyah merasa ragu untuk bertanya, sementara Gabriel tampak penasaran dengan pertanyaan Ibu mertua nya itu


"Mau tanya apa?" tanya Gabriel lagi.


"Jika kamu di suruh memilih, antara Firda atau Micheal, kamu pilih siapa?" tanya Ummi Aisyah kembali. Tentu Gabriel tercengang mendengar pertanyaan Ibu mertua nya itu.


"Maksudnya?" tanya nya tak mengerti.


"Maksud Ummi, kalau kamu di suruh memilih antara Firda dan Micheal yang akan hidup bersama kamu. Kamu memilih siapa?"


"Firda, tentu saja" jawab Gabriel tegas dan yakin dan jawaban itu membuat Ummi Aisyah terkejut namun juga lega.


"Kamu yakin?" tanya nya ingin memastikan.


"Tentu saja, Ummi. Firda segala nya bagi ku, aku rela kehilangan apapun tapi tidak kehilangan Firda" Gabriel kembali menjawab tegas.


"Tapi Micheal kan putra mu, darah daging mu" ujar Ummi Aisyah lagi.


"Aku tahu, Ummi. Tapi jika bukan karena Firda, maka status putra kandung itu hanya sebuah status" jawab Gabriel yang membuat Ummi Aisyah mengerutkan kening nya karena tak mengerti.


"Dulu aku memang punya putra, tapi aku tidak tahu bagaimana rasa nya jadi ayah dan putra ku tidak tahu bagaimana rasa nya menjadi seorang anak dari ayah kandung nya. Dan karena Firda, Ayah dan anak kandung itu bisa bersama dan saling berbagi cinta. Karena itu lah, aku akan memilih Firda karena Firda bisa memberi ku Micheal yang lain tapi Micheal tidak akan pernah bisa memberiku Firda yang lain" tutur nya yang membuat Ummi Aisyah kembali tercengang sekaligus terharu dengan jawaban menantu nya yang ternayata sangat mencintai putri nya.

__ADS_1


"Tapi, kenapa tiba tiba Ummi bertanya seperti itu?" tanya Gabriel kemudian.


"Hem, bukan... Bukan apa apa" jawab Ummi Aisyah sambil mengulum senyum.


__ADS_2