
ramein napa, kok sepi banget pdhl yg baca ada☹️
***
Setelah mengirimkan pesan singkat berisi foto dirinya dengan Lita ketika bertemu tadi, Eliza menunggu balasan wanita gatal itu. Namun sudah bermenit menit berlalu ponselnya tidak berbunyi sama sekali. Sepertinya wanita itu tidak membalas pesannya. Sialan! Eliza kira wanita itu akan membalasnya tahunya tidak.
Eliza melempar ponselnya dan memikirkan cara bagaimana ia membuat Zayn kembali ke hidupnya. Namun sangat susah sekali. Pria itu sepertinya sudah sangat bucin kepada wanita itu.
"Argh, gimana dong? Masa iya gue gak dapetin yang gue mau. Mana Zayn makin ganteng aja lagi," ucap Eliza.
"Ayo Eliza, mikir. Mikir gimana caranya Zayn balik sama lo. Apa iya gue buat Jenna celaka aja? Kan kalo gitu peluang gue makin gede buat deketin Zayn," ucap Eliza.
Ia tersenyum miring saat otaknya terpikirkan sesuatu. Ia pun segera menyusun rencananya agar Zayn kembali ke kehidupannya. Tiga hari lagi pesta perayaan perusahaan Andreas digelar. Eliza juga mendapatkan undangan itu. Ia harus datang kesana. Mungkin disana ia akan memulai rencananya.
***
"Lo harus percaya sama Zayn, Jenn. Selama ini gue lihat effort dia buat lo, dia emang bener bener sayang sama lo. Dan lagi waktu lo bilang, lo jadiin Zayn pelampiasan, apa Zayn marah? Enggak kan? Jadi gue yakin kalo Zayn itu enggak berniat buat menutupi masa lalunya dari lo," ucap Ale.
"Yang jadi sahabat lo itu gue atau dia sih?!" Gerutu Jenna.
"Ya elo lah. Maksud gue ngomong kayak gini tuh, lo cuma takut di kecewain lagi kan? Wajar lo kayak gitu, tapi Jenn, jangan terlalu terpaku sama kebohongan Zayn. Mungkin dia punya alasan sendiri kenapa dia gituin lo, gue yakin sih dia gak bakalan lepasin lo deh meskipun lo udah kecewa nih misalnya," ucap Ale.
"Dia emang udah jerat hidup gue Ale. Bahkan dia punya rahasia gue, yang kalo dia gak berhasil dapetin gue, dia bakalan bongkar rahasia itu dan mau gak mau gue ujung ujungnya nikah sama dia," ucap Jenna kesal.
"Ya mampus. Derita lo dijerat sama cowok cakep plus tajir. Ti ati aja Jenn, Ryan sama Zayn kan temenan nih. Gue juga hampir di unbox sama Ryan. Untungnya otak gue masih sadar dan enggak terjadi," ucap Ale.
"Dan parahnya gue sering ngelakuin itu Aleee," teriak Jenna di dalam hati.
__ADS_1
"Iya, gue hati hati kok. Tapi Lee, apa gue baikan aja sama dia? Dari kemarin gue cuekin dia," ucap Jenna.
"Ya baikan aja lah. Yang namanya hubungan pasti ada retaknya. Entah itu karena salah satu dari kalian, orang baru, atau mungkin orang di masa lalu," ucap Ale.
Benar. Roda kehidupan itu berputar. Tidak selamanya kehidupan Jenna dan Zayn akan selalu bahagia. Mereka pasti akan bertemu dengan duri yang mungkin membuat mereka sakit. Tapi kembali lagi, hidup adalah rintangan yang harus dilewati setiap mahluk hidup. Pilihannya hanya dua, bertahan lalu melanjutkan atau berhenti dan memilih mengakhiri hidup.
Namun mengakhiri hidup bukan lah jalan keluar. Justru setelah mati mungkin saja masalah akan semakin bertambah. Untungnya ketika menghadapi masalah Jenna tidak pernah berpikiran untuk mengakhiri hidupnya.
"Ya udah gue baikan deh sama dia. Kangen banget soalnya," ucap Jenna.
"Najis, bucin tol*l lo," rutuk Ale.
"Biarin."
Tiba tiba Zayn masuk. Ia bilang jika Ryan menunggu Ale untuk segera pulang. Ale sebenarnya malas pulang dengan pria itu dan ingin tetap disini. Namun ia ingat jika Jenna akan berbaikan dengan Zayn dan dia tidak boleh mengganggu. Baiklah, demi seorang sahabat, Ale rela melakukannya.
"Iya anjir. Gue gak amnesia kali buat cepet lupa ucapan lo," ucap Jenna.
"Nice."
Ale pun pergi dari sana tanpa diantar oleh Jenna begitu juga Zayn. Mereka membiarkan Ale dan Ryan pergi sendiri, toh mereka sudah besar dan hafal jalan keluar rumah ini.
Ngomong ngomong, kedua orang tua Jenna sedang mengunjungi orang tua mereka. Katanya Mira dan Malik mendadak sakit bersamaan. Entah mengapa. Jadilah Jenna di urus oleh Zayn.
"Masih marah?" Tanya Zayn.
Jenna melengkungkan bibirnya ke bawah dan merentangkan tangannya, "Peluk."
__ADS_1
Zayn tersenyum dan memeluk wanitanya. Ia juga merindukan Jenna, hanya saja ia mencoba membatasi dirinya sebelum Jenna benar benar memaafkannya. Meskipun sebenarnya ia sangat ingin selalu berdekatan dengan Jenna.
"Maafin aku. Aku salah banget karena gak ngasih tahu kamu," ucap Zayn.
"Aku juga salah, karena gak seharusnya aku ikut campur urusan masa lalu kamu. Aku childish banget emang," ucap Jenna.
"Enggak sayang, kamu gak childish. Wajar kamu kayak gini, justru aku seneng karena kamu kayak gini artinya kamu peduli sama aku, kamu cemburu sama aku. Dan aku seneng banget karena tandanya kamu udah cinta sama aku. Tolong, maafin aku ya?" Ucap Zayn.
Jenna menganggukan kepalanya.
"Kita mulai ini sama sama ya? Kamu udah cinta sama aku sekarang. Makasih karena sudah memberikan hak itu untuk ku. Aku berjanji mulai saat ini aku tidak akan menutupi apapun dari kamu," ucap Zayn.
"Iya," jawab Jenna.
Hubungan antara pria dan wanita tidak akan terasa menyenangkan jika di dalam hubungan itu tidak di bumbui dengan pahitnya kehidupan atau pun manisnya. Bahkan rasa lain seperti asam, asin pun harus terasa agar hubungan itu tidak terasa lurus lurus saja. Wajar, jika salah satu diantara mereka merasa tidak senang atau ada hal yang kurang mengenakan, entah itu perilaku atau ucapan. Yang jelas, dalam setiap menjalani hubungan itu. Masing masing dari kalian harus bisa dan siap menjalaninya. Apalagi sikap dewasa dalam suatu hubungan itu sangat lah penting.
"Kangen banget sama kamu. Gara gara aku, kita jadi renggang kemarin. Bahkan kamu sampe sakit sayang, maafin aku," ucap Zayn.
"Iya udah. Aku udah maafin kamu, tapi tolong jangan pernah kecewain aku lagi. Aku orangnya susah banget buat bangun kepercayaan sama orang yang udah kecewain aku. Ini kesempatan kedua kamu, aku harap kamu tidak mengulangi kesalahan yang sama atau bahkan lebih fatal," ucap Jenna.
"Janji sayang. Aku janji gak akan buat kamu nangis lagi," ucap Zayn.
"Pria memang dipegang dari ucapannya. Tapi aku juga butuh bukti. Kalo cuma janji aja, cowok lain juga bisa. Sayangnya aku cuma milih kamu diantara banyaknya cowok yang deketin aku," ucap Jenna.
"Banyak? Siapa aja?" Tanya Zayn.
"Ada deh pokoknya. Sebelum bahkan sesudah sama kamu pun masih ada yang selalu berusaha deketin aku. Tapi aku inget kalo aku udah sama kamu," ucap Jenna.
__ADS_1
Tbc.