One Night With Mr. Z

One Night With Mr. Z
150. Kemusuhan


__ADS_3

***


Ale mendengus kesal mendengar ucapan Ryan. Ia kembali memakan makanan yang ada di depannya. Chicken ball yang ia pesan. Ia memakannya dengan tidak elegan, peduli setan lebih baik ia melakukan hal sembrono supaya kedua orang tua Ryan tidak suka dengan Ale. Agar pernikahan yang mereka inginkan tidak terjadi.


Ryan sendiri tersenyum kecil melihat tingkah gadisnya yang seperti itu. Seperti apapun tingkah gadisnya ini, Ryan akan selalu suka. Begitu pun dengan kedua orang tuanya. Mereka akan tetap menerima pilihan Ryan. Apalagi, mama Ryan sangat menyukai Ale.


"Makan yang banyak," ucap Ryan. Ia menyodorkan steak miliknya yang sudah di potong potong olehnya.


"Nanti aku gendut gimana?" Tanya Ale melotot terkejut.


"Gak papa, aku akan tetap menerima kamu. Mau gendut mau enggak aku tetap suka," ucap Ryan tersenyum kecil.


"Gombal," ucap Ale. Ia pun tetap memakan steak pemberian Ryan karena masih lapar. Dia memang menolak pria itu namun tidak dengan makanan yang dia berikan. Ale akan tetap menerimanya selagi itu tidak di racun.


Obrolan kedua keluarga berlanjut. Namun Ale tidak mempedulikan apa yang mereka bicarakan. Toh apapun yang Ale inginkan, pernikahan mereka sepertinya tetap akan terlaksana. Namun Ale jadi teringat ucapan Jenna tadi. Ada masuk di akal juga dengan apa yang diucapkan oleh Jenna. Dia harus memastikan bahwa dia hamil atau tidak baru dia bisa menikah. Seandainya tidak, Ale tentu akan menolaknya. Apapun yang Ryan inginkan. Perihal usaha keluarganya yang diancam akan hancur oleh Ryan, Ale tidak akan ambil pusing. Dia akan meminta bantuan Jenna juga akan bernegosiasi dengan Ryan.


"Tunggu dulu tante," ucap Ale menyela. Karena sejak tadi mama Ryan yang paling excited dengan pembicaraan ini. Bagaimana pun, Ale yang akan menjalani pernikahannya, tentu saja dia juga harus berpendapat.


"Kenapa sayang?" Tanya mama Ryan.


"Sebelumnya, sebelum kalian semua sebagai orang tua menentukan tanggal pernikahan kami. Ale dan mas Ryan harus bicara dulu bukan? Mengingat kami yang akan menjalani kehidupan setelah pernikahannya," ucap Ale tersenyum. Ryan yang mendengar namanya disebut disertai dengan embel embel 'mas' tentu saja menoleh. Ia merasa sangat bahagia sekali disebut 'mas' oleh Ale.


"Benar ma. Biar Ryan dan Alesha bicara dulu, niat Ryan mempertemukan kalian semua tidak lain agar kalian tahu hubungan kami," ucap Ryan mendukung keinginan Ale.

__ADS_1


Cih!! Apa maksudnya dengan tahu hubungan mereka? Maksudnya kedua orang tua masing masing dari mereka harus tahu jika Ale dan Ryan sudah melakukan having s*x? Yang benar saja. Ale tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Bagaimana pun, ia tidak mau rahasia itu diketahui orang lain selain dia dan Ryan.


"Baiklah, mama percaya dengan kalian berdua. Saran saja, jangan terlalu lama memilih tanggal. Bukankah lebih cepat lebih baik? Kalian tahu, mama dan papa sudah tua, kami sudah sangat ingin melihat anak bandel ini menikah dan memiliki seorang anak," ucap mama Ryan.


"Mama tenang saja, kalau sudah waktunya punya anak, Ale akan punya kok. Kalian cuma perlu percaya aja dengan kami," ucap Ale tersenyum. Ryan mengangguk menyetunjui dengan apa yant dibicarakan oleh Ale. Gara gara hanya dipanggil 'mas' oleh Ale, pria itu sedikit gila sepertinya. Padahal hanya dipanggil seperti itu, tapi dia langsung menuruti maunya Ale.


Mereka pun melanjutkan pembicaraan sampai akhirnya selesai. Ale dan Ryan pamit sebab Ale akan ke apartement miliknya. Padahal sebenarnya itu hanya akal akalan Ryan saja. Sepertinya Ale harus memikirkan cara supaya malam ini dia bisa bebas dari Ryan malam ini.


Satu jam berlalu, kedua orang tua mereka sudah pamit untuk pulang. Kini tersisa Ale dan Ryan saja. Mereka berdua memutuskan untuk ikut bergabung dengan Jenna dan Zayn, karena kedua manusia itu masih ada disana.


"Thank you, berkat lo gue bisa bebas malam ini dan gak banyak beban pikiran lagi," ucap Ale tersenyum senang.


"Makasih mulu, traktirannya mana?!" Ucap Jenna ngegas. Bukan apa apa, dia kepedasan akibat memakan sushi ditambah dengan saus samyang pedas yang ia bawa sendiri di dalam tas miliknya.


Lagi lagi Ale tersenyum senang melihat tingkah Zayn yang sangat perhatian pada Jenna. Ia benar benar berharap, suatu saat nanti dia juga akan seperti itu dengan kekasih yang ia cintai.


"Jenn, lo udah cinta sama Zayn?" Tanya Ale.


Jenna menolehkan kepalanya ke arah Ale, "Menurut lo, kalo gue gak cinta ngapain gue masih sama dia?"


"Ya iya juga sih, untung banget sih lo. Lepas dari buaya darat, dapetnya sultan," ucap Ale.


"Buaya darat? Ada buaya darat sampe having s*x tiap hari? Mana udah satu tahun loh dia gitu sama si Yura," ucap Jenna.

__ADS_1


"Iya anjir, Yura buangsattt. Gue gedek banget sama dia, pengen banget jitak pake lidah api Monas rasanya," ucap Ale.


"Udah lah Le, mereka cocok kok. Penggoda dengan sekrang penggoda itu cocok, sama sama kayak sampah," ucap Jenna.


Zayn melirik ke arah Jenna saat mendengar nada pedas keluar mulut wanita itu. Sepertinya Jenna benar benar kecewa dengan mantannya yang dulu. Untungnya dia bisa mendapatkan Jenna, meskipun harus berjuang lama dan penuh penolakan. Sampai dia harus mengambil resiko yang paling besar.


Tiba tiba Zayn mengecup pipi Jenna membuat wanita itu menoleh. "Kenapa mas?" Tanya Jenna.


"Enggak papa, cuma pengen kiss aja," ucap Zayn tersenyum.


"Gak boleh tebar pesona di depan cowok yang lagi berjuang buat dapetin seseorang. Mana caranya ngikutin kamu lagi, gak elite banget," ucap Jenna bermaksud untuk menyindir Ryan.


Ryan mendelik kesal mendengar ucapan Jenna. "Maksud kamu apa?"


"Kenapa? Merasa tersindir? Ya mampus, mikir sekalian intropeksi diri deh," ucap Jenna. Sepertinya wanita ini sudah tidak mau bersahabat dengan Ryan. Tapi karena hal apa? Apa Ryan melakukan kesalahan?


"Dia gak mau temenan lagi sama lo, dia bilang musuhan sama lo gara gara waktu di rooftop waktu itu," bisik Zayn. Rooftop? Maksudnya saat Ryan memasukan obat perangs*ng?


"Dasar wanita, kamu memusuhi saya? Kamu pikir kamu gak menikmatinya?" Tanya Ryan.


"Jenna enggak ada bilang gitu. Budeg ya?" Ucap Jenna acuh, ia memakan sushi miliknya dengan santai. Ryan hampir saja menyela lagi namun dengan cepat Ryan menahannya.


"HEI KALIAN," teriak seseorang membuat Jenna, Zayn, Ryan dan Ale menoleh ke sumber suara.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2