One Night With Mr. Z

One Night With Mr. Z
228. Sesuai Prediksi


__ADS_3

***


Sesuai dengan apa yang sebelumnya sudah Jenna prediksi, Zayn benar benar kembali menghabisinya diatas kasur. Bahkan pria itu juga melakukan hal sama. Bedanya kedua tangan Jenna tidak diikat seperti apa yang dilakukan oleh Jenna padanya. Karena dengan mengunci kedua tangan Jenna diatas kepalanya saja Zayn sudah bisa membuat wanita ini kelimpungan. Jenna benar benar merasakan hal luar biasa saat dia melakukan blow j*b pada Zayn. Karena Zayn juga memberikan kenikmatan sama seperti kenikmatan yang dia berikan tadi.


Atas kuasa mulut dan kedua tangan Jenna, Zayn berhasil keluar dua kali. Namun setelah ******* kedua, bukannya Zayn lemas akibat pelepasan justru pria itu semakin beringas. Awal mulanya memang Zayn terlihat sangat tidak berdaya akibat pelepasan hebatnya. Tapi ternyata itu semua hanya kedok semata. Sebab setelah Jenna melepaskan kedua ikatan dasi di tangan Zayn, tubuh Jenna langsung dibanding dan langsung diserang begitu saja. Tidak ada foreplay, Zayn langsung memasukan miliknya tanpa permisi. Sebab milik Jenna sudah basah dan tidak perlu lagi foreplay.


Jenna tentu saja mendes*h kesakitan. Namun diakhiri dengan kenikmatan. Kenikmatan yang diberikan Zayn benar benar mampu membuat Jenna lupa akan dunia. Bahkan dia langsung tepar dan tidak berdaya. Zayn tersenyum licik karena akhirnya wanitanya melemas akibat ulahnya. Bahkan Jenna benar benar tidak berdaya. Delapan jam lamanya tubuh Jenna di gempur habis habisan. Tentunya dengan jeda beberapa menit sebab mereka baru pelepasan.


Zayn benar benar kesetanan tadi, sebab dia sudah dipancing oleh Jenna. Bahkan dia keluar dua kali atas kuasa Jenna. Baru kali ini Zayn merasakannya.


"Atas ulah mu ini, jangan harap untuk lepas dari kehidupan ku sayang. Aku baru tahu ternyata kamu sangat lihai memanjakan milik ku ini. Maaf atas banyak luka dan bercak di tubuh mu ini akibat ulah bibir dan gigi ku. Aku terlalu gemas sampai tidak sadar melakukannya," ucap Zayn.


Pria itu menarik Jenna ke dalam pelukannya. Baru saja mereka berdua terbangun di pagi hari tadi, tapi kini keduanya sudah kembali tidur setelah beberapa jam kemudian. Saat melakukan penyatuan tadi, Zayn memang selalu menghis*p kuat leher Jenna sampai menimbulkan bercak merah keunguan. Juga dia tidak bisa menahan dirinya untuk tidak menggigit bahu mulus ini ketika dia tidak dapat menahan dirinya karena kenikmatan pada milik Jenna.


Pagi menuju siang di isi dengan pergulatan yang sering mereka lakukan seperti biasanya. Belum ada ikatan sakral, namun keduanya selalu melakukan itu. Padahal itu semua adalah perbuatan yang dilarang, namun mereka tetap melakukannya. Namanya juga manusia, lebih mengedepankan nafsu. Nafsu setan yang sangat nikmat menurut keduanya.


***

__ADS_1


Kabar pernikahan Jenna dan Zayn tentunya sudah menyebar di kalangan keluarga. Bahkan Hendri dan Heni selaku paman dan bibi dari Jenna juga tahu. Yura juga tahu, bahkan wanita itu cukup terkejut. Jarak pernikahan dan tunangan Jenna tidak jauh. Apa mungkin wanita itu hamil? Jika benar maka itu akan menjadi sasaran empuk untuk Yura. Dia bahkan sudah memikirkan sebuah rencana. Rencana yang akan menggemparkan jagat media.


Keinginan Yura di dunia ini hanya satu, yaitu membuat hidup Jenna menderita. Jika di ingat ingat, Jenna memang tidak pernah mencari gara gara pada Yura. Namun entah mengapa dia sangat tidak suka sekali dengan wanita itu. Mungkin karena Jenna lebih unggul darinya. Bahkan kakek dan nenek juga lebih menyayangi wanita itu. Sedangkan pada Yura, mereka sangat pilih kasih sekali.


Seharusnya Yura tidak menyalahkan Jenna, dia seharusnya menyalahkan kakek dan nenek. Namun dibalik sikap kakek dan nenek itu ada sebuah alasan yang cukup logis. Namun sampai saat ini alasan tersebut masih terpendam oleh Mira dan Malik, kakek dan nenek Jenna serta Yura.


Sejak dulu, Jenna selalu unggul dalam hal apapun dari Yura. Dan hal itu juga yang selalu jadi bahan perbandingannya. Perbandingan itu dilakukan oleh Mira. Mira amat sangat terlihat tidak menyukai yura. Sikapnya apalagi, sangat sangat mencerminkan tidak menyukai Yura.


"Yura," panggil Heni.


"Mario akan datang ke pernikahan anak so pintar itu?" Tanya Heni.


"Aku tidak sudi membawanya, mama. Yang ada Mario akan kembali mengingat wanita gatal itu. Aku tidak mau itu terjadi, susah susah aku membuat Mario tunduk lagi," ucap Yura.


"Jadikan saja dia suami mu, jangan kalah dengan wanita so pintar itu. Main cantik, kamu merebutnya sekalian jadikan dia suami mu saja," saran Heni.


"Aku memang ingin seperti itu ma. Nanti aku bicarakan lagi dengan Mario, ma. Ngomong ngomong, apa kita akan datang ke pernikahan dia? Aku malas sekali ma," ucap Yura.

__ADS_1


"Kamu pikir mama tidak malas? Tentu saja malas Yura, sayang. Tapi kita harus melihat kakek dan nenek mu. Bagaimana pun demi menghargai mereka kita harus datang. Ya meskipun mereka tidak baik pada kita. Tapi yang penting kan kita mendapatkan harta keluarga yang banyak," ucap Heni.


Selama ini, Heni juga selalu mendapatkan hal yang sama. Yaitu hal yang sering di dapatkannya ketika Mira lebih mengedepankan Jeni. Padahal dia juga menantu keluarga Wicaksono. Namun entahlah, Mira selalu pilih kasih. Makanya Heni tidak heran lagi.


"Aku masih heran ma, kenapa nenek dan kakek sangat pilih kasih sekali. Padahal kan kita juga keluarga mereka," ucap Yura.


"Mama juga enggak ngerti sayang. Entah kenapa mereka kayak gitu ke mama sama keluarga kita. Tapi biarin aja, toh mereka juga gak penting di hidup kita. Yang penting kan nanti kita punya bagian harta. Pokoknya kita harus bagian yang paling gede," ucap Heni.


"Harus ma," ucap Yura.


Buah jatuh tidak akan jauh dari pohonnya memang benar adanya. Buktinya terlihat saat ini dimana Heni yang gila harta dan sifat itu menurun pada anaknya, yaitu Yura. Yura juga sama gila harta. Lihat saja tabiatnya, dia rela mengangk*ng untuk uang banyak. Bahkan dia rela melayani pria hidung belang yang memiliki perut buncit. Kemal*annya saja tidak seberapa namun Yura tetap mau. Alasannya yaitu uang. Dari uang itu juga Yura bisa mengambil kesempatan lagi untuk membuat Mario tunduk.


Sejujurnya dia tidak pernah berhenti dari pekerjaan itu. Pekerjaan untuk melayani pria pria hidung belang. Dia hanya beralibi saja pada Mario. Kali ini, dia melakukannya secara sembunyi sembunyi dari Mario. Masih dengan langganan yang sama.


Dan hebatnya lagi, pekerjaan sampingan Yura itu tidak diketahui kedua orang tuanya. Kedua orang tuanya hanya menganggap jika Yura hanya bermain dan menghamburkan uang. Padahal aslinya dia bekerja di sebuah tempat yang hanya dia yang tahu. Mungkin.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2