
***
Tubuh Zayn menegang saat mendengar ucapan dari mulut wanitanya. Akhiri? Yang benar saja. Jenna adalah wanita terbaik yang dikirimkan tuhan padanya. Bahkan sampai kapan pun Zayn tidak akan membiarkan wanita itu pergi dari hidupnya. Apapun alasannya.
Zayn sudah benar benar jatuh pada pesona wanita ini. Ia tidak bisa menyukai wanita lain selain Jenna. Hanya Jenna, dan Jenna saja. Tidak ada yang lain.
"Putus? Really? Kamu yakin mau putus? Setelah apa yang kita lakukan?" Tanya Zayn beruntun membuat gerakan tangan Jenna terhenti.
Zayn menundukan tubuhnya dengan kedua tangannya bertumpu pada meja kerja Jenna. "Kamu pikir aku akan membiarkan kamu pergi begitu saja dari hidup aku? Setelah s*x yang kita lakukan beberapa kali. Apa kamu seyakin itu cairan milik ku tidak tumbuh di rahim kamu?"
"Yakin. Karena saat ini Jenna sedang datang bulan," ucap Jenna jujur. Karena tadi pagi darah bulanannya kembali datang. Jenna selalu bernafas lega saat darah itu keluar.
"Benarkah? Bagaimana jika aku membuahi rahim kamu lagi ketika haid? Bukankah itu akan lebih memudahkan cairan ku berkembang di dalam rahim kamu? Dengan begitu tidak ada alasan lagi untuk meminta hal tidak memungkinkan seperti 'putus'?" Ucap Zayn menekankan kata putus.
"Jangan gila! Saya tidak ingin memulai hubungan dengan seseorang yang belum selesai dengan masa lalunya," ucap Jenna meninggi. Untung saja ruangannya ini kedap suara. Jika tidak, sudah pasti suaranya akan terdengar sampai keluar ruangan.
"Aku sudah selesai dengan dia Jennaira. Apa kamu tidak percaya dengan ucapan aku? Kekasih mu? Kamu lebih percaya dengan wanita bajing*n itu? Iya?!" Tanya Zayn kesal.
Jenna yang sedang datang bulan ditambah dengan emosi yang tidak stabil pun memilih duduk dan diam. Kenapa masalah percintaan selalu rumit seperti ini?! Jenna sudah malas jika pihak lain tidak mau mengalah dan malah sama sama ngotot seperti dia.
"Pergilah, emosi ku sedang tidak stabil. Tolong beri aku waktu untuk berpikir," ucap Jenna. Ia memijat pelan keningnya. Pening di kepalanya kembali muncul.
"Oke, aku akan memberi mu waktu lima detik," ucap Zayn membuat Jenna menoleh ke arah pria itu.
"Satu."
__ADS_1
"Dua."
"Tiga."
"Apa gunanya memberi waktu hanya lima menit?!" Ucap Jenna kesal.
"Empat."
"Dan, lima. Aku tidak akan memberikan waktu yang lama untuk kamu berpikir. Karena bagi ku, satu menit itu berharga," ucap Zayn. Jenna yang kesal pun berdiri dan mendorong tubuh Zayn untuk keluar dari ruangannya. Pikirannya sudah ambyar karena ulah pria ini dan wanita bernama Eliza itu. Kenapa Jenna harus terlibat dalam masalah seperti ini?!
Zayn sendiri mengikuti kemauan wanitanya. Saat tubuhnya di dorong, ia pun berjalan. Namun sebelum keluar ruangan, Zayn menahan tubuhnya dan menarik Jenna ke dalam pelukannya secepat kilat.
"Lepasin. Anda tidak berhak memeluk saya lagi, kita sudah put-hhmmpp," ucap Jenna terpotong karena Zayn lebih dulu membungkam mulut wanita itu. Sudah cukup banyak omongnya. Mulut ini harus ia beri pelajaran agar tidak lancang lagi untuk meminta hal yang tidak akan pernah Zayn turuti.
Jenna memberontak, ia berusaha melepaskan dirinya dari Zayn namun sangat susah. Pria itu menekan kepala belakangnya sehingga ia tidak bisa lepas dari ciuman itu. Bahkan satu tangannya disimpan di belakang tubuhnya oleh pria itu. Cukup lama mereka berciuman, sampai akhirnya Zayn melepaskan ciuman itu.
"Kamu gila?! Aku baru saja mau menerima kamu dan kamu memaksa hal itu? Aku tentu saja tidak mau Zayn jangan gila akh-," ringis Jenna saat kepalanya terasa sakit. Jenna memegang kepalanya, rasa pening yang hebat menyerang kepalanya.
"Sayang, are you okay?" Tanya Zayn. Ia mendekat ke arah Jenna dan memegang wanita itu.
"Kepala ku sakit," ucap Jenna.
"Oke, oke. Tahan sebentar, kita ke rumah sakit sekarang," ucap Zayn. Pria itu pun mengangkat tubuh Jenna dan membawanya pergi. Anya yang baru saja keluar dari ruangannya pun terkejut melihat atasannya yang digendong oleh kekasihnya.
"Tuan, nona kenapa?" Tanya Anya.
__ADS_1
"Dia sakit dan aku akan membawanya ke rumah sakit. Mungkin hari ini dia tidak akan masuk bekerja, kamu tolong hubungi om Adam. Beritahu beliau jika Jenna tidak bisa masuk kerja," ucap Zayn.
"Baik tuan," ucap Anya.
Zayn pun langsung pergi dari sana masuk ke dalam lift. Sedangkan Anya langsung menghubungi Adam Malik, papi Jenna.
Zayn langsung menuju ke lantai dasar yang menjadi bassement parkiran. Disana ada Math yang menunggunya. Mereka segera menuju ke rumah sakit. Perjalanan menghabiskan waktu empat puluh menit. Zayn kembali menggendong tubuh Jenna masuk ke dalam rumah sakit.
Saat Jenna diperiksa, Zayn menunggunya diluar ruangan. Ia mondar mandir tidak jelas. Antara khawatir dan masih sedikit kesal. Tak lama dokter keluar.
"Bagaimana dok?" Tanya Zayn.
"Mari ke ruangan saya dulu," ucap dokter itu. Zayn mengangguk dan mengikuti dokter itu ke ruangannya. Disana ka duduk di depan dokter itu.
"Kondisi nona Jenna cukup drop. Sepertinya kemarin beliau tidak makan sama sekali, ditambah satu malam suntuk dia begadang. Tidak ada cairan yang masuk ke dalam tubuhnya sehingga ia mengalami dehidrasi. Saat ini rasa sakit di kepalanya disebabkan karena tidak adanya makanan dan minuman yang masuk. Saran saya, nona harus di rawat dulu sampai infus habis," ucap dokter itu.
"Lakukan yang terbaik," ucap Zayn.
"Baik tuan," ucap Dokter itu. Zayn pun keluar dari dalam ruangan dokter itu dan menuju ke dalam ruangan Jenna. Disana wanitanya dengan mata terpejam. Infusan juga menempel di tangannya. Wajahnya pucat. Zayn mengambil duduk di samping brankar Jenna. Ia meraih tangan Jenna dan menggenggamnya.
"Maafkan aku," ucap Zayn lirih.
"Ini semua pasti gara gara aku kan? Kamu tidak makan dan tidak tidur pasti karena memikirkan masalah kemarin kan? Aku mohon, maafkan aku sayang," ucap Zayn. Ia mencium telapak tangan Jenna dengan sayang.
"Aku mungkin terlalu memaksa. Tapi aku tidak ingin kamu pergi dari kehidupan ku. Apalagi dengan apa yang sudah kita lewati selama ini. Tidak mudah untuk aku melepaskan kamu, aku sangat mencintai kamu. Maafkan aku jika aku membuat mu kembali ragu karena kembalinya orang di masa lalu ku. Tapi aku sudah tidak menyukainya. Percayalah pada ku, aku mohon sayang," ucap Zayn.
__ADS_1
Tbc.