
***
Jeni dan Adam hanya bisa menuruti kemauan Zayn. Mengingat Jenna juga meminta hal yang sama. Tidak ada pilihan lain, dari pada kedua pasangan itu saling mengamuk tidak jelas karena larangannya. Namun Jeni selalu mewanti wanti untuk tidak memiliki anak dulu. Bukan maksud dia tidak mau memiliki seorang cucu, melainkan dia tahu Jenna belum puas dengan mainnya. Wajar saja, Jeni paling tahu tentang Jenna karena dia ibunya. Jenna memang sangat dekat dengan kedua orang tuanya. Jadi tidak perlu aneh jika dia sangat manja dengan kedua orang tuanya.
Jenna baru saja lulus kuliah, hanya hitungan bulan saja. Bahkan dia baru kenal dengan Zayn, berbeda dengan Adam dan Jenni. Mereka sudah tahu Zayn karena mereka berdua berteman dekat dengan Rendra dan Lita yang tidak lain adalah orang tua Zayn.
"Aku ngerasa bersalah pas maksa mami buat ijinin aku nginep di apart malam ini. Tadi mami kelihatan banget kayak gak rela lepas aku," ucap Jenna. Dia sedang bersama Zayn di dalam mobil dan sedang menuju ke apartement.
"Mau gimana lagi, aku gak mau jauh jauh sama kamu sayang," ucap Zayn.
Pria ini memang sangat menempel pada Jenna. Jenna pergi ke kantor papinya saja hampir selalu dilarang, bahkan Zayn merekomendasikan untuk Jenna bekerja di kantornya saja. Supaya dia tidak perlu jauh jauh datang ke kantor Adam untuk mengajak Jenna makan siang. Namun demi cinta, apapun Zayn akan korbankan. Meskipun lelah, dia selalu datang setiap harinya di jam makan siang.
"Janji jangan pernah berniat meninggalkan aku. Kalo itu terjadi, siap siap menerima hukuman dari ku," ucap Zayn.
Jenna mengernyit mendengarkan. Tidak salah kan? Kenapa Zayn meminta hal seperti itu? Apa dia takut Jenna akan berpaling? Seharusnya Jenna yang mengatakan hal seperti itu. Bukan malah Zayn. Tapi meskipun begitu, Jenna benar benar senang. Zayn sepertinya memang sangat menyayanginya sampai tidak mau kehilangannya.
Merasa special? Setiap hari sepertinya. Karena Jenna selalu merasa paling dispecialkan oleh Zayn.
Tak berselang lama, mereka pun sampai di bassement apartement. Jenna hendak membuka seat beltnya namun dengan cepat Zayn yang lebih dulu membukanya. Selain membuka seat belt, Zayn juga mengecup cepat bibir Jenna saat wanita itu sedang tidak siap dan tidak memperhatikannya. Alhasil Jenna hanya mematung, seperti biasa.
"Bisa banget modusnya," ucap Jenna.
__ADS_1
"Bukan modus sayang, itu keharusan. Kenapa? Karena kamu wanita ku, kamu milik ku. Sudah seharusnya aku melakukan itu bukan?" Tanya Zayn.
"Ya tapi enggak mendadak juga," ucap Jenna.
"Biar beda dari biasanya. Biasanya kan kita sama sama mau untuk kiss, tapi sekarang aku nyosor kamu duluan. Jadi gak dibales deh, tapi gak papa. Yang penting bibir aku kena bibir kamu," ucap Zayn. Jenna hanya menggelengkan kepalanya tak paham. Kenapa bisa dia ditakdirkan dengan spesies manusia seperti Zayn. Sudah tampan, kaya raya di usia muda, asetnya juga dimana mana. Bahkan entah berapa mahar yang akan diberikan Zayn nantinya. Jenna hanya bisa berharap semoga lebih dari satu milyar.
Bercanda. Jenna tidak seperti itu.
"Silahkan my fiance," ucap Zayn setelah pintu mobil di bagian Jenna dibuka. Ia mengulurkan tangannya agar Jenna tidak jatuh saat turun dari dalam mobil. Jenna menyambutnya dengan baik dan turun dari sana. Saat tubuhnya sudah keluar, dengan sengaja Jenna menarik dasi yang digunakan oleh Zayn sehingga bibir mereka bertemu. Tentunya bukan hanya kecupan saja, melainkan sudah jadi *******. Bukan Jenna yang **********, melainkan Zayn. Tubuh Jenna digeserkan ke samping sehingga bisa menyandar pada pintu mobil. Zayn menekannya cukup dalam sehingga tubuh keduanya saling menempel.
Jenna mengalungkan kedua tangannya pada leher Zayn. Kepalanya bergerak ke kiri dan kanan, mengikuti ritme gerakan kepala Zayn. Mereka melakukan hal itu seolah tidak akan ada yang melihat. Padahal sejak tadi ada yang memantaunya.
"Wanita murahan."
"Mas," panggil Jenna. Zayn tetap pada posisinya, yaitu mengecup basah leher Jenna.
"Masss!" Akhirnya berhasil. Jenna mendorong tubuh Zayn dan ciuman mereka terlepas. Tiba tiba tubuh Zayn ditarik sehingga menjauh dari Jenna. Wanita itu mengangkat tangannya namun dengan cepat Zayn menahannya dan mendorongnya.
"Jauhin tangan kotor lo dari pipi istri gue," ucap Zayn marah. Untung refleksnya Zayn cepat sehingga dia bisa menghalangi tamparan yang akan mengenai pipi Jenna.
"Zayn!" Teriak Eliza.
__ADS_1
Iya, wanita yang datang pada mereka adalah Eliza. Dia berniat untuk mengunjungi Zayn karena merindukan pria itu. Bahkan dia membawa makanan untuk mereka berdua, bermaksu untuk memberikan kejutan. Namun ternyata malah dia yang mendapatkan kejutan. Dia benar benar tidak suka dengan Jenna. Wanita ini sudah merebut Zayn-nya. Ditambah juga wanita ini malah semakin dekat dengan Zayn juga keluarganya. Entah harus dengan cara apalagi dia memisahkan kedua manusia ini.
"Ngapain lo kesini lagi? Gak cukup b* sama pria pria club?" Tanya Zayn. Jenna berusaha menahan tubuh Zayn, ia mengelus pelan bahu tangan Zayn. Sengaja supaya pria ini tidak emosi.
"Mereka cuma aku layani tapi tidak dengan cinta. Beda dengan kamu, aku cinta kamu. Aku rela memberikan apapun yang kamu mau, bahkan aku rela tidur dengan kamu," ucap Eliza.
"Gue gak sudi kalo harus tidur sama lo. Gue punya Jenna, Jenna bisa layani apapun yang gue mau. Jenna bisa memuaskan gue. Dan gue cuma mau sama Jenna, hanya Jenna dan Jenna. Bukan lo," ucap Zayn.
"Apa istimewanya dia sih Zayn?! Apa kurangnya aku? Lebih cantik aku dibanding dia," ucap Eliza.
"Percuma cantik fisik kalo hati lo busuk! Jenna cantik, bahkan jauh berkali kali lipat lebih cantik dibandingkan dengan wanita mana pun. Tapi yang gue suka bukan karena kecantikannya, tapi kebaikan dan ketulusan hatinya yang gue suka. Lo harusnya sadar diri, lo gak selevel sama Jenna. Jenna wanita baik baik, sedangkan lo wanita club," ucap Zayn.
"Mas. Udah, ayo masuk aja," ucap Jenna.
Zayn menghela nafasnya juga mengaturnya. Ia pun menggenggam tangan Jenna yang berada di bahu tangannya. "Maaf sayang, aku gak bermaksud marah marah di depan kamu. Aku gak bisa nahan emosi aku sama dia."
"ZAYN!" Teriak Eliza.
"Its okay, sekarang kita masuk. Biar dia diurus sama bawahan kamu aja," ucap Jenna.
Zayn menganggukan kepalanya. Dia pun memanggil bodyguard untuk mengusir Eliza. Eliza tentu saja berontak. Dia tidak mau pergi. Namun dia juga tidak bisa melawan bodyguard Zayn, mereka terlalu banyak dan kuat.
__ADS_1
Tbc.