One Night With Mr. Z

One Night With Mr. Z
136. Pertanyaan Sama


__ADS_3

***


Untungnya setelah selesai film, Jenna benar benar masih bisa menahan nafsunya. Ia berhasil mengendalikannya dan tidak berakhir mengenaskan dibawah kukungan Zayn. Sedangkan pria itu, yaitu Zayn, dia sudah ngacir ke kamar mandi. Lagi lagi dia harus mandi besar. Jenna sendiri hanya terkekeh saja melihatnya, Zayn benar benar tidak bisa mengendalikan nafsunya. Jenna sempat berpikir, apa semua pria seperti itu?


Sembari menunggu Zayn mandi di kamar mandi apartement miliknya, Jenna beralih melihat gaun yang sudah sampai sejak beberapa jam yang lalu. Ia sedang mematchingkannya dengan dress yang ia pilih tadi. Dressnya berwarna hitam, seharusnya dia juga memakai hells berwarna hitam juga kan? Supaya lebih match. Zayn juga menggunakan jas hitam, pastinya.


"Baju sama hells udah match, giliran rambutnya nanti gimanain ya?" Tanya Jenna. Wanita itu berjalan jalan pelan di sekitar walk in closetnya sembari memikirkan mode rambut yang akan ia pakai. Ia jadi terdistrack omongan Zayn jika Jenma harus membuktikan jika dia baik baik saja datang ke pesta Andreas. Karena sudah pasti orang yang berusaha mencelakainya datang kesana.


"Tumben banget dua hari ini Eliza enggak muncul, apa jangan jangan dia lagi rencanain sesuatu ya?" Ucap Jenna.


"Apapun itu tidak akan pernah terjadi sayang," ucap Zayn pelan. Ia memeluk tubuh Jenna dari belakang.


"Ih mas, basah loh. Lepas," ucap Jenna. Zayn memang masih dalam kondisi memakai lilitan handuk saja dan rambutnya masih basah. Otomatis tubuhnya juga basah lagi karena terkena aliran air dari rambutnya.


"Kenapa? Bukannya kamu mau mandi juga?" Tanya Zayn.


"Ya iya, tapi enggak harus basah juga kan baju aku. Lagian aku mandinya nanti," ucap Jenna.


"Lepasin mas. Jangan peluk, aku keringin dulu rambut kamu," sambungnya.


Zayn terkekeh dan melepaskan pelukannya pada wanitanya. Ia pun duduk di kursi meja rias milik Jenna sedangkan Jenna mengambil handuk kecil lalu mengeringkannya sebentar, namun tak lama ia menyalakan hair dryer. Ia pun mengeringkan rambut Zayn dengan hair dryer itu.


"Kapan kita tunangan sayang?" Tanya Zayn.


"Kenapa emangnya? Ngebet banget kayaknya sama aku," ucap Jenna. Ia berbicara namun matanya fokus pada rambut Zayn yang sedang dikeringkan.

__ADS_1


"Banget. Aku gak mau menyesal dikemudian hari kalo sampai nanti aku terlambat memiliki kamu,"


"Kamu mau kan bertunangan dengan ku dulu?" Tanya Zayn.


Jenna menghela nafasnya dan mematikan hair dryer itu dan memegang bahu Zayn dengan tangan kirinya. "Mau, tapi enggak sekarang mas. Aku harap kamu ngerti, kamu tahu sendiri kan sikap mantan kamu kayak gimana? Aku gak mau sesuatu hal terjadi nanti setelah dia tahu kita akan bertunangan."


"Ya, wanita ular itu memang sangat menyebalkan. Aku bingung harus meng-apakan dia. Dia benar benar batu dan tidak tahu malu," ucap Zayn.


"Itu mantan kamu hei. Gimana pun dia saat ini, kamu pernah bahagia loh sama dia. Udah kiss kiss-an juga. Bahkan katanya udah hampir having s*x," ucap Jenna tersenyum meskipun sebenarnya ada sedikit rasa sesak di dadanya.


"Sayang," ucap Zayn lirih namun Jenna tidak menanggapinya. Wanita itu memilih diam dan menghiraukannya kemudian membereskan alat hair dryer itu dan menyimpannya ke tempat semula.


Zayn memeluk perut Jenna. Wajahnya mengarah kesana. "Jangan marah, itu hanya masa lalu ku sayang. Sekarang kamu masa depan ku, kamu yang akan menemani ku sampai aku mati."


Tidak dapat dipungkiri memang Jenna sedikit tidak terima dengan apa yang sudah dilakukan oleh Zayn di masa lalunya. Apalagi sekarang masa lalunya kembali untuk nenghancurkan hubungannya dengan Jenna. Jika saja Zayn belum melupakan Eliza dan masih memiliki perasaan pada wanita itu, sudah pasti Jenna akan kembali menelan kekecewaan.


Jenna memang masih sering dibayang bayangi oleh kekecewaan yang ia rasakan di masa lalunya.


"Sayang," ucap Zayn. Ia semakin mengeratkan pelukannya pada pinggang Jenna seolah dia takut Jenna meninggalkannya karena masa lalunya.


"Cepetan pake celana, jangan pake baju. Aku pengen meluk kamu di tempat tidur," ucap Jenna. Zayn mengadahkan kepalanya saat mendengar ucapan Jenna. Pria itu tersenyum lebar dan melepaskan pelukannya. Ia segera pergi ke mengambil celana santainya sedangkan Jenna sudah lebih dulu ke kamar dan naik ke tempat tidur. Tak lama Zayn datang menyusulnya. Jenna langsung masuk ke dalam pelukan pria itu. Baru pukul setengah empat, masih lama rasanya untuk siap siap sekarang.


Jenna menyandarkan kepalanya pada dada bidang pria yang sekarang menjadi kekasihnya. Sangat nyaman sekali berada di pelukan Zayn.


"Kamu maafin aku kan?" Tanya Zayn.

__ADS_1


Jenna hanya diam saja. Justru ia malah memejamkan matanya seolah sangat menikmati bersandar di dada bidang ini.


"Sayang, maafin masa lalu aku," ucap Zayn.


"Aku emang kecewa sama masa lalu kamu tapi aku gak mungkin menghakimi kamu. Apapun kamu di masa lalu, aku akan tetap berusaha menerimanya, mas Zayn," ucap Jenna.


"Sayang banget deh sama kamu, bikin dedek yuk," ajaknya. Ia benar benar terbawa perasaan dengan ucapan Jenna. Sampai sampai ia ingin kembali melihat keadaan Jenna yang kacau karena dirinya diatas kasur.


"Ngawur," ucap Jenna. Wanita ini menggambar pola abstrak di dada bidang pria ini. Hingga tanpa sadar membuat Zayn memejamkan matanya, menikmati sentuhan sentuhan ini.


"Mm," gumam Zayn. Jenna membuka matanya, pria ini kenapa bergumam seperti itu? Apa karena dirinya?


"Mas?" Panggil Jenna.


"Hm?" Gumam Zayn. Jenna melirik kr arah wajah Zayn, pria ini memejamkan matanya. Jenna pun melepas pelukannya dan naik ke pangkuan Zayn. Ia mengalungkan kedua tangannya pada leher pria ini.


"Jangan sakiti aku ya?" Pinta Jenna.


"Gak akan pernah terlintas di pikiran aku untuk menyakiti wanita yang aku sayang juga cintai sayang. Aku sangat menyayangi dan mencintai kamu lebih dari yang kamu tahu. Terkecuali ketika diatas kasur dan ketika kita bermain, aku tidak bisa menjaminnya jika aku tidak akan menyakiti kamu. Kamu tahu, ketika diatas sini dan melihat kamu kelelahan serta tidak berdaya karena aku, itu benar benar membuat ku senang sayang," ucap Zayn.


Jenna mencebikan bibirnya, "Jahat. Sakit tahu."


Zayn terkekeh pelan dan menarik tekuk Jenna sehingga bibir mereka bertemu.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2