
***
Waktu sudah menunjukan pukul lima pagi namun Zayn masih terus memompa tubuh Jenna dengan gilanya. Dia dan Jenna hanya tidur sekitar satu jam, dan setelah itu Zayn kembali melakukannya. Tadi Jenna sudah menangis sesenggukan gara gara tamparan tangan dan gesper Zayn. Jenna yakin pantatnya bukan hanya merah saja saat ini tetapi sudah terluka, itu sudah pasti. Dia merasakan perih disana saat Zayn menciumnya basah.
Jenna benar benar dihabisi malam ini, Zayn sepertinya dendam karena sudah berbulan bulan Jenna tidak menggubris kemauan pria itu. Tentu saja Jenna menolaknya karena mereka belum memiliki ikatan kuat seperti pernikahan, masa iya main coblos coblos terus.
Jenna benar benar tidak memiliki tenaga lagi untuk melawan, miliknya benar benar perih karena terus dimasuki oleh Zayn. Mengingat ukuran milik pria itu yang tidak main main. Panjang sembilan belas senti dan lebar sekitar tiga jari. Tidak usah dibayangkan!
Zayn seolah tidak pernah kehabisan stok energi. Hanya tertidur sekitar satu jam dan dia kembali melakukannya. Seolah Jenna tidak mau melakukannya lagi nanti. Tapi memang iya, Jenna tidak mau melakukannya. Ini juga karena jebakan Ryan. Awas saja, Jenna pasti akan membuat perhitungan pada Ryan.
Setelah memompa cukup lama akhirnya Zayn mencapai kepuasannya sendiri. Sedangkan Jenna sudah keluar sejak tadi. Untungnya Zayn selalu memakai pengaman. Sudah hampir dua pengaman dipakai oleh Zayn, namun rasanya tidak enak. Makanya dia mengeluarkannya di dalam, miliknya itu benar benar menyemburkan banyak cairannya. Namun tenang saja, dia sudah meminta Math membawakan bajunya dan Jenna juga obat pencegah kehamilan. Sebelumnya juga Zayn sudah memberikan obat ini pada Jenna, jadi tidak mungkin mereka akan memiliki anak. Sebenarnya Zayn ingin sekali .
"Sayang, wake up," ucap Zayn.
"Ngantuk," ucap Jenna pelan. Zayn mengeluarkan miliknya yang sudah melemas. Ia juga mengusap pelan milik Jenna yang sangat becek.
"Kita bersihkan dulu tubuh kita baru tidur oke?" Ucap Zayn. Pria itu bangun dan memangku tubuh Jenna menuju ke kamar mandi. Jenna hanya diam saja, dia benar benar sudah tidak memiliki tenaga.
"Aku gak mau mandi mas, kamu aja," ucap Jenna. Ia mengeratkan pelukannya pada leher Zayn.
"Enggak sayang, milik kamu benar benar sudah banyak cairan. Berendam sebentar lalu mandi dan tidur, aku akan membereskan tempat tidur sebentar," ucap Zayn. Pria itu dengan perlahan menurunkan Jenna ke dalam air hangat bathup yang sudah penuh.
"Argh, sakit," ucap Jenna saat permukaan kulitnya terkena air. Wajar, sebagiam tubuhnya memiliki beberapa luka karena ulah Zayn.
"Maaf," ringis Zayn.
"Lain kali jangan brutal bisa? Aku kesakitan. Katanya kamu sayang sama aku, tapi kamu bikin aku kayak gini. Pembual," ucap Jenna kesal.
"Kucing tidak akan menolak ikan lezat di hadapannya sayang," ucap Zayn.
__ADS_1
"Kamu kucing garong," ucap Jenna.
Zayn terkekeh pelan kemudian mengecup bibir Jenna dan pergi dari sana. Jenna yang sejak tadi berbicara namun memejamkan matanya, kini membuka matanya saat Zayn sudah pergi dari sana. Jenna menghela nafasnya dan meraba bagian leher dan bahunya. Luka, karena terasa perih disana.
"Kalo udah main gak pernah kira kira. Berjam jam gak mau berhenti, gilanya tiap pelepasan suka gigit," ucap Jenna.
"Dasar garong. Awas aja kalo enggak nikahin gue, gue sunat sampe habis," ucap Jenna. Wanita itu buru buru membersihkan tubuhnya terutama bagian sensitifnya seperti miliknya.
"Argh, perih," erang Jenna. Ketika kedua kakinya dibuka, air bathup langsung mengenai bagian miliknya. Jenna mencengkram kuat pinggiran bathup saking sakitnya, bahkan dia mengeluarkan air matanya.
Tiba tiba Zayn datang dengan cemas dan khawatir apalagi saat melihat Jenna yang kesakitan. Bahkan wajahnya sampai memerah.
"Sayang," panggil Zayn.
"Jahat, sakit tahu gak. Gak mau tahu harus nikahin," ucap Jenna asal.
"Aku siap, mau kapan?" Tanya Zayn mantap. Ia memang benar benar sudah tidak sabar ingin segera menikah dengan Jenna agar dunia tahu jika Jenna hanya miliknya.
Nah kan, tadi saja meminta Zayn menikahinya. Giliran Zayn menjabaninya, Jenna malah beralasan. Namun Zayn harus sabar. Bagaimana pun menghadapi Jenna harus dengan kesabaran.
"Kita mandi bareng, setelah mandi kita tidur," ucap Zayn.
"Gak mau, kamu gak mungkin cuma mandi aja," ucap Jenna.
"Janji hanya mandi sayang," ucap Zayn. Jenna terdiam namun akhirnya mengangguk mengiyakan. Wanita itu pun naik ke gendongan Zayn. Zayn perlahan menurunkan Jenna saat sudah berada di bawah shower. Jenna tidak bisa berdiri normal, makanya Zayn terus memeluk tubuh wanita itu agar tubuhnya menjadi tumpuan. Ia pun menyalakan shower dan mulai mandi.
Sekitar tujuh menit berlalu, mereka selesai mandi. Jenna dan Zayn memakai bathrobe dan saat ini Zayn sedang mengeringkan rambut Jenna menggunakan shower. Jenna memeluk tubuh Zayn.
"Mas, laper," ucap Jenna.
__ADS_1
"Mau makan dulu? Aku pesenin," ucap Zayn.
"Heem pesenin mas, mau makan banyak. Laper banget abis digarap kamu," ucap Jenna. Zayn terkekeh dan mengangguk, ia menghubungi bawahannya untuk membeli makanan dan mengantarkannya ke depan kamar mereka.
"Enggak ngantuk?" Tanya Zayn.
"Ngantuk lah, tapi laper. Makanya makan dulu biar tidurnya nyenyak," ucap Jenna.
"Mau tidur disini atau pulang ke apartement? Jaraknya deket kok," ucap Zayn.
"Ale gimana?" Tanya Jenna.
"Dia sama Ryan, sayang. Kamu gak perlu mikirin dia oke. Sekarang kamu mau pulang atau disini?" Tanya Zayn.
"Pulang sih, lebih nyaman di rumah. Tapi males," ucap Jenna.
"Ya sudah sekarang kita tidur disini aja. Tapi makan dulu," ucap Zayn. Jenna mengangguk dan memangku tubuh Jenna masuk ke dalam kamar mereka lagi. Kamar itu sudah bersih kembali bahkan sangat wangi. Saat Jenna di dudukan diatas kasur, pintu kamar mereka diketuk. Ternyata makanan Jenna datang.
Jenna langsung memakannya dengan lahap seolah dia sudah tidak makan berhari hari lamanya. Tenaganya benar benar dikuras oleh Zayn. Zayn juga ikut makan dengan dengan Jenna. Mereka makan dengan santai. Saking laparnya Jenna sampai tidak sadar sudah menghabiskan nasi putih dan ayam teriyaki miliknya. Sebelum benar benar tidur, Jenna meminum susu kotak yang disediakan oleh Zayn lalu meminum air putih. Ia menggeser tubuhnya ke belakang untuk tidur, namun ia meringis kesakitan.
"Perih mas, bener bener perih," ucap Jenna.
"Sebentar," ucap Zayn. Pria itu meminum air putih dan mendekat ke arah Jenna.
"Boleh aku lihat milik kamu? Takutnya lecet. Kalo iya lecet aku pakein salep," ucap Zayn.
"Kamu gila? Gak mau, malu," ucap Jenna.
"Sama calon suami masih malu?"
__ADS_1
Tbc.