
***
Jenna tersenyum licik saat Zayn sudah tidak tahan dengan ulah tangannya di bawah sana. Sebenarnya dia sangat marah. Sangat marah sekali pada pria tua ini. Sudah tua, menyebalkan. Untungnha tajir dan juga memiliki tampang yang cukup tampan. Sayangnya Jenna mata duitan, dia tidak akan mengskip pria ini begitu saja.
Memang iya, semalaman suntuk dia overthinking tentang masa lalu pria ini. Tapi sekarang entah kenapa dia berubah pikiran. Semalam sebenarnya dia tidak langsung tidur. Tapi Jenna hanya pura pura tidur agar Zayn tidak mengganggunya. Karena bagaimana pun pria ini pasti akan memaksanya untuk kembali tidur dan istirahat. Sedangkan Jenna belum bisa tidur nyenyak sebelum mendapatkan jalan keluarnya.
Bagaimana pun dia sudah tidak suci lagi, dalam artian dia sudah tidak virgin lagi. Virginnya diambil oleh Zayn dan pria ini juga yang harus bertanggung jawab untuk hidupnya ke depannya. Karena menurut Jenna, siapa pun yang berani mengambil virgin seorang wanita, maka pria itu juga yang harus menikahinya dan menanggung hidup si wanita sampai wanita itu mati.
Artinya Jenna hanya akan bersama dengan Zayn bagaimana pun sikap pria ini padanya. Bahkan seperti apapun masa lalunya. Jenna harus menerimanya, karena selain Zayn yang bersalah dia juga bersalah disini. Ingat kejadian dulu? Jika saja Jenna berpikiran terbuka dan tidak pergi ke club mungkin dia tidak akan berakhir mengenaskan.
Tapi sudahlah, nasi sudah menjadi bubur. Jenna harus menerimanya. Pernikahannya sudah di depan mata, jadi dia harus menerima kondisi plus minusnya.
"Okey cukup balas dendamnya," ucap Zayn sembari terus menahan geramannya. Sebearnya jika tidak menahannya Zayn pasti akan mendes*h saat berucap. Namun dia sengaja menahannya. Nafsunya sudah terpancing sejak tadi. Bahkan miliknya sudah tegak berdiri. Posisinya saat ini Zayn tiduran dengan Jenna yang berada di sampingnya. Sejak tadi wanita itu sangat sangat senang sekali melihat ekspresi kesakitan sekaligus kenikmatan di wajah Zayn. Rasakan!! Itu akibatnya jika sudah nakal.
Jenna bangkit dari atas tempat tidur dan berjalan menuju lemari pakaian. Sebenarnya sampai saat ini Jenna tidak tahu dia dimana. Wanita itu tidak bertanya, Zayn juga tidak memberitahunya. Jadi ya sudah, dimana pun dia berada sekarang, Jenn yakin dia aman bersama dengan Zayn. Maksudnya tidak akan ada gangguan dari orang luar.
Zayn sendiri bernafas lega namun masih kepanasan sebab miliknya sudah menegang dan butuh pelepasan. Namun tidak memungkinkan baginya untuk meminta Jenna melayaninya. Mengingat akibat kejadian semalam hubungannya dengan Jenna sedikit renggang dan kini sudah membaik lagi. Tidak mungkin rasanya jika memaksa. Yang ada Jenna akan kembali ngambek.
__ADS_1
Zayn memejamkan matanya. Mencoba menenangkan miliknya yang berontak meminta di puaskan. Dia malas bermain solo, rasanya kurang enak saja. Berbeda ketika menghajar Jenna dengan kenikmatan, dia pasti akan keenakan.
"Kamu ngapain sayang? Kenapa tangan aku di ikat?" Tanya Zayn seraya membuka kedua matanya saat merasakan tangannya ditarik. Disana ada Jenna yang sedang mengikat tangannya menggunakan dasi. Bahkan tidak hanya satu tangannya saja, melainkan kedua tangannya di ikat oleh Jenna.
Jenna tersenyum manis dan naik ke atas temlat tidur. Wanita itu membuka kancing teratas kemejanya dan sedikit menariknya sehingga bahu putih mulusnya tereskpos. Zayn meneguk ludahnya kasar. Shitt!!! Wanitanya sangat menggoda sekali.
"Ice cream?" Tanya Zayn saat melihat tangan Jenna memegang sebuah stik berisi ice cream. Ice cream itu berwarna putih, sepertinya berperisa vanilla.
"Yah, ini ice cream. Kamu tahu aku sangat suka ice cream," ucap Jenna. Wanita itu membuka plastik ice cream itu dan memakannya. Tentunya dengan gerakan sensual bermaksud menggoda Zayn.
Jenna tahu konsekuensinya jika dia menggoda Zayn. Yang ada seharian ini dia tidak akan turun dari atas ranjang ini. Namun tekadnya sudah bulat.
Ciuman Jenna semakin turun. Bahkan wanita itu mengecup basah bagian leher, dada beserta perut milik Zayn. Zayn hanya diam menikmatinya sembari memejamkan matanya. Jenna melirik ke arah pria itu. Pria tua itu terlihat sangat menikmatinya. Padahal hanya kecupan saja.
Semakin turun, kini wajah Jenna berada diantata kedua kaki Zayn. Lebih tepatnya diantara paha atas Zayn. Jenna melihat jika milik pria ini sudah berdiri tegak namun belum keluar dari sarang penutupnya. Belum dibuka saja sudah sebesar ini, bagaimana jika dibuka. Jenna sebenarnya takut, namun dia sudah berada di jalur yang ia ambil saat ini. Jika berhenti juga rasanya percuma karena Zayn akan menerkamnya jika seperti itu keadaanya.
Jenna meneguk ludahnya kasar. Sudah pasti dia akan dimarahi Zayn nanti. Namun dia ingin menghukum batang tidak tahu diri ini. Berani sekali dia memasuki mulut Eliza. Awas saja, Jenna pastikan batang ini terluka akibat ulahnya.
__ADS_1
Jenna dengan cepat membuka resleting celana bahan yang dipakai oleh Zayn. Zayn yang sedang memejamkan matanya pun refleks membukanya dan menatap ke arah wanitanya.
"Sayang, don't," larang Zayn.
"Aku tidak akan mendengarkan ucapan mu. Jika kamu tidak setuju, pernikahan batal dan aku akan bersama pria lain," ucap Jenna mengancam.
"Jangan berani Mrs. Zayn. Jangan berpikiran seperti itu. Cepat kemari dan jangan memuaskan dia," ucap Zayn.
"I don't fuc*ing care Zayn. Aku benar benar marah dan akan membuat batang sialan ini menerima hukumannya," ucap Jenna.
Jenna benar benar sudah gelap mata sepertinya. Seduatu hal yang tidak pernah ia lakukan kini dia lakukan. Pertama kali dalam hidupnya. Dia bahkan tidak tahu caranya, tapi ya sudahlah biarkan semuanya berjalan saja. Dia akan menghukum batang ini lebih dulu sebelum dia benar benar di hukum balik oleh Zayn.
Sementara Zayn mencoba melepaskan ikatan tangannya, namun ternyata sangat sulit. Jenna mengikat simpulannya dengan simpul mati. Jelas saja tidak akan lepas jika tidak di gunting. Menariknya pun rasanya percuma, yang akan ikatan itu semakin kencang. Zayn hanya mencoba menutup kedua pahanya namun Jenna membukanya dan menahannya.
Zayn berusaha sekuat tenaga, jelas saja tenaganya bukanlah tandingan Jenna. Namun Jenna juga tidak kehabisan akal. Dia dengan cepat merem*s milik Zayn lagi sehingga kedua kaki pria ini terbuka lagi. Tak menyia nyiakan kesempatan Jenna langsung melahapnya. Sedikit jijik memang karena sebelumnya dia belum pernah melakukan hal ini. Namun demi dendamnya, Jenna rela melakukannya.
Tbc.
__ADS_1
Maap ya guys suka up malam terus gak crazy up. Aku lg sibuk bngt sama kerjaan aku di kantor. Nanti kalo udah senggang aku crazy uppp