
***
Zayn sedikit bingung dengan tingkah wanita di depannya ini. Ia seperti sedang mengamati sesuatu. Mulutnya sejak tadi bergumam tidak jelas. Bahkan Zayn yang berada dekat dengannya tidak bisa mendengarnya dengan jelas.
Zayn yang penasaran pun mengikuti arah pandangan Jenna. Apa mungkin wanita ini sedang menatap ke arah depan sana? Seorang wanita yang sedang belanja pakaian dengan ditemani seorang pria paruh baya. Zayn mengenal pria itu. Dia adalah karyawannya.
"Apa kamu mengenal wanita itu?" Tanya Zayn.
Jenna menganggukan kepalanya, "Dia adik sepupu saya om. Tapi saya tidak mengganggapnya seperti itu."
"Oh ya? Kenapa?" Tanya Zayn.
"Dia ngamar sama mantan saya, si Mario itu. Yang tadi ketemu juga sama om di taman," ucap Jenna. Zayn hanya mengangguk sekilas.
"Dia mau ya sama pria itu? Padahal pria itu sudah memiliki istri dan lima orang anak," ucap Zayn membuat Jenna tersedak minumannya.
Zayn pun menolehkan pandangannya ke arah Jenna saat wanita kecil di sampingnya ini terbatuk batuk. Zayn mengangkat tangannya dan menempul nepuk pelan punggung wanita ini.
"Pelan pelan, makanya jangan rakus," ucap Zayn.
"Om kenal pria yang lagi sama Yura?" Tanya Jenna.
Zayn menganggukan kepalanya, "Dia karyawan saya. Jelas saya mengenalnya."
Jenna bergidik ngeri. Selera Yura benar benar rendahan. Kemarin Mario sekarang om om beristri anak lima nanti siapa lagi?
Jenna benar benar tidak bisa berword word lagi dengan kelakuan Yura. Kelihatannya saja wanita itu pendiam dan kalem. Tahunya sifat aslinya sangat busuk.
"Mama," gumam Zayn. Jenna menolehkan kepalanya saat mendengar Zayn menggumamkan sesuatu.
"Mama? Mama siapa om? Mama kamu?" Tanya Jenna.
__ADS_1
"Iya. Itu mama dan papa saya, ayo saya kenalkan kamu dengan mereka," ucap Zayn. Pria itu menarik tangan Jenna untuk menghampiri papa dan mamanya. Kebetulan sekali.
"Eeh, eh, om, apaan sih? Gak mau Jenna. Lepasin om," ucap Jenna. Ia saling tarik menarik dengan Zayn.
"Kamu kan pacar saya, sudah seharusnya kamu menyapa orang tua saya Jennaira," ucap Zayn.
"Enggak mau om. Lagian kita gak pacaran dan gak punya hubungan apapun. Gak usah ngadi ngadi deh om," ucap Jenna.
"Kamu yang mengada ada. Jelas jelas kita sudah melakukan itu masih saja kamu menyangkalnya," ucap Zayn.
Jenna sungguh ingin kabur saat ini juga. Ia tidak mau bertemu dengan orang tua Zayn. Karena jika iya Jenna bertemu, maka sudah bisa dipastikan jika papinya juga akan mengetahui hubungan yang dipaksa oleh Zayn ini.
Jenna terus tarik ulur dengan Zayn sembari otaknya berpikir keras bagaimana caranya menghindar dari pria ini.
"Om, lihat itu siapa di belakang om," ucap Jenna. Zayn yang sangat percaya dengan wanita ini pun langsung menolehkan kepalanya ke belakang. Dan kesempatan itu tidak disia-siakan oleh Jenna. Dia melepas tangan Zayn dan berlari sekencang mungkin agar bisa kabur. Sedangkan Zayn melotot tak percaya. Jenna ternyata membohonginya.
Saat Zayn akan mengejar Jenna, tiba tiba mamanya memanggilnya.
"Kamu disini juga? Tumben," ucap Lita, mama Zayn.
"Kok lari sih, tapi ngomong ngomong cewek ya? Soalnya tadi mama lihat kamu sama dia lagi jalan bareng. Mana gandengan lagi," ucap Lita menggoda anaknya.
"Mama," ucap Zayn.
"Jika benar dia calon istri kamu, kamu harus cepat cepat bawa dia ke rumah. Perkenalkan dia secara resmi kepada kami," ucap Lita.
"Iya nanti. Zayn harus kejar dia dulu, dia udah gede tapi kayak anak kecil. Kalo ilang Zayn juga yang repot. Duluan ya ma, pa," ucap Zayn. Dia pun pergi mencari keberadaan Jenna. Entah dimana dia berada. Zayn cukup kesusahan juga karena mall ini cukup besar.
"Anak kamu itu ma, aneh aneh aja," ucap Rendra, papa Zayn.
"Sebelas dua belas sama kamu pah. Udah ah, ayo kita keliling lagi. Jarang jarang papa mau nemenin mama belanja," ucap Lita.
__ADS_1
"Iya mama," ucap Rendra pasrah.
Sementara itu Jenna bisa bernafas lega karena akhirnya ia terlepas dari om om tampan berduit itu. Jenna tidak tahu kemana ia melangkah, ia hanya mengikuti keinginan kakinya saja. Jenna juga sudah menghabiskan minumannya tadi dan sudah membuang bekas minumannya.
Jenna berjalan ke parkiran, padahal ia tidak membawa mobil namun kakinya bergerak kesana. Tiba tiba ia mendengar suara seorang wanita yang sengaja dibuat manja. Jenna yang penasaran pun mengikuti arah suara itu. Semakin lama semakin dekat. Jenna celingukan mencarinya hingga saat dirinya membalikan badannya, matanya melotot sempurna melihat siapa yang ada di belakangnya.
Jenna buru buru bersembunyi dibalik dinding yang menjadi penyangga bassment parkiran. Jenna menutup mulutnya tidak percaya. Itu Yura dan pria hidung belang tadi.
Mereka sedang berciuman di dekat ruko kosong yang didepannya terdapat meja. Yura duduk diatasnya dengan manja. Wanita itu bahkan lebih agresif mencium pria hidung belang itu.
Tiba tiba ada seseorang yang menepuk bahu Jenna membuat Jenna berjingrak kaget dan membalikan tubuhnya ke belakang. Disana ada Zayn, pria yang sejak tadi mencarinya.
"Kamu kemana saja? Saya-,"
"Stttt, jangan berisik om," ucap Jenna. Tangannya terangkat untuk menutup mulut pria di depannya. Bahkan Jenna juga sedikit menarik pria ini. Takutnya ketahuan oleh Yura. Jenna tidak menyadari jika posisi mereka saat ini sangat dekat sekali. Bahkan Zayn bisa merasakan kedua squishy Jenna yang menempel pada dadanya.
Setelah dirasa pria ini diam Jenna pun melepaskan tangannya dari mulut pria ini. Ia mengeluarkan ponselnya dan memotret Yura beberapa kali. Zayn sendiri hanya diam melihat aksi wanita ini.
"Kenapa kamu mengambil foto mereka?" Tabya Zayn.
"Buat jaga jaga om. Papanya si Yura itu gak suka sama aku. Jadi selama ini dia selalu cari celah buat bikin reputasi aku hancur," ucap Jenna. Zayn hanya mengangguk sekilas dan tidak bertanya lagi.
Jenna sudah selesai memotretnya. Wanita itu pun diam diam menarik Zayn untuk pergi dari sana menuju ke mobil mereka. Namun saat Jenna akan masuk ke dalama mobil, Zayn menahannya.
"Kenapa lagi? Ayo pulang," ucap Jenna.
"Sangat menyayangkan bukan jika kita tidak melakukan adegan seperti mereka tadi?" Tanya Zayn. Saat ini posisi pria itu berada di depan Jenna. Bahkan Zayn dengan sengaja berjalan maju agar tubuhnya lebih merapat dengan Jenna.
"Gak usah ngadi ngadi deh om," ucap Jenna, ia melirik ke arah lain karena tidak ingin bertatapan dengan Zayn. Hingga matanya melihat jika Yura sedang berjalan ke arahnya. Wanita itu mau apa?!
Jenna harus sembunyi tapi dimana. Tidak ada pilihan lain selain menarik tekuk pria ini.
__ADS_1
Tbc.
Komen guys komen๐๐