One Night With Mr. Z

One Night With Mr. Z
115. Tertembak


__ADS_3

***


Beberapa bodyguard langsung turun tangan dan meringkus orang yang menembakan senjata api itu. Orang itu sudah di amankan. Sedangkan Zayn mencoba membawa Jenna pergi dari sana dengan menggendongnya. Zayn membawa Jenna masuk ke dalam hotel itu.


Zayn mendudukan Jenna di sofa yang berada di dekat receptionist. Tubuh wanita itu bergetar, Jenna sepertinya sangat ketakutan. Tiba tiba ada Ale dan Ryan.


"JENNA, TANGAN LO," pekik Ale saat ia mendekat ke arah Jenna. Zayn yang berada di dekat Jenna pun langsung melihat ke arah tangan wanita itu. Darah segar mengalir dari sana.


"Shitt, MATH, SIAPKAN MOBIL, KITA KE RUMAH SAKIT SEKARANG," teriak Zayn.


"Kelamaan, mobil gue di luar bassement. Cepet gendong dia," ucap Ryan. Zayn langsung menggendong wanitanya menuju ke mobil Ryan. Untungnya ada Ryan dan Ale disini.


Zayn tidak menyadari jika wanitanya tertembak. Ia tadi hanya mendengar Jenna berbicara 'om ada darah' dan setelah itu ia tidak kembali fokus pada hal yang dimaksud Jenna karena ia merasa keder. Mendengar suara tembakan api ditambah dengan kalang kabutnya orang orang berlari, tentu saja yang ada di pikiran Zayn adalah Jenna. Ia langsung membawa Jenna pergi dari sana tanpa mengecek keadaan tubuh wanitanya.


Zayn perlahan memasukan Jenna ke dalam mobil Ryan. Ia meminta pada Ale untuk memberikannya tissue yang ada di dashboard mobil. Zayn langsung menutup aliran darah yang keluar. Sementara Jenna hanya diam. Ia benar benar speechless.


"Sayang, bertahan lah. Aku mohon," ucap Zayn.


"S-sak-it o-om," ucap Jenna terbata. Nafas wanita itu tersenggal senggal.


Lihat lah, gaun putih bersih yang dipakai oleh Jenna kini sudah berubah menjadi merah seperti merah darah di bagian paha kirinya. Entah mengapa darah ini tidak mau berhenti keluar.

__ADS_1


"Percepat laju mobil mu Yan, wanita ku kesakitan," ucap Zayn. Ryan mengangguk. Ia benar benar berusaha melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Ale yang ikut dan duduk di kursi depan sangat takut sekali saat Ryan mengendarai mobilnya seperti orang kesetanan. Untungnya Ryan memiliki keahlian di bidang mobil. Dulu ia sering ikut balap, jadi ia sudah sangat mahir mengendarai mobil ini.


Tak butuh waktu lama, mobil yang dikendarai oleh Ryan sudah sampai di rumah sakit. Zayn langsung keluar dan memangku Jenna masuk ke dalam rumah sakit. Ia bahkan tidak peduli pada kemejanya yang sudah terkena darah dari tangan Jenna. Tampilan wanita itu sangat pucat. Mungkin karena terlalu banyak mengeluarkan darah. Saat di mobil tadi, Zayn melepaskan jasnya dan memakaikannya pada Jenna.


"Dokter, tolong," teriak Zayn.


"Dokter!!"


Dua orang suster datang dan menunjukan ruangan untuk Jenna. Zayn langsung membawanya masuk ke dalam ruangan UGD. Suster meminta Zayn untuk keluar dulu karena Jenna perlu di urus. Zayn pun menurut. Ia tidak banyak protes seperti biasanya.


Pria itu mendudukan bokongnya diatas kursi. Tubuhnya benar benar lemas. Ia sudah teledor karena tidak memperketat penjagaan. Bahaya bisa datang kapan saja dan bahaya itu datang hari ini. Zayn kira hari ini akan menjadi hari yang membahagiakan untuknya dan untuk Jenna. Ia bahkan sudah menyusun rencana stay cation dengan Jenna, namun ternyata kemalangan diterima oleh wanitanya.


Ale dan Ryan juga ada disana. Mereka sama sama diam. Mereka y terkejut. Niat awalnya Ale datang kesini karena untuk memberikan selamat pada Jenna atas keberhasilannya dalam proyek pembangunan hotel. Ia berangkat bersama dengan Ryan karena pria ini terus menempel padanya. Alhasil Ale dan Ryan pun berangkat bersama ke Bali.


"Tuan," ucap Math. Ia baru saja tiba setelah mengejar mobil yang membawa tuan dan nona-nya pergi.


"Pelaku sudah saya amankan namun dia tidak mau mengaku, saat saya memaksanya tiba tiba muncul buih buih putih dari mulutnya. Pria itu keracunan karena meminum sebuah pil," ucap Math.


"Bajing*n! Aku tidak mau tahu kau harus cari tahu siapa dia. Aku tidak akan segan segan untuk membunuh semua keluarganya karena dia sudah berani melukai wanita ku," ucap Zayn.


"Baik tuan. Saya permisi dulu," ucap Math. Zayn tidak mengangguk, namun Math tetap pergi. Ia harus mengusut kejadian ini sampai tuntas. Apalagi di luar rumah sakit ada beberapa wartawan yang akan masuk untuk meliput kejadian disini. Untungnya dengan cepat Math meminta beberapa bodyguard untuk datang kesini dan menghadang mereka.

__ADS_1


Ryan duduk di sebelah Zayn. Pria itu menepuk nepuk pelan bahu temannya itu. Ryan tahu, Zayn sangat mencintai Jenna. Jelas saja jika dia akan marah saat ini. Pria mana yang tidak akan tega ketika melihat pujaan hati terluka seperti itu.


"Gue bantu cari tahu orang yang udah celakain wanita lo. Lo tenang aja," ucap Ryan.


"Ini baru pertama kali terjadi Yan. Sebelumnya gak pernah ada kejadian kayak gini," ucap Zayn.


"Mungkin orang itu sudah menargetkan Jenna sejak awal. Makanya tembakan itu mengenai dia. Gue yakin kalo yang dia inginkan itu nembak ke jantung Jenna, namun untungnya pelurunya meleset ke tangannya.


"Gue juga gak jaga jaga disana. Tadi gue ngira gak bakalan ada apa apa. Makanya gue renggangin penjagaan, tahunya gue lengah dan Jenna jadi korban," ucap Zayn.


Ryan tidak mengatakan apa apa lagi. Ia juga bingung kenapa bisa hal ini terjadi. Selama berteman dengan Zayn, tidak pernah ada yang berani melakukan hal ini kepada Zayn. Namun setelah bersama dengan Jenna, kejadian seperti ini terjadi. Ryan yakin jika sasarannya bukan lah Zayn melainkan Jenna.


Ryan menarik Ale dan memeluk wanita itu. Ryan yakin jika Ale juga terkejut karena kejadian ini. Jenna adalah sahabat terdekatnya, sudah pasti ia juga ikut terguncang karena hal ini.


"Jenna bakalan baik baik aja kan?" Tanya Ale.


"Dia wanita kuat, sama seperti apa yang sering kamu ceritakan. Aku yakin Jenna akan baik baik saja," ucap Ryan. Ia berusaha menenangkan Ale di dalam pelukannya.


"Zayn, berita ini pasti udah naik ke publik," ucap Ryan.


"Itu udah pasti. Secara wartawan lagi ngeliput gue sama Jenna pas orang yang nembak itu narik pelatuk pistolnya," ucap Zayn.

__ADS_1


"Mungkin dari sana kita bisa tahu siapa orangnya," ucap Ale.


Tbc.


__ADS_2