
***
Pagi hari yang indah dan cerah pun telah menyapa. Di sebuah bangunan serba putih yang memiliki beberapa lantai ke atas, Jenna dan Zayn sedang bersiap. Mereka rencananya akan pulang hari ini. Karena sejak semalam Jenna sudah merengek minta pulang. Tidak ada pilihan lain selain menuruti kemauan Jenna.
Semalam Zayn sudah berjanji jika mereka akan pulang besok paginya. Jenna tentu saja semangat untuk pulang, namun sebelum pulang dokter memeriksanya lagi. Memang benar, kondisi Jenna sudah lebih stabil dari pada sebelumnya. Hanya lukanya saja yang belum sepenuhnya sembuh. Tetapi luka luka itu sudah kering.
Zayn merangkul pinggang Jenna dan membawanya berjalan keluar rumah sakit. Barang bawaan mereka dibawa oleh bodyguard yang mengikuti mereka dari belakang. Tadinya Zayn ingin menggendong tubuh Jenna, namun Jenna menolaknya. Ya sudah, Zayn hanya bisa menurutinya.
Jenna tersenyum senang, akhirnya dia bisa keluar dari dalam gedung serba putih ini. Jenna sudah memang sangat tidak menyukai rumah sakit. Selain karena cukup ngeri, dia juga tidak suka dengan bau obat obatan khas rumah sakit ini. Memang tidak menyengat, namun tetap saja baunya tidak enak.
"Kita pulang ke rumah atau apartement?" Tanya Zayn.
"Apartement aja, mami sama papi hari ini ada perjalanan bisnis ke Bangkok. Jenna udah ijin pulang ke apart kok mas," ucap Jenna. Wanita itu masuk ke dalam mobil dibantu Zayn. Zayn juga ikut masuk setelah Jenna masuk.
"Oke, sekalian aku mau tidur lagi sama kamu. Rasanya masih ngantuk banget yang," ucap Zayn.
"Loh, kok gitu. Emang kamu gak ke kantor?" Tanya Jenna.
"Aku bosnya. Aku punya banyak karyawan, mereka bekerja untuk aku dan aku menggaji mereka. Sudah tugas mereka bukan untuk melakukan pekerjaannya karena aku menggaji mereka?" Tanya Zayn.
"Ya iya sih mas, tapi kan kamu bosnya. Masa iya gak masuk ke kantor. Gimana kalo mereka mempertanyakan kamu, setelah kamu sama aku, kamu pasti banyak absennya," ucap Jenna. Ia hanya khawatir para karyawan julid yang akan terus menyerangnya. Jenna memang sudah terbiasa dengan hal itu, namun tetap saja dia tidak suka mendengarnya.
"Kamu jangan terlalu memikirkan hal itu sayang. Biarkan mereka bicara bebas, apapun yang mereka ingin bicarakan. Tugas kita ya tidak perlu mempedulikannya. Mereka hanya bisa mengkritik tanpa bertanya kenapa kita seperti itu. Lagian, hal seperti itu memang sudah menjadi hal lumrah di dunia perkantoran," ucap Zayn.
Benar. Gibah di kantor disaat sela sela jam istirahat memang selalu terjadi. Tak jarang Zayn juga mendengar gibahan para karyawannya yang selalu mencari dan menceritakan kejelekan orang lain. Zayn tentu saja merasa aneh, kenapa mereka sampai membicarakan hal itu padahal itu bukan hidup mereka. Manusia manusia seperti itu memang sangat kurang kerjaan sekali.
__ADS_1
"Jenna cuma takut kamu jadi bahan pembicaraan mereka. Apalagi jika mereka mengait ngaitkan kejadian kamu jarang ke kantor setelah sama aku mas," ucap Jenna.
"Aku paham ketakutan kamu sayang. Tapi jangan terlalu memikirkannya. Aku gak mau kamu stress sampai sakit, kamu baru keluar loh dari rumah sakit. Apa iya kamu sakit lagi?" Ucap Zayn.
"Ya udah iya, Jenna gak mau mikirin itu lagi," ucap Jenna.
Zayn senang pada sikap Jenna yang selalu mudah menurutinya. Inilah salah satu hal yang Zayn suka bahkan sampai mengklaim Jenna saat itu. Namun kali ini tidak perlu lagi karena Jenna sudah menjadi miliknya. Terhitung tinggal dua delapan belas hari lagi mereka akan melangsungkan pernikahan. Sejauh ini memang tidak ada kabar miring yang memberitakan Jenna hamil diluar nikah karena jeda tunangan dan pernikahan cukup dekat. Namun hal seperti itu tidak hanya terjadi pada pasangan Jenna dan Zayn saja. Bahkan orang lain juga banyak.
Mobil terus melaju menuju ke apartement yang menjadi tempat tinggal Jenna dan Zayn. Sekitar beberapa meter lagi mereka akan sampai disana.
"Mas," panggil Jenna.
"Kenapa sayang?" Tanya Zayn.
"Itu gedung apartement milik ku sayang. Itu salah satu properti ku," ucap Zayn.
"I now. Tapi apa kamu sudah tinggal disana sejak lama? Kenapa aku tidak pernah melihat kamu?" Tanya Jenna.
"Sudah lama sayang. Aku selalu memiliki ruangan ku sendiri di setiap gedung milik ku. Selain jika nantinya aku kelelahan dan menginap disana, itu juga aku jadikan sebagai tempat ku bekerja. Aku jarang bekerja di ruangan kerja melainkan lebih banyak bekerja di ruangan privat ku," ucap Zayn.
"Workholic?" Tanya Jenna.
"Anggaplah seperti itu. Aku bekerja keras agar aku bisa menjadi seperti sekarang. Aku tahu, aku memang terlahir dari keluarga yang mampu dan mapan. Tapi aku ingin bekerja keras sendiri agar orang lain tahu jika aku juga punya skill," ucap Zayn.
"Pantas saja aku jarang melihat kamu di gedung itu. Dan aku juga tidak melihat orang lain selain aku disana. Ternyata gedung itu milik kamu," ucap Jenna.
__ADS_1
"Tapi kenapa kamu berikan itu pada ku?" Sambung Jenna.
"Aku sudah lama melihat kamu dan mengetahui siapa kamu. Beberapa kali sebelum accident itu terjadi, kita sudah bertemu tapi mungkin kamu tidak mengingatnya sayang," ucap Zayn.
What? Bertemu? Kapan?!!
"Aku sengaja memberikan salah satu unit apartement ku pada kamu, hanya kamu. Karena aku sudah tertarik kepada mu sejak lama. Namun aku tidak cukup berani mendekati mu, kamu terlalu cuek saat itu ditambah kamu juga memiliki mantan kamu yang tidak berguna itu," ucap Zayn.
"Kamu penguntit?" Tanya Jenna.
"Bukan," ucap Zayn.
"Tapi bawahan ku yang mengikuti kamu dan menjaga kamu," ucap Zayn.
"Apa bedanya!" Ucap Jenna galak. Zayn terkekeh pelan mendengarnya. Jenna memang sangat galak, tapi hanya diwaktu tertentu saja. Untuk saat ini, wajar saja jika Jenna galak karena Zayn yang nakal. Nakal karena sudah mengikuti kemana pun Jenna pergi sejak lama.
"So, jangan coba coba untuk pergi dari hidup ku. Kamu hanya milik ku sayang," ucap Zayn.
"Iya iya, kamu gak perlu ngeklaim lagi aku udah jadi milik kamu setengahnya. Sisanya nanti setelah pernikahan," ucap Jenna.
"Iya benar, aku sampai tidak sabar untuk benar benar memiliki kamu sayang," ucap Zayn.
Jenna hanya tersenyum dan memeluk lengan Zayn. Dengan nyamannya Jenna bersandar pada bahu tangan kanan Zayn. Tempat ternyaman untuk Jenna. Sedangkan Zayn mengecup pelan kepala Jenna. Dia sangat menyayangi wanita ini. Dia bahkan sudah bersumpah tidak akan melepaskan Jenna sampai kapan pun. Bahkan Zayn tidak akan melewatkan satu malam untuk tidak melakuksn aktivitas bergairahnya dengan Jenna setelah menikah nanti.
Tbc.
__ADS_1