One Night With Mr. Z

One Night With Mr. Z
13. Harga Diri Lebih Penting


__ADS_3

***


Zayn duduk dengan santainya menonton Jenna yang sedang nangis nangis bombay. Bahkan sejak tadi wanita itu terus saja mengumpati namanya. Wanita itu tidak berpindah posisi sama sekali. Ia tetap tengkurap sembari menenggelamkan wajahnya pada bantal guling miliknya.


Lama lama Zayn pusing juga mendengar tangisan wanita itu. Pria itu pun bangkit dan berjalan ke atas kasur. Ia duduk disana dan merebahkan tubuhnya disamping Jenna.


Jenna yang sedang menangis pun mendadak berhenti saat merasakan kasurnya bergerak. Jenna menghapus air matanya dan duduk diatas kasurnya. Ia melirik ke sampingnya, disana sudah ada pria itu lagi.


"S-sejak k-ka-pan anda di-sini?" Tanya Jenna. Ia terkejut tentu saja. Bagaimana tidak, kenapa tiba tiba pria ini sudah tiduran saja diatas kasurnya?


Pria ini bisa saja mengikutinya tadi tapi bagaimana caranya pria ini masuk ke dalam unitnya? Unitnya sudah ia kunci tadi dan hanya bisa terbuka jika Jenna menempelkan sidik jarinya atau memasukan sandi.


"Hal sekecil ini saja dengan mudah aku lakukan. Bahkan menyebar video itu," ucap Zayn.


Lagi lagi video terkutuk itu. Jenna menghapus air matanya yang terus saja keluar. Ia pun bergerak mencari ponsel pria itu tanpa tahu malu. Toh dirinya sudah tidak memiliki harga diri lagi di depan pria ini.


Sedangkan Zayn hanya diam saja. Ia tidak peduli dengan apa yang sedang dilakukan wanita ini. Ia cukup nyaman berada diatas kasur wanita ini. Apalagi wangi menenangkan dari aromatherapy membuat perasaannya semakin lega.


Jenna mendapatkan ponsel Zayn dan langsung mencari video itu. Dalam satu kali tekan, ia sudah menghapus video itu dan sudah tidak ada lagi di galery pria ini.


"Saya sudah menghapusnya. Maaf lancang, tapi anda sendiri yang membuat saya seperti ini," ucap Jenna. Ia menyimpan ponsel pria itu di sampingnya.


"Hmm." Pria itu hanya bergumam saja membuat Jenna merasa aneh.


"Om, bisa keluar dari kamar Jenna? Kita udah gak ada hubungan apapun lagi, semuanya udah impas," ucap Jenna. Sebenarnya ia ingin berkata kasar pada pria ini namun pria ini lebih tua darinya. Orang tuanya mengajarkan untuk selalu menghormati orang yang lebih tua darinya.

__ADS_1


"Kamu mau impas dengan saya?" Tanya Zayn.


"Iya. Kita udah impas om. Saya hapus video itu dan saya anggap ciuman tadi tidak pernah terjadi. Impas kan?" Ucap Jenna.


"Belum. Saya bahkan memiliki banyak duplikat video iti di laptop saya," ucap Zayn.


Jederrr!


Tubuh Jenna terasa disampar petir. Ia kira video tadi tidak di duplikat oleh pria ini tahunya...


"MAU LO APA SIH OM? DARI TADI GUE UDAH BAIK BAIK NGOMONG SAMA LO TAPI LO NYA MALAH NGESELIN DAN GAK TAHU DIRI," teriak Jenna. Ia sudah tidak bisa menahan emosinya lagi. Rasa kesal dan amarah yang sejak tadi ia tahan pun meluap.


Zayn membuka matanya dan melirik ke arah Jenna. "Apa kamu pikir saya terima dijadikan pelampian oleh kamu malam itu? Jangan kamu pikir saya tidak tahu apa yang terjadi dengan kamu Jennaira. Malam itu kamu sengaja ke club untuk melampiaskan kekecewaan kamu karena perselingkuhan mantan pacar kamu kan?"


"Bahkan malam dimana kita melakukan itu, kamu bilang pada saya ingin melupakan kedua bajing*n itu. Dan kamu mengancam saya ketika saya banyak bertanya jika kamu akan mencari pria lain untuk membantu kamu. Saya tahu malam itu kamu tidak sepenuhnya mabuk, tapi karena minuman itu memiliki kadar alkohol yang tinggi sudah pasti badan kamu akan kepanasan dan menginginkan pelepasan," jelas Zayn. Pria itu bangkit dan menatap Jenna dengan jarak yang cukup dekat.


"Saya tahu kamu kecewa dengan pria yang menjadi mantan pacar kamu itu, kamu juga baru saja patah hati. Tapi apakah sebuah kesalahan jika saya meminta kamu menjadi kekasih saya? Saya hanya ingin meminta pertanggung jawaba kamu dan saya juga ingin bertanggung jawab karena tindakan saya yang tidak bisa menolak kamu. Saat malam itu, samar samar saya mengingat ngingat tentang kamu. Dan setelah saya mencari tahu, ternyata kamu anak dari teman dekat papa saya. Kamu bayangkan sendiri jika kamu tidur dengan pria hidung belang atau pria yang tidak memiliki tanggung jawab, akan seperti apa kamu ke depannya? Cepat atau lambat semua ini akan diketahui papa saya dan papi kamu. Saya hanya ingin menyelamatkan kamu juga menyelamatkan diri saya," jelas Zayn panjang lebar.


Lagi dan lagi Jenna terdiam. Ia tidak tahu harus berkata dan bertindak apa setelah mendengar ucapan panjang pria ini.


"Om," panggil Jenna. Ia kembali menangis. Ia tidak tahu kenapa kata kata pria ini cukup menyentuhnya.


"Jangan menangis," ucap Zayn.


"Tapi saya gak bisa pacaran apalagi nikah sama om. Saya gak mau," ucap Jenna.

__ADS_1


"Semakin kamu menolak, semakin saya akan gencar memaksa kamu. Saya tidak akan pernah menyerah untuk mendapatkan apa yang saya inginkan. Dan menurut saya, mendapatkan kamu cukup mudah meskipun harus dengan paksaan dan membutuhkan beberapa waktu," ucap Zayn. Ia mengangkat tangannya dan menghapus jejak air mata di mata Jenna.


"Saya tidak pernah main main dengan ucapan saya dan selama ini baru kamu wanita yang saya inginkan. Saya akan memberikan kamu waktu untuk berpikir. Ini terlalu cepat dan kamu membutuhkan waktu. Saya pergi dulu," sambungnya. Ia pun mengecup kening Jenna dan pergi dari sana.


Jenna menatap kepergian om om tampan itu. Kemudian menjatuhkan tubuhnya ke atas kasur.ia tidur terlentang.


"Gak boleh mleyot cuma karena digituan doang Jen. Lo kan SWAG," erangnya.


"Dia ganteng, tajir juga. Paket komplit. Tapi kenapa buru buru. Kan gue juga harus jual mahal dulu sama dia meskipun udah nganu juga sama dia," ucap Jenna.


Speechless.


Ternyata Jenna sengaja menolak karena harga dirinya? Tentu saja. Harga diri Jenna itu sangat tinggi. Ia pura pura akan bunuh diri juga tadi agar lebih mendramatis.


"Gila kali tuh om om, dipikir gue mau bunuh diri beneran? Yakali anjir. Sayang nyawa gue dibanding video itu," ucap Jenna.


"Tapi kalo ketahuan papi gimana? Gue udah di coblos sebeluh ijab?" Gumamnya.


Memikirkan ini semua membuat kepalanya cenat cenut seperti lirik lagu Smash. Lebih baik ia tidur. Semoga saja om om tampan itu tidak benar benar memposting video tak senonoh dirinya ketika berada di kamar club kemarin.


"Ah tahu ah pusing," teriaknya. Ia pun kembali tidur tengkurap dan menyingkirkan bantalnya. Harum maskulin masuk ke lubang hidungnya saat wajahnya menempel pada kasur yang ditiduri om om tadi.


Tbc.


Jena so jual mahal🤢👍

__ADS_1


__ADS_2