
***
Jenna terkulai lemas setelah mendapatkan beberapa pelepasan lagi. Namun dibawah sana Zayn masih aktif memaju mundurkan miliknya dengan ritme yang pelan. Wajar saja, sebab dia juga baru keluar. Zayn sengaja melakukan gerakan seperti itu karena memang ingin membuat semua cairannya masuk ke dalam rahim Jenna. Meskipun tetap ada yang keluar juga, karena saling banyaknya.
Zayn terus menyunggingkan senyumnya saat melihat raut wajah Jenna yang memerah. Entah karena malu atau karena apa Zayn tidak tahu. Dia tidak bertanya karena dia juga kelelahan. Setelah beberapa kali mendorong miliknya pada lubang kenikmatan itu, Zayn pun ambruk di samping Jenaa. Pria itu menarik Jenna ke dalam pelukannya.
"Aku gak mau hamil sekarang," bisik Jenna.
"Kenapa?" Tanya Zayn.
"Kita belum nikah, aku belum puas main sama kamu," ucap Jenna.
"Kamu pasang obat pencegah kehamilan kan? Mana mungkin akan hamil," ucap Zayn.
"Aku masih perlu obat mas, tolong ambilin di tas aku," ucap Jenna.
"Boleh gak kalo gak makan obat itu?" Tanya Zayn. Jujur dari dalam lubuk hatinya yang paling dalam dia sangat tidak rela Jenna memakan obat sialan itu. Namun dia juga sudah berjanji akan menghargai apapun keputusan dan keinginan Jenna.
"Gak bisa. Kamu udah janji kan mau nurutin maunya aku apa? Aku mohon," ucap Jenna.
Zayn terdiam beberapa saat lalu bangkit dari sana dan mengambil obat tersebut. Ternyata obat itu dimasukan ke dalam kotak kecil yang bertuliskan vitamin. Awalnya Zayn kira itu memang vitamin, namun ternyata itu adalah obat pencegah kehamilan.
Zayn memberikannya pada Jenna. Jenna langsung meminumnya dan tertidur lagi. Sepertinya wanitanya benar benar kelelahan akibat ulahnya.
"Sini mas," ucap Jenna.
"Gak mau," ucap Zayn.
__ADS_1
"Mas, aku marah nih," ancam Jenna.
"Becanda sayang," ucap Zayn.
Entah kenapa ada sedikit perasaan tidak rela bersarang di hati Zayn saat melihat Jenna meminum obat sialan itu. Namun dia juga tidak bisa melarangnya sebab dia juga sudah berjanji akan menghargai keputusan Jenna. Apapun itu.
Zayn kembali memeluk Jenna. Keduanya masih sama sama dalam keadaan shirtless tanpa sehelai benang pun. Jenna terlihat sudah masuk ke alam mimpi sedangkan Zayn masih membuka matanya. Dia mengelus pelan kepala Jenna. Rambut wanita ini sudah acak acakan sekali. Ini adalah ulah Zayn. Saat mereka melakukan ***** *****, Zayn menarik rambut Jenna tanpa belas kasihan. Rambut yang selalu Jenna jaga agar tidak rontok dan rusak, malah hancur di tangan Zayn.
"Maafin keganasan aku," bisik Zayn. Tangannya mengusap pelan bekas kissm*rk yang ada di leher Jenna. Sangat banyak, sepertinya juga tidak akan hilang dalam waktu dua hari.
"Aku sangat ingin mengganti obat sialan itu dengan obat penyubur rahim. Tapi, pertemuan kita dimulai dengan tidak baik. Jadi aku berpikir untuk memenuhi apapun keinginan kamu saat ini, maafin aku yang selalu maksa. Maafin aku juga, di awal pertemuan kita, aku malah memanfaatkan keadaan dan malah merenggut kesucian kamu. Menyesal namun lebih besar lagi rasa bangga dan bahagia. Sebab dengan accident itu, aku bisa memiliki kamu," ucap Zayn tersenyum. Pria itu mengecup pelan kening Jenna kemudian merebahkan kepalanya dan menyusul Jenna ke alam mimpi.
"Sleep well my fiance. I love you," bisik Zayn.
***
Ryan tersenyum senang, akhirnya dia bisa tinggal di rumah Ale meskipun dengan kamar terpisah. Tak apa yang penting dia bisa mendekatkan diri dengan keluarga wanita ini. Dia mendapatkan ijin tinggal karena kedua orang tua Ale.
ART sedang pulang kampung, semuanya. Alhasil hanya Ale dan Ryan saja di rumah ini. Ale sejak tadi sudah berdoa agar Ryan tidak memanfaatkan keadaan. Ia takut jika pria ini kembali gila dan memaksanya untuk melakukan hubungan itu lagi. Bisa bisa dia hamil dan pernikahan pun terjadi.
Pernikahan keduanya masih belum diputuskan, karena Ale memang tidak mau terburu buru. Meskipun janji awal pernikahan mereka setelah selesai acara tunangan Jenna dan Zayn, namun Ale belum mengatakan apapun. Karena dia masih enggan untuk menikah.
Ale baru selesai mandi dan hanya menggunakan bathrobe saja. Dia keluar dari dalam kamar mandi dan berjalan ke depan cermin hiasnya yang berada di dalam walk in closetnya.
Ale menatap wajahnya. Untungnya tidak kembali break out karena dia jarang memakai skincare malam, selain karena malas dia juga suka lupa. Lupa untuk melakukan treatment malam pada wajahnya.
"Males banget skincare-an," gumam Ale.
__ADS_1
Wanita itu pun benar benar tidak memakai skincare karena malas. Dia pun kembali bangun dan berjalan ke lemari untuk mengambil pakaian tidur. Ale membuka lemarinya dan memilih milih pakaian tidur yang akan ia gunakan malam ini. Pilihannya jatuh pada gaun tidur satin berwarna hijau botol.
"Astaga," ucap Ale terkejut saat berbalik mendapati Ryan tengah berdiri dengan bersidekap dada menatapnya.
"Kamu ngapain disini? Kenapa bisa masuk?" Tanya Ale.
"Apartement kamu aja yang pake sidik jari bisa aku bobol, gimana dengan kamar kamu ini yang cuma pake kunci biasa," ucap Ryan.
Dasar tukang bobol!
"Keluar. Aku mau pake baju," ucap Ale.
"Lebih cantik gak pake baju babe. Terus kamu duduk diatas pangkuan ku," ucap Ryan tersenyum miring.
"Ngawur," ucap Ale mengibas Ryan dengan baju tidurnya. Bukannya menghindar Ryan justru menarik baju tidur itu sehingga Ale jadi mendekat ke arahnya. Lebih tepatnya menubruk tubuhnya.
"Yakin gak mau? Udah lama loh, emang gak nafsu?" Tanya Ryan.
"Aku gak kayak kamu ya Yan, lepas gak? Atau aku ngamuk biar kamu lepasin aku," ucap Ale.
"Ngamuk diatas kasur? Boleh," ucap Ryan. Pria itu menggendong Ale dan membawanya paksa ke atas kasur. Ryan mendorong tubuh Ale saat sudah sampai di dekat kasur. Matanya menggelap saat melihat bathrobe yang digunakan Ale sedikit tersingkap.
"IYANNNN!!! JANGAN GILA!" teriak Ale. Wanita itu kembali bangkit dan membenarkan letak bathrobenya, namun Ryan kembali mendorong tubuh Ale dan mengukungnya.
"Kamu tahu, aku gak suka ditolak babe. Orang tua kamu gak ada, lebih tepatnya gak ada orang di rumah kamu. Cuma ada satpam, itu pun jauh diluar sana. Ternyata orang tua kamu sangat mempercayakan kamu pada ku," ucap Ryan.
"Yan jangan," tolak Ale saat tangan Ryan membuka paksa tali bathrobe Ale.
__ADS_1
"Let's play babe."
Tbc.