
RWAMEIN KOMENNNNNN
***
Jeni mengerjapkan matanya. Anak semata wayangnya itu sepertinya benar benar kesal dan ngambek kepadanya. Ia menarik tangan suaminya.
"Mas, tuh kan gara gara kamu sih. Semalam harusnya kita angkat telepon Jenna. Dia jadi ngambek kan," ucap Jeni.
"Nanti juga dia balik kayak semula lagi. Dia lagi PMS kan? Wajar emosinya gak ke kontrol," ucap Adam.
"Ya tapi gak gitu juga papi. Jenna kadang lama loh kalo udah ngambek kayak gitu," ucap Jeni.
"Biar Zayn yang coba bujuk Jenna tan. Semalam Jenna juga udah Zayn buat kesel, mungkin marahnya sampe saat ini," ucap Zayn.
"Perbaiki hubungan kalian. Maafin Jenna, dia kadang masih kayak childish," ucap Adam.
"Iya om, itu pasti. Zayn pasti akan perbaiki hubungan kami," ucap Zayn.
Adam mengangguk dan berpisah dengan Zayn disana. Ia masuk ke ruangannya bersama Jeni sedangkan Zayn memang sengaja datang ke kantor Adam untuk bertemu dengan Jenna. Sebenarnya sejak pagi ia sudah mengikuti Jenna, hanya saja ia memantau dari jauh. Zayn bahkan melihat interaksi Jenna dengan Mario tadi pagi. Untungnya Jenna menolak kehadiran Mario.
Zayn melirik ke pintu ruangan Jenna. Pintunya tertutup rapat. Zayn ingin sekali masuk namun ia menahan diri, ia tidak mau menambah rusak mood Jenna. Ini masih pagi. Mungkin ia akan mencobanya saat makan siang nanti.
Sementara di dalam ruangannya, Jenna langsung mengerjakan semua pekerjaannya. Ia ingin cepat cepat pulang. Namun ada satu meeting hari ini. Meeting untuk membahas tentang kemajuan pembangunan hotel di Bali. Ia sudah mempelajari materinya sebentar namun kembali fokus pada sisa pekerjaannya yang tidak banyak.
__ADS_1
Jenna bersikap seperti tadi pada mami dan papinya karena kesal. Mereka tidak pernah ada disaat Jenna sedang membutuhkannya. Lain halnya ketika Jenna tidak membutuhkan, mereka selalu ada. Aneh memang.
Jenna tidak mau ambil pusing soal itu, lebih baik ia fokus pada pekerjaannya saat ini.
***
Mario menghempaskan bokongnya paod sofa yang ada di apartementnya. Ia adalah pengangguran. Selama ini biaya hidupnya ditanggung Yura.
Saat bersama Jenna, Mario giat bekerja. Ia bahkan selalu disemangati oleh Jenna untuk giat mencari uang demi menghidupi kebutuhannya sendiri. Bahkan berkat semangat yang diberikan Jenna, dalam waktu dua tahun ia sudah bisa membeli unit apartement. Tapi setelah mengenal Yura, ia jadi malas bekerja dan berakhir di PHK karena sering bolos. Memang, semua kebutuhannya ditanggung Yura saat ini. Tapi ia merasa ada yang aneh saja.
Memberikan keperjakaannya pada Yura, bahkan selalu having s*x dengan wanita itu. Mario sendiri sudah merasa jika dirinya ini sudah kecanduan s*x. Ia terkadang pergi ke club untuk menyewa wanita disana tanpa sepengetahuan Yura. Bahkan sudah tidak terhitung berapa banyak wanita yang ia gagahi.
Rasanya mengenal Jenna dan Yura itu berbeda sekali. Jenna selalu mengajarkannya tentang pentingnya berjuang mencari uang sendiri, berbeda dengan Yura. Wanita itu selalu memintanya berhenti bekerja dan selalu memintanya menemaninya sepanjang hari diatas kasur.
Namun tak dapat ia pungkiri juga jika dia memang menikmatinya dan selalu ingin melakukannya.
"Jadi selama ini dia kasih gue uang, uangnya dari pria pria perut buncit kayak yang tadi gue lihat?" Tanya Mario.
"Gue gak bisa kayak gini terus. Kayaknya gue harus berubah, biar Jenna mau sama gue lagi. Gue gak mau Jenna pergi dari hidup gue apalagi gue juga gak mau kalo Jenna sampe sama cowok lain," gumam Mario.
Mungkin iya, saat ini ia berbicara akan berubah tapi tidak ada yang tahu ke depannya akan seperti apa. Entah Mario akan menepati ucapannya atau tidak. Hanya waktu yang bisa menjawabnya.
***
__ADS_1
Jenna sudah berada di ruang meeting sejak satu jam yang lalu, disini ada papinya, Zayn, om Rendra, dan juga beberapa orang lagi. Jeni juga ada disini, mengingat dia juga pernah bergabung di dunia bisnis seperti ini.
Sejak tadi tatapan Jenna datar. Tidak ada senyum seperti biasanya. Mungkin karena sudah bosan terus terusan berada di tempat ini. Ia ingin segera pergi mencari angin keluar bersama Ale. Kebetulan besok juga weekend. Ia akan habiskan waktunya bersama Ale. Entah itu shopping atau hunting makanan seperti biasanya.
"Jadi, menurut anda bagaimana nona Adam? Pembangunan hotel di Bali mengalami pembengkakan dana. Apa anda tahu penyebabnya? Atau mungkin anda meminta pihak keuangan untuk mencari bahan yang lebih mahal? Mengingat gaya hidup anda yang sangat tinggi," ucap seorang pria disana. Dia adalah Patur, salah satu investor di kantor Hendri yang ternyata dia juga investor di proyek miliknya.
"Saya? Anda sudah menyinggung saya, saya tidak akan segan segan lagi," ucap Jenna membuat semuanya terdiam dan menatap ke arahnya.
"Saya memang menangani proyek ini secara langsung dan juga saya yang selalu mengatur keuangannya, namun uangnya tidak saya simpan pada saya sendiri. Ada orang suruhan saya," jeda Jenna.
"Bahan pokok untuk pembangunan hotel tentu saja saya memilih yang cukup mahal karena saya ingin bangunan itu memiliki umur panjang yang tidak perlu melulu renovasi setiap tahunnya. Saya juga tidak mau jika ada kecelakaan nantinya ketika hotel sudah berdiri dengan alasan pemilihan barang murah yang sembarangan. Tapi yang harus anda tahu, saya memilih barang berkualitas dengan harga miring. Bagaimana saya mendapatkannya, iti urusan saya. Anda tidak perlu tahu," ucap Jenna.
"Benarkan? Jadi kalian para investor di hotel itu-,"
"Saya belum selesai berbicara. Sopan kah anda memotong ucapan saya?" Tanya Jenna membuat Patur, pria paruh baya itu terdiam.
Jenna tersenyum remeh, ia mengambil ponselnya dan mengirimkan sesuatu pada email kantor yang terhubung ke laptop.
"Tolong buka file itu," ucap Jenna.
"Baik nona."
"Anda bisa lihat sendiri kenapa ada pembengkakan biaya. Anda juga ikut andil dalam hal keuangan karena anda memaksa pihak pengurus bahan baku untuk membeli beberapa furniture murahan dengan kualitas rendahan namun dengan harga selangit. Itu furniture dari toko anda kan? Lihat, itu toko anda bukan? Disana ada salah satu pekerja anda juga," jelas Jenna.
__ADS_1
"Tidak mungkin. Itu bukan saya, saya tidak seperti itu. Anda jangan membuat berita bohong. Anda bisa kena pasal pencemaran nama baik dan juga anda bisa dipenjara karena menggelapkan uang kantor, hingga sampai terjadi pembengkakan biaya," ucapnya emosi.
Tbc.