One Night With Mr. Z

One Night With Mr. Z
175. Lagi


__ADS_3

***


Kaki Jenna sudah terasa sangat lemas seperti jelli. Sentuhan Zayn benar benar langsung membuatnya tidak bisa berdiri tegak lagi. Entah ilmu sihir apa yang digunakan oleh Zayn agar Jenna menikmati sentuhan itu. Jenna benar benar tidak bisa menolak. Sejak masuk tadi, Zayn memang tidak bertindak lebih. Pria itu hanya mengelus pelan permukaan kulitnya.


"Sudah ku bilang, aku ingin membantu kamu mandi sayang," ucap Zayn.


Jenna menggelengkan kepalanya. "E-ngg-ak m-mas-sh."


"Kenapa? Bukannya sudah lama aku tidak menyentuh mu?" Tanya Zayn. Tangan Jenna bertumpu dengan kuatnya pada dinding dekat shower. Posisinya masih sama, yaitu membelakangi Zayn. Sejak tadi pria itu terus merem*s area squishy-nya. Jenna benar benar tidak tahan untuk tidak merintih. Meskipun dengan kuat kuat dia menahan suara suara aneh yang akan keluar dari dalam mulutnya karena ulah tangan nakal Zayn.


"Aku hanya ingin membuat mereka tumbuh dengan baik sayang. Tidak kah kamu merasa jika mereka semakin aku sentuh akan semakin memiliki ukuran berbeda dari yang sebelumnya? Harusnya kamu bersyukur karena teknik pijat yang aku berikan mampu membuat mereka membesar," ucap Zayn.


Tidak, maksud Jenna bukan seperti itu. Dia tidak mau ukurannya terus bertambah. Dia bosan terua membeli br*. Apa Zayn tidan tahu soal itu? Kenapa pria ini sangat senang sekali menggodanya?!


"M-mash a-aku gak akan maafin k-kam-u," ucap Jenna.


"Kenapa? Bukannya ini hak seorang suami sayang? Aku akui, aku memang masih calon suami kamu. Tapi hanya itungan beberapa minggu lagi aku akan jadi suami kamu. Bersiaplah," ucap Zayn. Pria itu mematikan air shower dan mengangkat tubuh Jenna masuk ke dalam bathup yang sudah terisi penuh dengan air. Bahkan air di dalam bathup meluber keluar karena dimasuki dua orang sekaligus.


Jenna ditidurkan oleh Zayn dengan posisi tubuh berada dibawah tubuh Zayn. Jenna bahkan baru menyadari jika Zayn sudah menanggalkan semua pakaiannya. Kenapa dia tidak merasakan milik pria itu saat tadi memeluknya? Bukan, bukan maksud Jenna mesum. Hanya saja terasa aneh.


"K-kamu m-au a-apa?" Tanya Jenna gugup. Bagaimana tidak gugup, Zayn berada di atas tubuhnya dengan posisi mereka tidak memakai sehelai benang pun. Sesuatu pasti akan segera terjadi.

__ADS_1


"Menurut kamu?" Tanya Zayn. Pria itu terus mengeluarkan senyum smirknya. Jenna sedikit takut melihatnya meskipun sudah sering.


"Kamu udah janji mau nurutin apapun kemauan aku. Dan sekarang aku gak mau melakukan itu mas," ucap Jenna.


"Kenapa?" Tanya Zayn memelas.


"Kita belum menikah, aku tidak mau melakukannya jika kita belum menikah mas. Aku harap kamu ngerti," ucap Jenna.


"Aku ngertiin kamu sayang, tapi kamu gak ngertiin dia yang terus baperan sama kamu," ucap Zayn sembari menunjuk dengan dagu ke arah miliknya yang sudah menegak.


Jenna meneguk ludahnya kasar. Milik pria ini memang sangat baperan sekali. Jenna jadi bingung antara melakukannya atau tidak. Jika iya, mungkin dia harus kembali meminum obat pencegah kehamilan dan jika tidak mungkin Zayn akan tersisa.


Jenna menghela nafasnya. Ia harus bagaimana sekarang? Menuruti kemauan Zayn atau tetap teguh memegang kemauannya? Zayn bukan lagi orang lain, dia sudah menjadi tunangannya. Dan beberapa minggu lagi mereka akan melangsungkan acara pernikahan.


Zayn melirik ke arah Jenna yang terdiam. Wanita ini terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu. Kesempatan tidak datang dua kali, maka dari itu Zayn segera bergerak. Pria itu kembali mengukung tubuh Jenna dan mencium wanitanya. Tentu saja dengan ciuman lembut, karena Zayn ingin membuai Jenna agar wanita ini larut dalam permainannya sehingga dia mau melakukan permainan utama.


Jenna tentu tidak menolak ciuman itu. Bahkan dinginnya air bathup kini berubah menjadi terasa sedikit hangat. Jenna bahkan tidak tahu kapan bathup ini diisi air. Saat ia masuk tadi, bathup masih dalam keadaan kosong. Tidak terisi air sama sekali.


Ciuman Zayn turun ke leher Jenna. Membelai dengan lembut juga menciptakan garis kepemilikan disana. Garis merah keunguan memang jarang dibuat olehnya di leher Jenna, melainkan dia lebih sering membuat kissm*rk di dada, squishy, dan perut Jenna saja. Sebab kissm*rk yang dia ciptakan tidak akan hilang dalam waktu yang sebentar.


Jenna berusaha kuat menahan desah*n yang akan keluar dari dalam mulutnya. Ternyata Zayn sudah mengambil alih, dia memulai lebih dulu dengan membuai tubuhnya. Jenna benar benar tidak menyadarinya.

__ADS_1


Tangan Zayn turun dari atas squishy Jenna menuju ke perut dan terakhir berdiam diatas milik Jenna. Membelai lembut dan sedikit memasukan jarinya.


"Mas," panggil Jenna. Zayn melirik dan tersenyum miring. Pria itu kembali mencumbu Jenna dengan menciumnya. Sampai Jenna tidak sadar jika Zayn mengangkat satu kakinya untuk bertumpu pada pinggiran bathup. Tangan pria itu dengan mudahnya menerobos milik Jenna. Awalnya memang sempit dan sulit, namun dengan bantuan cairan yang keluar dari milik Jenna, dia sedikit dipermudah.


Jenna memekik terkejut saat Zayn melakukan hal itu. Ia bahkan melepaskan ciumannya namun dengan cepat Zayn kembali menciumnya. Sengaja agar wanitanya tidak berontak apalagi menolak.


Tangan besar Zayn menerobos milik Jenna. Jenna mendesis dan memejamkan matanya berharap pria ini tidak gila dan tidak melakukannya. Namun Jenna sudah yakin jika Zayn tidak akan berhenti di awal apalagi tengah. Pria itu akan terus bermain sampai dia mencapai kepuasan yang dia mau.


Jenna menutup mulutnya saat ia sudah tidak tahan untuk tidak mengeluarkan desah*n. Namum dibawah sana Zayn terus menggerakan jarinya maju mundur. Jenna benar benar tidak tahan.


"Sempit sekali sayang, ini bahkan baru dua jari. Aku harus menambah jari ku lagi pada milik mu, agar saat milik ku masuk dia bisa dengan mudah memasukinya," ucap Zayn.


Jenna menggelengkan kepalanya. Gilak!! Dua jari saja sudah sakit bagaimana dengan tiga jari? Pria ini benar benar gila, dia pikir seperti apa ukuran jarinya. Bahkan jari jari tangan Jenna pun kalah besarnya dengan jari jari tangan pria ini.


Zayn merendahkan kepalanya dan mengul*m squishy milik Jenna. Sengaja Zayn melakukan hal itu sebab dia akan kembali menambah jarinya dibawah sana. Dia masih belum puas membuai tubuh Jenna. Sebab dengan membuai seperti itu dia bisa mendapatkan apa yang dia inginkan. Yaitu bermain lama dengan Jenna yang terus meminta.


Zayn sudah lama bersama Jenna dan mereka sudah lebih dari satu kali melakukan hal itu. Tentu saja pria ini tahu seperti apa caranya membuai tubuh Jenna. Bahkan Jenna dan seluruh tubuhnya adalah candu baginya.


"Arghhh, m-mash," rintih Jenna. Sedangkan Zayn hanya tersenyum miring. Jarinya sudah bertambah di dalam milik Jenna.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2