
***
Ale mendengus kesal saat waktu berharganya diambil alih oleh Ryan. Pagi yang indah, yang ia bayangkan akan berakhir bahagia kini hancur karena datangnya pria itu. Bahkan Ryan masuk begitu saja tanpa permisi. Untungnya Ale sudah berpakaian tertutup. Celana training bahan dan kaos crop top. Ale baru selesai mandi dan bersiap, saat ia keluar ia sudah melihat Ryan menghidangkan banyak makanan untuknya. Kenapa pria ini selalu tahu apa yang belum dia lakukan atau apa yang dia inginkan. Apa mungkin dia ini cenayang?
Niat Ale hari ini adalah pergi ke butik untuk mencari dress berwarna putih. Namun ia mengurungkan niatnya sebab ada Ryan disini. Kemarin Jenna memberitahu jika dresscodenya putih. Ale tidak memiliki dress baru apalagi berwarna putih. Jadi dia harus membelinya dulu. Namun karena ada Ryan, ia memilih untuk membelinya nanti saja. Pria ini terlalu ribet dan terlalu ikut campur. Ale paling tidak suka urusannya dicampuri.
Ia mencoba bersikap biasa saja dengan Ryan. Meskipun aslinya dia sangat ingin menjambak rambut pria ini. Namun ia harus tetap slay.
"Kamu udah punya dress buat ke acara Jenna sama Zayn?" Tanya Ryan.
"Udah. Kebetulan aku punya," ucap Ale.
"Pake baju baju yang aku kasih. Pakaian itu layak untuk kamu pakai, dibandingkan dengan pakaian pakaian kamu yang seksi itu," ucap Ryan.
Seketika nafsu makan Ale hilang. Secara tidak langsung Ryan mengatakan jika baju baju Ale selama ini tidaklah baik, begitu? Padahal itu sudah terkesan sopan. Ale tidak pernah memakai pakaian seksi seperti lingerie. Menurutnya pakaiannya masih bisa dipakai dan sangat sangat sopan. Lalu kenapa Ryan selalu menjudge bajunya?
"Aku udah kenyang," ucap Ale. Ia menyimpan sendok miliknya dan beranjak dari sana. Namun Ryan nenahannya.
"Makanan kamu belum disentuh sedikit pun, kenapa sudah kenyang?" Tanya Ryan.
"Kenyang dengerin judge dari kamu. Aku bakalan lakukan apa yang kamu ucapkan, pakaian aku seksi? Oke aku pakai itu. Kalau perlu aku pakai pakaian kurang bahan. Biar pakaian aku yang disini aku bakar," ucap Ale. Wanita itu menepis tangan Ryan dan pergi dari sana menuju kamarnya.
"ALESHA, MAKSUD KU TIDAK SEPERTI ITU," teriam Ryan lalu mengejar Ale. Namun Ale tidak terkejar, alhasil dia menggedor gedor pintu kamar Ale.
"Alesha, dengarkan aku. Aku tidak bermaksud seperti itu. Maafkan aku jika ucapan aku menyakiti kamu," ucap Ryan.
"Bacot. Keluar lo dari apartement gue," teriak Ale.
"Alesha, jangan berbicara kasar," ucap Ryan.
"Gak ada hak lo ngelarang dan merintah gue. Emang dari awal gue gak mau sama lo ya gini, lo ngeselin banget jadi manusia. Gue udah mencoba bersikap baik sama lo, sedangkan lo apa? Gak ada sikap baik lo ke gue, lo malah sering judge baju baju gue. Lo pikir gue suka sama baju yang lo kasih? Enggak!!" Teriak Ale.
__ADS_1
"Oke oke sayang, maafin aku. Aku gak bermaksud buat kamu gak nyaman dengan sikap dan kata kata aku. Tapi aku bener bener gak mau mata cowok lain lihat apa yang jadi milik aku," ucap Ryan.
Lagi. Lagi dan lagi Ryan terus mengklaim jika Ale adalah miliknya. Ale paling muak dengan hal ini. Dia dan hidupnya adalah miliknya sendiri dan tuhan. Manusia tidak perlu mengklaim seperti itu.
"PERGI," teriak Ale. Tiba tiba...
Dugh... dugh.
Ale merasakan pintu yang ia sandari bergerak. Apa mungkin Ryan mendobraknya? Pria gila!!
"Jangan di dobrak!" Teriak Ale.
"Makanya buka sayang," ucap Ryan.
"Enggak!" Ucap Ale.
"Oke. Aku dobrak," ucap Ryan. Pemuda itu ancang ancang ancang untik melakukan dobrakan, namun tiba tiba...
***
Pagi tadi, Zayn bangun lebih dulu tak lama setelah Zayn, Jenna yang bangun. Pria itu kembali meminta Jenna untuk memasakan makanan untuknya. Jenna menurutinya dengan imbalan dua juta rupiah. Nilai yang cukup fantastis hanya untuk sebuah nasi goreng telur ceplok. Setelah selesai sarapan, mereka berdua bersiap untuk pergi ke butik. Karena hari ini, Lita sudah membuatkan janji dengan salah satu temannya yang memiliki butik.
Beberapa orang karyawan butik membawa Jenna untuk memilih gaun yang diinginkan. Tentunya menuju ke arah gaun yang berwarna navy. Sedangkan Zayn, saat masuk juga mereka sudah melihat sepasang jas berwarna navy. Itu ukuran Zayn dan saat ini Zayn sedang mencobanya. Sementara Jenna masih memilih.
Banyak sekali gaun indah disini. Rasanya Jenna ingin memilih semuanya. Tetapi itu tidak mungkin meskipun Zayn mampu membelikannya.
"Jenna bingung mbak," ucap Jenna.
"Kenapa harus bingung kak, kakak pilih sesuai dengan mau kakak. Atau mau saya rekomendasikan?" Tanya karyawan butik.
"Ada yang lain lagi gak? Selain biru yang disini?" Tanya Jenna.
__ADS_1
"Ada kak, ke sebelah sini," ucapnya. Karyawan itu mendorong sebuah pintu coklat, di dalamnya banyak sekali gaun gaun indah dari berbagai warna. Benar benar cantik sekali. Jenna berjalan menuju ke arah deretan dress berwarna navy. Bibirnya mengulas sebuah senyum saat melihat gaun yang ia sukai.
"Mau coba yang ini aja mbak," ucap Jenna.
"Pilihan yang tepat, gaun ini baru masuk toko dua hari yang lalu," ucap karyawan itu.
Jenna hanya tersenyum sebagai tanggapannya. Pelayan itu pun memberikan gaun yang diinginkan oleh Jenna dan membawanya ke dalam ruang ganti. Jenna memakainya sendiri. Karena memang cukup mudah.
Gaun itu cukup panjang ke bagian belakangnya. Full dengan rendra berbentuk kupu kupu diseluruh bagian gaun. Bagian atasnya mengekspos bahu Jenna. Bagian lutut ke bawah dirobek sehingga menunjukan kaki jenjangnya yang putih.
"Cantik banget," gumam Jenna. Ia pun keluar dari dalam ruang ganti untuk meminta pendapat karyawan butik.
"Wow," ucap mereka. Padahal Jenna belum berbicara karena baru saja menampakan dirinya.
"Bagaimana?" Tanya Jenna.
"Itu sangat indah kak, lebih indah dibandingkan dengan gaun sebelumnya," ucap karyawan butik.
Jenna pun melirik ke arah kaca yang lebih luas. Memperhatikan bentuk gaun yang mencetak tubuhnya. Sangat indah sekali gaunnya. Jenna benar benar suka.
"Keep yang ini aja mbak. Sebentar saya lepas dulu," ucap Jenna.
"Anda tidak mau meminta pendapat calon suami?" Tanyanya.
"Tidak perlu, dia ribet dan akan melarang ini itu. Saya suka dengan gaunnya, jadi tidak masalah. Toh saya yang pake," ucap Jenna.
"Baik kak, sesuai kemauan kakak. Setelah pembayaran, gaun ini akan segera diantar ke alamat rumah kakak," ucapnya.
"Oke. Nanti Jenna kasih tahu."
Tbc.
__ADS_1