
Kita slow update dulu ya guyss
***
Sesampainya diluar pesta, Zayn langsung memeluk Jenna. Memberikan ketenangan pada wanita itu. Zayn tahu Jenna sangat marah saat ini, bahkan Zayn tidak tahu menau soal itu. Soal yang Jenna katakan tadi di depannya juga keluarga Wijaya. Ternyata ada sebuah kisah masa lalu dibaliknya. Entah kenapa Zayn sangat tidak suka melihat Jenna yang seperti tadi. Dia terlihat menahan amarahnya. Namun bukan marah karena dihina oleh Tasya dan Amanda, melainkan marah karena ternyata pesta yang mereka datangi adalah pesta dari seseorang yang sudah hampir menghancurkan rumah tangga keluarga Jenna.
"Its okay sayang. Jangan terlalu dipikirkan," ucap Zayn menangkan Jenna. Nafas wanita itu tedengar cepat dan sangat berat. Sepertinya Jenna sangat marah sekali saat ini.
"Aku cuma emosi aja sama dia mas. Gimana pun dia udah mencoba mencelakakan mami dan papi. Saat itu aku masih di dalam kandungan mami," ucap Jenna.
"Jangan diceritakan sayang. Tenanglah, setelah kamu tenang kita akan pulang," ucap Zayn.
Jenna mengangguk perlahan dan memeluk erat tubuh Zayn. Entah kenapa emosinya sangat ingin meledak saat ini. Bukan apa apa, dia hanya kesal saja karena bertemu dengan orang yang sangat dia benci di dunia ini. Dia sangat membenci pria itu. Dia bahkan memutuskan kerja sama perusahaan papinya dengan Wijaya Corp. Anggaplah Jenna tidak profesional, namun dia seperti ini juga karena memang dia sangat tidak suka dengan pria itu.
_@
"Sudah lebih tenang? Bisa kita pulang sekarang sayang?" Tanya Zayn.
"Sudah mas. Maafkan aku," ucap Jenna..
"Sstt, jangan meminta maaf. Wajar saja jika kamu seperti ini. Aku mengerti 3 jika kamu sangat marah pada tua bangka itu. Tapi tenang saja, setelah ini hidupnya tidak akan tenang lagi," ucap Zayn.
"Mau kamu apakan dia?" Tanya Jenna.
"Menghancurkannya, tentu saja. Dia sudah berani bermain main dengan keluarga kamu. Aku benar benar tidak sudi melihat batang hidungnya lagi," ucap Zayn.
__ADS_1
"No sayang. Sudah cukup. Aku tidak mau orang orang terdekat ku berurusan lagi dengan keluarga Wijaya. Aku mohon," ucap Jenna.
"Baiklah. Sesuai dengan apa yang kamu inginkan sayang. Sekarang kita pulang saja ya?" Pinta Zayn.
Jenna menganggukan kepalanya dan berjalan masuk ke dalam mobilnya. Beberapa kali Jenna mengambil nafas panjangnya dan menghembuskannya. Sangat terlihat sekali bukan jika Jenna sangat marah sekali saat ini. Zayn sendiri tidak banyak bicara lagi. Dia memeluk tubuh Jenna sepanjang perjalanan menuju kembali ke apartement mereka.
Zayn tentu saja terkejut dengan hal itu. Dia bahkan baru mengetahuinya saat ini. Ia tidak pernah menyangka jika Wijaya adalah orang yang sangat jahat dan licik juga. Pantas papanya juga memintanya untuk berhati hati. Sebab Wijaya sangat pandai sekali bersilat lidah. Belum lagi dalam dunia bisnis, yang berkecimpung bukan hanha Wijaya saja. Namun dia juga melibatkan anaknya untuk mengambil keuntungan. Dengan cara mengggodanya.
Satu jam lebih mereka berada di dalam mobil, akhirnya mereka bisa sampai kembali ke apartement mereka. Jen a terlihat sudah memejamkan matanya sejak mereka berjalan beberapa menit yang lalu. Zayn tidak tega membangunkannya. Wanitanya sudah pasti sangat kelelahan. Emosinya terus terpancing.
"Jalankan mobilnya lagi, menuju bandara. Hubungan Andrea untuk menyiapkan jet milik ku," ucap Zayn pada Math.
"Baik tuan."
***
Yura masih menyatukan miliknya dengan milik Mario. Dia harus mencoba kembali membujuk Mario agar pria ini mau tinggal di apartmentnya lagi. Yura tidak bisa jika satu malam tanpa Mario. Sebab dia ingin terus menerus melakukan aktivitas s*x dengan Mario. Dia harus memikirkan bagaimana caranya agar Mario kembali luluh dan mau kembali padanya.
"Nikmat bukan Yo?" Tanya Yura.
"Kenapa lubang lo sempit banget? Lo kan sering main sama banyak pria," ucap Mario.
"Enggak. Udah lama aku gak main, lagian uang aku udah banyak. Aku cuma mau kamu, lubang ini juga maunya cuma batang kamu," ucap Yura.
Mario tidak menjawab ucapan Yura. Dia memilih memejamkan matanya. Dia lelah sekali, semalaman penuh dia terus menggempur Yura begitu juga sebaliknya. Miliknya terasa sangat sakit saat menerobos lubang milik Yura. Lubang itu sangat sempit sekali seolah Yura adalah wanita virgin.
__ADS_1
Sementara Yura masih setia duduk dan merebahkan tubuhnya diatas Mario. Milik keduanya masih sama sama menyatu. Bahkan Yura kembali menggerakan pinggulnya perlahan. Dia sangat menikmati sensasi seperti ini. Sensai yang sangat dia sukai. Bahkan dia mencengkram milik Mario menggunakan miliknya.
Yura tersenyum puas saat mendengar geraman yang keluar dari mulut Mario. Sudah ia duga jika Mario tidak akan tahan dengan godaan yang dia berikan. Iman Marik sangat lemah, jelas saja dia akan tergoda dengan setan seperti Yura.
"Want more?" Tanya Yura.
"Jal*ng," ucap Mario.
"Iya, aku memang jal*ng. Tapi sekarang aku sudah tidak lagi melakukan aktivitas hubungan intim dengan pria lain. Aku hanya ingin dengan kamu Yo. Kembalilah pada ku, kembali ke apartement ku," ucap Yura.
Mario terdiam. Entahlah, apa dia harus kembali pada masa lalu kelamnya? Dia hanya tidak ingin melakukan itu lagi namun Yura terus menggodanya. Milik Mario selama ini hanya mengeluarkan laharnya dengan cara manual. Dia tidak lagi merasakan nikmatnya blow j*b atau aktivitas s*x lainnya.
"Bagaimana Yo? Apa kamu tidak ingin seperti ini?" Tanya Yura. Wanita itu membuat gerakan memutar pada pinggulnya sehingga milik Mario juga ikut ikutan diputarkan. Mario menggeram, dia mencengkram kedua pinggul Yura dan menahannya agar tidak melakukan itu. Miliknya terasa sangat dihimpit sekali. Apalagi gerakan memutar itu sangat perlahan.
"Aku akan terus melakukan ini sampai kamu mengatakan iya untuk tinggal bersama ku lagi," ucap Yura.
Yura paling jago dalam menggoda. Dia tidak akan berhenti sebelum apa yang dia inginkan tercapai. Menggoda Mario sampai pria itu mau, sepertinya hal yang mudah. Apalagi dia menggodanya dengan aktivitas panas seperti ini.
"Bagaimana Yo," ucap Yura.
"Berhenti sialan," umpat Mario.
"Sudah ku bilang aku tidak akan berhenti sebelum kamu-,"
"IYA YURA."
__ADS_1
Tbc.