One Night With Mr. Z

One Night With Mr. Z
188. Peduli Satu Sama Lain


__ADS_3

***


Akhirnya setelah satu jam berlalu tubuh Jenna sudah dibersihkan dari darah dan beberapa potongan kaca yang menempel di punggungnya. Lunggung Jenna sudah dibalut perban bahkan dress yang tadi sudah hilang entah kemana. Yang jelas Zayn pasti membuangnya. Tubuh Jenna dibalut piyama dress yang Zayn minta bawakan pada mama Lita.


Kedua orang tua Jenna dan Zayn sudah berada disana. Mereka juga sudah mendengar kronologi kejadiannya. Jeni sebagai ibu dari Jenna tentu saja syok. Putrinya celaka karena disengaja. Dia tidak rela putrinya diperlakukan seperti ini oleh Eliza. Sementara Lita juga sama, dia tidak suka calon menantunya terluka akibat wanita ular itu.


Jenna tidur miring dengan bantal yang berada di punggungnya untuk menahan agar Jenna tidak tidur terlentang. Sementara Zayn baru keluar dari dalam kamar mandi, dia sudah membersihkan tubuhnya serta mengganti pakaiannya. Pakaian tadi terkena darah Jenna, jadi dia harus mandi juga untuk menghilangkan bau amis dari darah tersebut.


"Zayn," panggil Jeni.


"Iya tante, kenapa?" Tanya Zayn.


"Jenna gak papa kan? Dia akan segera sadar kan?" Tanya Jeni.


"Pasti tante, Jenna masih dalam pengaruh obat bius. Zayn tadi sengaja meminta tante Magda untuk memberikan bius pada Jenna agar dia tidak bangun dan tetap terlelap. Zayn gak mau dia kesakitan, makanya Zayn minta alternatif itu," ucap Zayn.


"Makasih, makasih karena kamu selalu menjaga dan mengusahakan yang terbaik untuk Jenna," ucap Jeni.


"Sudah seharusnya tante. Sayangnya, Zayn gagal menjaga Jenna kali ini. Jika saja tadi Zayn cepat menariknya agar tidak berdiri di dekat kaca, kemungkinan hal ini tidak akan terjadi," ucap Zayn.


Rasa menyesal tentu saja masih ada di dalam dirinya. Penyesalan memang selalu ada di akhir. Zayn benar benar menyesal karena terlambat menyelamatkan Jenna. Ia terus terusan menyalahkan dirinya. Jika saja tadi malam dia tidak nekat membawa Jenna ke apartement itu dan memilih ke apartement yang lama, sudah pasti kejadian ini tidak akan pernah terjadi.


"Sudahlah Zayn, yang namanga musibah tidak bisa kita duga apalagi prediksi. Dengan Jenna masih bernyawa saja om sangat senang," ucap Adam.


Zayn mengangguk sekilas dan berjalan mendekat ke arah brankar Jenna. Mereka berdua belum makan sama sekali, karena kejadian itu rencana morning date yang sudah Zayn rencanakan hancur seketika. Ia sudah meminta beberapa bawahannya menyiapkan satu set meja makan yang berada di rooftop apartement tadi beserta dengan makanannya. Sayangnya semuanya hancur gara gara Eliza.


Zayn mengepalkan tangannya kala mengingat nama wanita gila itu. Dia tidak akan tinggal diam, dia akan membuat hidup Eliza hancur. Dia sudah berani mencelakai wanitanya, tentu saja Eliza juga harus celaka. Zayn akan mandiri, dia tidak akan menunggu karma untuk Eliza. Terlalu lama membiarkan wanita itu berkeliaran dengan tubuh yang sehat tidaklah baik. Setidaknya Zayn harus membuatnya masuk ke rumah sakit juga.

__ADS_1


Sepertinya Zayn harus menghubungi Ghani. Dia adalah orang yang kenal dengan orang orang di dunia hitam seperti Mafia. Mungkin Zayn akan membeli obat mematikan. Tapi tidak sekarang, Zayn akan membuat hidup Eliza tersiksa dulu. Biarkan dia menderita dan meminta mati perlahan lahan.


"Zayn, kamu belum makan kan? Makan dulu sini, mama sudah bawakan makanan untuk kamu. Nanti kalo Jenna udah bangun, bisa kamu suapin dia," ucap lita.


"Enggak ma, nanti aja. Zayn mau nunggu Jenna bangun dulu. Jenna juga belum makan, dia pasti sudah kelaparan. Ini sudah menuju siang hari juga, biar nanti aja Zayn makannya," ucap Zayn.


"Son, jangan seperti itu. Bagaimana jika kamu malah sakit? Yang ada kamu gak bisa jaga Jenna," ucap Rendra.


Memang benar, tapi Zayn benar benar belum mau makan apapun. Dia ingin berada di samping Jenna, menjaga Jenna sampai wanitanya bangun.


***


Beberapa jam berlalu, Jenna bangun. Dia bangun karena memang perutnya sudah sangat kelaparan. Dia melihat Zayn yang sedang menatapnya dan tersenyum. Jenna juga membalas senyuman Zayn, namun dia hanya tersenyum tipis. Ia menggerakan tubuhnya untuk terlentang namun Zayn menahannya.


"Jangan, punggung kamu masih terluka sayang," ucap Zayn pelan.


Zayn menganggukan kepalanya. "Saat aku akan membawa kamu ke rumah om Adam, di perjalanan aku baru sadar jika baju kamu basah. Setelah aku lihat ternyata itu darah. Jadi aku memutuskan untuk membawa kamu kesini. Tadi kondisi kamu cukup kritis, tapi syukurlah sekarang kamu sudah bangun sayang."


"Tapi kenapa aku enggak merasa kesakitan mas?" Tanya Jenna.


"Mungkin karena rasa takut kamu yang memuncak tadi, jadi rasa sakit di punggung kamu itu tidak kamu rasakan," ucap Zayn. Jenna menggerakan tubuhnya perlahan, baru saat ini dia merasakan rasa sakit itu. Tadi tidak, tapi sekarang iya.


"Mami gak kesini?" Tanya Jenna.


"Kesini, mereka semua lagi makan siang. Sekarang giliran kamu yang makan," ucap Zayn.


"Mereka? Siapa aja?" Tanya Jenna.

__ADS_1


"Kedua orang tua kita," ucap Zayn.


"Oo. Mas udah makan?" Tanya Jenna.


Zayn menggeleng, "Kamu makan dulu baru aku."


Jenna terkejut, bagaimana bisa Zayn belum makan dari lagi tadi. Perut pria ini sudah pasti kesakitan.


"Kenapa enggak makan duluan, kalo kamu sakit aku gak rela loh mas," ucap Jenna.


"Aku gak akan sakit selama kamu ada di samping aku sayang. Aku bener bener takut kamu pergi, kamu tidur lama banget soalnya," ucap Zayn.


"Cuma beberapa jam mas. Tadi aku syok banget soalnya, Eliza sialan!! Awas aja," ucap Jenna geram.


Zayn terkekeh pelan dan membantu Jenna bangun dari tidurnya untuk duduk. Zayn memberikan air minum untuk Jenna, segelas air diteguk habis oleh Jenna.


"Aku makan sendiri aja, biar kamu juga bisa makan. Jadi kita makan sama sama. Ya?" Pinta Jenna.


"Tapi aku mau suapin kamu sayang," ucap Zayn.


"Tapi aku juga gak mau kamu sakit. Tangan Jenna masih berfungsi dan gak sakit, Jenna lebih senang kalo kita makan bareng. Ya?" Ucap Jenna.


Zayn menghela nafasnya dan mengangguk. Dia paling takluk dengan sikap keras kepala Jenna. Namun meskipun begitu dia tetap menyayangi wanita ini. Wanita yang sudah membuatnya jatuh sejatuh jatuhnya. Apalagi baru kali ini dia merasakan kepedulian yang sangat tulus dari seorang wanita yang berstatus sebagai kekasihnya. Zayn benar benar merasa sangat bahagia sekali.


Ia mengambil makanan tadi yang dibawakan oleh mama Lita, untungnya mama Lita mempackingnya di wadah yang tertutup. Jadi nasi dan lauk lauknya tetap hangat. Zayn menyajikannya di piring baru memberikannya pada Jenna. Merka berdua makan bersama di rumah sakit.


Rencana awal sudah hancur karena Eliza, makanya Zayn akan membuat rencana romantis lagi untuk wanitanya.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2