
***
Makan siang tiba Zayn pun memenuhi ucapanya tadi pagi. Dia akan menjemput Jenna untuk makan siang bersama diluar. Mereka berjalan keluar lobby kantor. Hari ini Jenna ingin makan bakso gerobak. Namun Zayn menolaknya dan meminta Jenna untuk memilih makanan yang lain saja selain itu. Mood Jenna sedang baik saat ini karena ia berhasil menendang Yura dari perusahaan papinya. Akhirnya besok Yura tidak perlu datang ke kantor papinya lagi.
Karena mood bagus, Jenna pun tidak banyak protes saat Zayn memintanya memilih makanan lain. Ia pun berakhir dengan restoran yang biasa mereka kunjungi saja. Kebetulan ia ingin memakan steak dan yang lainnya juga disana. Zayn tentu saja menuruti kemauan wanitanya ini. Ia pun segera melesat ke restoran tersebut.
Saat sampai, mereka langsung masuk dan disambut hangat oleh manager restoran juga beberapa pelayan. Zayn dan Jenna menuju ke salah satu meja yang kosong. Zayn menarik kursi untuk Jenna duduk. Baru setelahnya ia juga duduk setelah Jenna duduk.
Zayn meminta makanan pembuka berupa salad buah yang di mix dengan potongan sayur juga di balut oleh rice paper. Dilanjutkan dengan steak kesukaan Jenna. Zayn memesan makanan yang disamakan dengan Jenna. Mereka dengan santai menikmati makan siangnya. Jarang jarang Jenna mau makan siang steak seperti ini. Biasanya makam siangnya jika bukan nasi goreng ya mie ayam. Memang sangat indonesia sekali. Karena Jenna sudah lama tinggal di luar negeri dan ia jarang memakan makanan seperti itu. Kebanyakan hanya roti dan susu.
"Makan yang ini sayang," ucap Zayn. Ia menarik pirin steak Jenna dan menukarnya dengan piring steak miliknya yang sudah di potong potong. Jadi Jenna tidak perlu susah susah memotongnya.
"Terimakasih," ucap Jenna tersenyum.
Mereka pun memakan steak itu dalam keadaan tenang. Tidak ada percakapan karena keduanya memang sama sama lapar. Bekerja menguras pikiran dan tenaga. Tentu saja saat makan siang mereka membutuhkan amunisi yaitu makanan.
"Mama sudah meminta ku menikah," ucap Zayn membuat pergerakan tangan Jenna terhenti.
"Dan mama hanya ingin kamu yang menjadi menantunya. Entah kenapa pagi tadi sekitar jam sembilan dia ke kantor ku bersama papa. Dia mendesak ku untuk segera menikahi mu. Tapi aku menawarkan untuk bertunangan dulu, mengingat kamu juga belum siap untuk menikah bukan?" Ucap Zayn.
__ADS_1
"Kenapa aku?" Tanya Jenna.
"Karena hanya kamu yang masuk ke kriteria untuk menjadi istri ku. Lagi pula aku sudah mengambil kehormatan kamu sayang. Jadi apa pantas pria lain yang menikahi mu? Tentu saja tidak," ucap Zayn. Beruntungnya tempat makan mereka berada di ruangan vip jadi Jenna tidak perlu takut ucapan Zayn terdengar ke meja lain. Disini memang ada beberapa meja, namun jaraknya cukup jauh dari meja satu ke yang lainnya.
"Akan Jenna pikirkan dulu om. Tapi kenapa tante Lita meminta kamu segera menikah dengan ku? Bukannya selama ini tante Lita banyak kenalan wanita lain selain aku?" Tanya Jenna.
"Banyak. Bahkan tidak terhitung. Rata rata semuanya dari rekan bisnisnya," ucap Zayn.
Pria itu menghela nafasnya, "Sebenarnya kedua orang tua ku sudah mengetahui hubungan kita sejauh mana. Awalnya papa yang hanya tahu jika kita melakukan hubungan intim karena mabuk. Tapi mama mengupingnya dan berakhir meminta penjelasan dari papa. Papa yang sangat mencintai mama pun mengatakan kebenarannya. Saat itu aku ditampar oleh mama untuk pertama kalinya karena saat melakukan itu aku masih dalam keadaan sadar sedangkan kamu tidak. Mama marah karena wanita yang aku tiduri adalah anak dari sahabatnya sekaligus seorang anak yang sejak kecil ia sukai bahkan ia anggap seperti anak sendiri."
"Tante Lita memang sangat baik sejak dulu. Bahkan om Rendra juga. Mereka memperlakukan aku seperti anak mereka sendiri. Bahkan dulu, mami pernah bilang kalo aku diculik tante Lita dan dibawa ke rumahnya," ucap Jenna terkekeh.
"Sayangnya pertemuan kita dilakukan dengan tidak baik. Malam ini mama ingin kita makan malam bersama, apa kamu mau?" Tanya Zayn.
"Jangan malu, mereka memaklumi hal itu. Mereka hanya marah kepada ku karena aku yang bodoh dan memanfaatkan suasana saat itu," ucap Zayn.
Jenna tidak menjawabnya dan kembali memakan steak miliknya. Rasa steak itu terasa berubah jadi hambar entah kenapa. Ternyata keluarga Zayn memang bukan keluarga sembarangan.
"Bagaimana?" Tanya Zayn.
__ADS_1
"Apa aku bisa menolak?" Tanya Jenna balik.
"Tidak, tentu saja," ucap Zayn tersenyum.
"Lalu untuk apa bertanya jika kamu akan tetap memaksanya," ucap Jenna. Zayn hanya terkekeh saja. Lucu sekali melihat wajah Jenna yang sangat imut dan gemas seperti itu.
Setelah selesai makan, mereka pun pergi dari restoran itu menuju kembali ke kantor masing masing. Namun entah mengapa rasanya Zayn tidak ingin berpisah dengan Jenna. Sepanjang jalan ia diam namun otaknya terus berpikir. Bagaimana catanya satu harian ini ia bisa bersama terus dengan Jenna.
Sedangkan Jenna, entah mengapa semakin hari Zayn semakin bersikap manis dan lembut padanya. Bahkan Zayn selalu melakukan hal hal kecil yang sejak dulu ia impikan bisa ia dapat dari prianya.
Zayn pria yang sangat psychal touch dan ac of service. Zayn selalu memasangkan Jenna seat belt, tidak malu saat Jenna meminta pria itu untuk menenteng tasnya, bahkan Zayn selalu memotong makanan yang mereka pesan lalu ia berikan pada Jenna. Selain itu Zayn juga sangat suka mengelus kepala Jenna, mengecup keningnya dan tingkah yang lainnya. Mungkin karena ini juga akhirnya perasaan Jenna melunak dan mau belajar mencintainya.
"Kamu tahu gak, dari pekerjaan kemarin di luar negeri akhirnya aku bisa menyimpulkan sesuatu," ucap Zayn membuat Jenna mengernyit.
"Setiap kita teleponan bahkan melakukan panggilan, kamu selalu meminta mu segera pulang. Bahkan mami Jeni bilang, kamu mengigau dan menyebut nama ku. Apa serindu itu kamu kepada ku saat aku pergi?" Tanya Zayn.
Jenna menggelengkan kepalanya, "Jenna gak tahu om. Cuma Jenna merasa aneh aja karena biasanya ada om yang antar jemput Jenna ke kantor. Sering gangguin Jenna sampe bikin Jenna kesel dan yang paling parah sering maksa buat menerima ciuman om. Pas kamu pergi kemarin, rasanya seperti ada yang hilang."
"Tanpa sadar kamu sudah mulai mencintai ku sayang. Bahkan tanpa sadar rasa cinta itu ternyata tumbuh seiring waktu. Dulu aku tidak pernah percaya dengan cinta seiring waktu, tapi kini aku mempercayainya," ucap Zayn.
__ADS_1
Jenna termenung. Zayn bilang, dulu ia tidak pernah percaya cinta sepihak. Apa artinya dia pernah mencintai orang lain di masa lalu?
Tbc.