
***
Entah sudah berapa kali pelepasan yang didapatkan Jenna atas kehendak Zayn. Tubuhnya terasa terbakar sejak tadi. Bayangkan saja panasnya hawa penyatuan ditambah dengan hangatnya air kolam. Tentu saja panas yang dihantarkan akan lebih banyak. Niat hati ingin segera tidur setelah berendam di kolam panas tadi, iya panas sebab Jenna dan Zayn terus melakukan penyatuan. Namun Jenna memilih untuk merendam dirinya di dalam bathup sekalian mandi. Sedangkan Zayn, pria itu hanya mandi dibawah shower. Tadinya dia ingin bergabung dengan Jenna di dalam bathup itu, namun Jenna melarangnya. Sebab Jenna yakin dia akan kembali digarap oleh Zayn.
Jenna menolak sebab dia sudah lelah dan ingin segera tidur. Untungnya perutnya tidak lapar atau pun berbunyi. Jika saja iya, mungkin Jenna harus makan dulu sebelum tidur.
Jenna tidak lama lama berendam, dia hanya berendam sebentar untuk meredakan panas di kulitnya. Setelah selesai dia bergabung dengan Zayn untuk membersihkan busa sabun yang menempel. Namun tentu saja Zayn tetap menggoda Jenna. Caranya yaitu dengan memijat kedua squishy Jenna yang sudah penuh dengan kissma*k.
Namun untungnya Jenna bukan wanita hyper, jadi dia tidak tergoda dan segera menyelesaikan mandinya. Jenna cepat cepat mengeringkan rambutnya dengan malas sebenarnya. Dia bahkan malas memakai baju tidur. Bodo amat lah, dia sudah mengantuk sekali.
"Biar aku bantu sayang," ucap Zayn. Pria itu mengambil alih haridryer yang ada di tangan Jennas setelah selesai memakai handuk di pinggangnya.
"Cepetan ya? Aku ngantuk banget gak tahan," ucap Jenna.
"Okey. Tapi apa kamu gak lapar? Kita udah cape capean loh," ucap Zayn.
"Enggak. Aku gak lapar, aku masih sedikit eneg dengan rasa cairan milik kamu yang keluar tadi. Mungkin karena belum terbiasa," ucap Jenna.
"Makanya aku larang kamu, aku gak mau kamu kayak gini," ucap Zayn.
"Biarin mas. Biar kamu juga merasakan seperti ala sensasinya. Kamu pikir aku doang yang mau keenakan? Enggaklah, aku juga mau kamu keenakan juga. Harus fair harus impas. Paham?" Ucap Jenna.
"Baiklah mommy, sekarang kita tidur," ucap Zayn. Pria itu menyimpan haridryernya dan memangku tubuh Jenna menuju ke atas kasur.
__ADS_1
"Jangan bangunkan aku sebelum aku bangun sendiri," ucap Jenna. Tentu saja dia akan mengingatkan Zayn. Saat ini sudah pukul tiga dini hari dan Jenna belum tidur sama sekali. Sudah pasti dia akan bangun siang dan terlambat. Tapi tak apa, sebab dia kelelahan dan butuh istirahat.
"Baiklah sayang. Nice dream," ucap Zayn setelah keduanya sama sama shirtless dan sudah masuk ke dalam selimut.
"Nice dream my future husband. Love you," ucap Jenna.
"Lo you more," balas Zayn sembari mengecup pelan bibir Jenna.
Keduanya kini sudah sama sama memejamkan matanya setelah melewati waktu berjam jam yang cukup panjang untuk penyatuan. Zayn benar benar senang karena miliknya sudah dimanjakan oleh Jenna. Dia sangat mencintai wanita ini. Bahkan dia sudah bersumpah tidak akan melepaskan wanita ini.
"Youre mine Ms. Zayn Nagendra. Now, tommorrow and forever," bisik Zayn.
"Of course Mr. Z," jawab Jenna.
***
Mata Jenna masih tertutup rapat, berbeda dengan mata Zayn yang sejak lima menit yang lalu terbuka. Pria itu sedang menatap wajah cantik wanita di dalam pelukannya. Wanita itu sangat cantik, bahkan ketika tidur juga. Zayn benar benar terjatuh dengan pesona seorang Jennaira Adam. Wanita cantik yang sejak dalam kandungan sudah ia tunggu. Untunglah saat lahir berjenis kelamin wanita, bukan pria.
Memang sejak tante Jeni hamil, Zayn lah yang selalu menemaninya. Saat itu dia masih SD dan untungnya dia juga bersekolah di Indonesia. Namun saat dia sudah lulus SMA, dia harus pergi ke luar negeri untuk melanjutkan pendidikannya. Alhasilah dia harus pergi meninggalkan tante Jeni dan bayi manis yang sangat Zayn sayangi.
Bayi itu adalah Jenna. Dan bayi itu kini sudah dewasa. Apalagi Zayn sudah mengambil virginnya. Cukup aneh memang kenapa Zayn senafsu ini pada Jenna. Bahkan dia merencakan semuanya sejak lama. Tidak ada yang tahu tentang rencananya. Hanya dia yang tahu. Dan untungnya semua berjalan lancar. Dia berhasil mendapatkan Jenna dan sekarang Jenna mencintainya.
"Kamu milik ku," ucap Zayn.
__ADS_1
Pria itu mengecup pelan bibir Jenna dan sedikit menghis*pnya sebab kedua bibir Jenna terbuka. Zayn bahkan mengelus pelan dada Jenna yang penuh dengan bercak merah. Bercak itu adalah hasil karyanya semalam. Semalam benar benar indah, dia bisa merasakan milik Jenna dengan sangat lama dan berbagai gaya. Indahnya lagi dia dan Jenna melakukannya di area luar alias outdoor.
Zayn menarik tubuh Jenna dan memeluknya erat. Wanita itu sama sekali tidak terganggu dan masih tenang dalam tidurnya. Dasar kebo, untungnya Zayn tetap menyukainya
"Aku tidak akan membangunkan kamu sayang. Tapi aku harus bertemu Math, dia bilang ada hal penting," ucap Zayn. Memang Zayn sempat menerima telepon dari Math jika ada hal penting yang harus disampaikan pria itu. Zayn juga meminta bertemu nanti pagi saja.
Zayn bangkit dari tempat tidurnya setelah puas melahap bibir dan squishy Jenna. Sebenarnya Zayn masih belum puas, dia ingin yang lebih. Tapi mau bagaimana lagi, dia tidak boleh mengganggu tidur wanitanya. Takutnya wanitanya malah mereog dan uring uringan tidak jelas.
Sekitar tujuh menit Zayn bersiap, pria itu sudah selesai bersiap. Zayn mendekat ke arah kasur dan membenarkan letak selimut Jenna. Sebelum pergi pria itu dengan gilanya mengelus milik Jenna yang sudah ditumbuhi bulu bulu halus. Bahkan bukan hanya mengelus, namun Zayn juga memainakn area klit*ris milik Jenna. Tentu saja Jenna tergoda dan membuka kedua kakinya. Zayn terkekeh melihatnya.
"Aku akan membuat mu semakin binal sayang," ucap Zayn. Pria itu pun menarik tangannya dan pergi dari sana setelah membenarkan selimut Jenna.
Di luar hotel, tepatnya di depan pintu sudah ada Mathew. Pria itu memberi hormat pada Zayn.
"Ada apa?" Tanya Zayn.
"Eliza sedang dalam perjalanan menuju ke sini tuan. Dia juga diundang oleh tuan Anji," ucap Math.
"Benarkah? Bukannya semalam dia menjadi jal*ng di Indonesia?" Tanya Zayn.
"Dia memang melayani tiga pria semalam. Sepertinya dia menggunakan uangnya untuk kemari menyusul anda," ucap Math.
"Terus pantau dia, dan jangan sampai dia mendekat ke arah wanita ku."
__ADS_1
"Baik tuan."
Tbc.