One Night With Mr. Z

One Night With Mr. Z
85. Beban di Kantor Adam


__ADS_3

***


Setelah mengatakan itu, Jenna pun pergi dari sana. Malas sekali jika harus meladeni orang seperti Yura. Yang ada dia akan mengidap darah tinggi karena terus meladeni wanita itu. Sedangkan Yura terlihat mencak mencak. Ia kesal karena mulut lemes Jenna yang selalu mengatakan hal itu. Padahal kan Yura tidak seperti itu.


Tidak salah lagi mungkin maksudnya.


Yura saat ini berada di kantor milik Adam atas perintah papanya. Ia harus memantau Jenna karena wanita itu selalu bertindak diam diam dan boom, sudah terhitung empat karyawan tetap yang dipecat karena Jenna. Yura akui Jenna memang pintar mencari jejak kebusukan setiap orang orang yang akan atau sudah berkhianat pada perusahaan papinya. Untuk itulah Yura disini, selain dengan alasan ingin belajar tentang dunia bisnis ia juga ditugaskan untuk memata matai Jenna.


Bahkan Yura meminta ruangan di sebelah ruangan Jenna namun tidak diberikan oleh Adam karena ruangan itu adalah ruangan Anya.


Jenna mendudukan bokongnya di kursi kerjanya setelah sampai ke ruangannya. Sebelum bekerja, Jenna sempat mengecek notifikasi room chatnya dengan Zayn namun tidak ada apapun disana. Zayn tidak membalas pesannya. Mungkin dia sibuk. Lebih baik Jenna mulai bekerja saja.


Jenna mulai membuka satu per satu tumpukan map yang ada di mejanya. Ia mulai mencocokan datanya. Sebagian juga ada yang memerlukan tanda tangannya. Seharusnya itu di tanda tangani oleh Adam, namun Adam tidak ada jadi Jenna lah yang mengganti tanda tangan itu.


Tiba tiba pintunya diketuk.


"Masuk," ucap Jenna.


"Widih, bu Jejen fokus banget kerjanya. Gajinya gede ya?" Ucapnya. Jenna sudah hafal ini suara siapa. Ia pun berdecak kesal dan melihat ke arah orang itu.


"Paan sih Lee, gaji ya sesuai jabatan. Fokus mah harus kali," ucap Jenna.


"Hehe. Iya juga. Nih gue bawain oleh oleh, tapi bukan dari Padang, ribet soalnya bawa di pesawatnya jadi gue beli cake yang sering lo beli di toko biasa," ucap Ale.


"Ya namanya bukan oleh oleh anjir, orang lo beli di Jakarta. Aneh," ucap Jenna. Ia mengambil paper bag itu dan mengeluarkan cakenya. Harum menguar dari cake itu.


"Yaudah sih yang penting kan gue niat bawain lo buah tangan. Ngomong ngomong lo banyak kerjaan enggak?" Tanya Ale.


"Cuma ini aja, sisanya nunggu nanti siang suka ada dokumen susulan buat di tanda tanganin," ucap Jenna. Ale mengangguk samar. Matanya menjelajah isi ruangan Jenna. Sama halnya seperti ruangan kerjanya. Bedanya di meja ada tulisan :

__ADS_1


JENNAIRA ADAM ARC.


Asisten Presdir


"Lo asisten bokap lo?" Tanya Ale.


"Iye. Waktu bokap pergi gue yang handel semua pekerjaan beliau termasuk tanda tangan berkas penting sama meeting juga. Makanya bokap anteng banget pergi sama nyokap dengan alasan 'dinas' padahal gue tahu mereka liburan berdua doang," ucap Jenna.


Ale terkikik geli, "Sama lah kayak bokap nyokap gue. Semenjak gue handel resto, mereka sering pergi pergian dengan alasan 'mencari menu baru' padahal mereka holidey."


Jenna menganggukan kepalanya dan memakan kue yang dibawa Ale sembari mengerjakan beberapa berkasnya hingga selesai. Jadi ia bisa bebas mengobrol dengan Ale.


"Gue pesen makanan deh, gibah terus gak nyemil ya kurang apdol," ucap Ale.


"Pesen aja, nanti suruh kurirnya langsung anterin ke ruangan gue. Kasih tahu kurirnya juga buat gak ngasih orderan lo ke orang lain selain dia yang nganter. Soalnya disini ada si lont-," ucap Jenna.


"Hah? Lont-? Yura maksud lo?" Tanya Ale.


"Dia punya maksud tertentu kayaknya Jenn, lo kudu ati ati," ucap Ale.


Jenna menganggukan kepalanya, "Oh iya, semalem gue juga ketemu sama Mario. Dia sih yang nemuin gue dan maksa buat ngajak balikan lagi. Ya gue ogah lah. Gue marah, tapi marahnya sama Zayn."


"Bego. Marahin kok cowok lo sih bukan mantan lo," ucap Ale.


"Skip. Sekarang lo yang harus cerita awal mula lo ketemu sama Ryan gimana," ucap Jenna.


"Iya, hampir lupa tujuan gue kesini. Cape diteror mulu sama spam chat dari lo. Jadi gini, ..."


Ale menceritakan awal mula bagaimana ia bisa kenal dengan Ryan dan berakhir dengan kissing. Jenna menyimaknya sembari memakan cake di depannya. Bahkan cerita Ayu sempat terpotong karena ada kurir yang datang ke depan pintu ruangan Jenna.

__ADS_1


"Jadi gitu. Gue juga gak nyangka hubungan gue sama dia berjalan sampai saat ini. Mana dia juga sering bantuin gue buat bikin menu baru lagi. Seneng banget," ucap Ale. Ia memakan cemilan yang ia beli.


Jenna terdiam. Ternyata benar, Ryan yang dimaksud Ale adalah Ryan duggan Jenna. Ryan Andreas. Bahkan papanya juga menjadi donatur di acara amal itu. Tapi kenapa kelakuannya naudzubillah sekali. Jenna bingung harus memberitahu Ale atau tidak.


"Lo sendiri gimana sama Zayn?" Tanya Ale.


"Berjalan sebagaimana mestinya. Gue cuma ngikutin alur aja, soal perasaan gue masih belum tahu ini cinta atau bukan. Yang jelas gue nyaman sama dia dan ya, gue sedikit kangen sama dia. Dia gak balik balik," ucap Jenna.


"Mangnya dia kemane?" Tanya Ale.


"Amerika, perusahaan cabangnya bermasalah. Makanya dia harus kesana," ucap Jenna.


"Tajir bener sampe sampe punya perusahaan cabang doi," ucap Ale.


"Gelang ini, ini dikasih dia. Awalnya gue nerima karena gak enak buat nolak. Pas gue cek harganya gue syok berat. Mana ini edisi terbatas, pas nyokap mau beli juga udah gak ada," ucap Jenna.


Ale tertawa, "Ya pasti lah dia kasih barang gitu ke elo. Secara dia kayaknya beneran suka banget sama lo."


Jenna terdiam, effort yang diberikan Zayn selama ini memang sangat sangat besar. Bahkan pria itu tidak marah ketika Jenna mengatakan pada Zayn jika dia menjadikan Zayn sebagai pelampiasan.


"Dia gak marah waktu gue bilang gue jadiin dia pelampiasan dari Mario," ucap Jenna.


"WHAT?! LO GILA? COWOK SEGANTENG DIA LO JADIIN PELAMPIASAN MARIO YANG MUKANYA KAYAK TOPENG PULU PULU ITU?!" ucap Ale heboh.


"Ya gimana, gue juga gak nyadar. Tapi gue mencoba mencintai dia kok. Buktinya gue kangen sama dia, mana dia belum hubungin gue lagi," ucap Jenna.


"Hayoloh, nanti dia kepincut cewek Amerika yang bodynya montox," ucap Ale.


"Diem lo. Jangan bikin gue overthinking," ucap Jenna. Ale tertawa keras mendengarnya.

__ADS_1


Tanpa mereka ketahui, diluar ruangan Yura menguping diam diam karena pintu ruangan Jenna sedikit terbuka. Terlintas ide cemerlang di otaknya.


Tbc.


__ADS_2