One Night With Mr. Z

One Night With Mr. Z
104. Bimbang


__ADS_3

***


"Kita emang gak tahu rencana pencipta itu kayak gimana. Tapi aku bakalan tetep maksain buat sama kamu. Hanya kematian yang bisa memisahkan kita," ucap Zayn.


Jenna hanya menggelengkan kepalanya. Zayn memang pria keras kepala. Pria ini tidak akan mendengarkan apapun ucapan orang lain. Ia hanya akan mendengarkan apa yang ada di pikirannya.


Zayn terdiam menatap wanitanya yang sedang sibuk menonton. Dari samping saja Jenna secantik ini. Apalagi dari depan. Tuhan benar benar menciptakan Jenna dalam bentuk yang sempurna. Rasanya Zayn tidak akan rela membiarkan Jenna dengan pria lain. Jenna harus bersamanya. Zayn akan melawan siapa pun yang menghalangi siapa pun orang yang tidak setuju dengan hubungannya bersama Jenna. Bahkan jika perlu, Zayn akan menentang kehendak takdir. .


Tiba tiba pikirannya teringat masa lalunya, apa Zayn beritahu Jenna saja? Tapi Zayn benar benar belum siap. Ia tidak mau kehilangan Jenna jika Jenna mengetahui masa lalunya. Apa yang terjadi di masa lalu adalah ulah Eliza. Dia tidak tahu sama sekali apa yang terjadi saat itu.


Saat itu, mereka memang sudah merencanakan tunangan. Namun mereka selalu saja mengundurnya karena kesibukan Zayn. Mungkin saat itu Eliza termakan omongan gosip yang memberitakan Zayn akan dijodohkan dengan wanita lain yang bukan dirinya. Dan terjadilah hal itu, dimana Zayn mau tak mau harus bertanggung jawab atas apa yang tidak ia ketahui.


"Sayang," panggil Zayn.


"Apa?" Tanya Jenna.


"Hotel proyek kita yang di Bali sudah selesai. Setelah kamu sembuh kita akan kesana untuk meresmikan hotel itu," ucap Zayn.


"Kapan? Aku merasa aku udah sembuh kok," ucap Jenna.


"Besok gimana?" Tanya Zayn.


"Terserah kamu aja," putus Jenna.


"Bagus deh, kita berangkat besok aja. Siang hari, sekalian besok kamu packingnya aku bantu," ucap Zayn.


Jenna hanya mengangguk sekilas. Wanita itu menyudahi makan kelengkengnya dan pergi ke kamar mandi untuk gosok gigi dan cuci muka serta cuci kaki. Zayn mengekorinya. Ia juga ikut melakukan apa yang Jenna lakukan.


"Jangan pake sikat gigi aku, ambil itu di laci ada yang baru," ucap Jenna.


"Padahal kita bakalan nikah sayang, kan gak papa," ucap Zayn. Namun pria itu tetap mengambil yang baru dan menggosok giginya.

__ADS_1


"Gak bisa lah, meskipun kita udah nikah ya tetep harus pisah sikat gigi. Gak bisa sama sama pake yang itu," ucap Jenna.


"Oke, oke sayang. Udah beres kan?" Tanya Zayn.


"Udah. Kamu jangan tidur sekamar sama aku, takutnya mami sama papi tiba tiba datang. Kamu tidur di kamar tamu," ucap Jenna.


"Loh, kan biasanya kita tidur bareng bareng. Kok tiba tiba pisah," ucap Zayn tak terima. Toh biasanya mereka tidur bersama kan?


"Aku tahu, tapi kita enggak bisa terus terusan tidur bareng. Ingat, kita belum memiliki ikatan sakral. Aku harap kamu mengerti," ucap Jenna tersenyum. Zayn melengkungkan bibirnya ke bawah. Ia pun menarik Jenna ke dalam pelukannya dan mendaratkan kecupan di kepala Jenna.


"Ya udah ayo nikah sayang," ucap Zayn.


"Kita baru baikan loh, kamu mau bikin aku marah lagi?" Tanya Jenna.


"Iih, enggak gitu. Ya udah iya. Kiss dulu tapi," ucap Zayn. Jenna pun menurutinya dan mengecup sekilas bibir Zayn. Sebenarnya Zayn ingin sedikit ******* bibir itu, namun Jenna dengan cepat menghindar membuat kemauannya itu tidak terjadi. Zayn hanya bisa menghela nafasnya. Pria itu pun keluar dari dalam kamar Jenna. Namun bukan ke kamar tamu, melainkan tidur di sofa yang ada di depan kamar wanita itu. Zayn tidak mau jauh jauh dari Jenna.


Sementara itu di dalam kamar, Jenna mendudukan bokongnya diatas kasur. Ia menyandarkan bahunya pada kepala ranjang. Pikirannya kembali berkecamuk, ia mencintai Zayn tapi ia masih belum bisa mengatakan itu sebelum Zayn menceritakan masa lalunya. Jenna tahu itu masa lalunya, hanya saja Jenna merasa ada yang ditutupi oleh pria itu. Jika memang tidak ada apa apa sudah pasti Zayn akan menceritakannya bukan?


"Orang kaya serem serem ya? Apa apa di tutup sama duit, gumam Jenna.


Tak mau ambil pusing, Jenna memilih tidur saja. Dari pada ia memikirkan sesuatu hal yang tidak ia tahu malah menambah beban pikirannya.


***


Sudah pukul tiga dini hari namun Zayn masih belum bisa tertidur. Entah kenapa rasanya sulit sekali untuk tertidur. Tadi om Adam menelepon jika mereka tidak akan pulang dan meminta Zayn untuk menjaga Jenna. Zayn tentu saja mengiyakan.


Zayn belum siap memberi tahu Jenna tentang masa lalunya, ia takut jika Jenna mengetahui masa lalunya, maka Jenna akan pergi dari hidupnya. Zayn tidak mau hal itu terjadi. Zayn tidak mau kehilangan Jenna, ia sangat mencintai wanita itu. Belum pernah ia merasakan cinta seperti ini. Setiap bersama dengan Jenna, Zayn selalu merasa bahagia.


"Belum bobo?" Tanya Jenna. Wanita itu berdiri di pintu kamarnya sembari menguap.


"Kok bangun? Kenapa?" Tanya Zayn.

__ADS_1


"Mimpi kamu kiss sama Eliza, jadi kebangun," celetuk Jenna.


"Hah?!" Ucap Zayn melongo. Ia menarik lembut tangan Jenna yang sudah berada di dekatnya. Jenna duduk di samping Zayn.


"Sejauh mana hubungan kamu sama wanita itu? Jujur?!" Ucap Jenna galak.


"E-en-ggak sayang," ucap Zayn.


"Kamu bohong aku pergi sama cowok lain," ancam Jenna.


"Mana bisa gitu?! Gak bisa sayang," ucap Zayn.


"Di mimpi itu jelas banget kamu kiss sama dia. Aku gak suka, kamu punya aku," ucap Jenna geregetan. Wanita itu bahkan memukul mukul Zayn.


"Sayang, sayang. Hei, kamu kenapa? Kenapa kayak gini?" Tanya Zayn lembut.


"Mimpi, mimpi kamu malah milih Eliza dibanding aku. Mana kamu kiss sama dia di depan aku," ucap Jenna. Matanya sudah berkaca kaca.


"Sstt, itu gak mungkin terjadi. Aku gak suka sama dia, aku sukanya sama kamu. Hanya kamu dan kamu, gak ada orang lain," ucap Zayn.


"Dulu kamu kiss sama dia gak? Hubungan kalian sampai empat tahun, atau mungkin kamu tidur sama dia juga? Iya?!" Tanya Jenna kesal.


"Enggak sayang. Aku lepas perjaka sama kamu, apa kamu gak percaya sama aku?" Tanya Zayn.


Jenna menggelengkan kepalanya, "Enggak sebelum kamu jelasin masa lalu kamu sama dia. Aku gak bakalan percaya apapun yang kamu bilang sebelum kamu jelasin semuanya."


Zayn terdiam. Apa wanita ini sangat memikirkan tentang masa lalunya dengan Eliza? Sampai sampai semuanya terbawa ke mimpi?


"Aku...," ucap Zayn menggantung.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2