
***
Eliza benar benar sudah kalah telak. Ia seperti tidak memiliki harga diri lagi di depan Zayn dan keluarganya. Semua ini gara gara Jenna dan keluarganya. Eliza bersumpah akan membuat Jenna kehilangan nyawanya. Cepat atau lambat, karena jika Zayn tidak bisa bersamanya maka wanita lain pun tidak bisa. Zayn hanya boleh bersamanya, hanya bersama Eliza.
Eliza mendekati Zayn bukan semata mata karena rasa sayang dan cinta yang besar. Melainkan karena harta, pekerjaannya sedang sepi saat ini. Tidak ada lagi agensi yang menerimanya. Ada, hanya beberapa saja itu pun tidak dengan bayaran besar seperti biasanya. Karena itu Eliza sedang benar benar pusing memikirkan kebutuhan hidupnya. Kadang kala ia juga melayani pria hidung belang jika sudah kepepet. Mau tak mau, dari pada dia tidak bisa membeli apa yang dia inginkan.
"Kamu harus tahu Zayn, kita hampir tidur bersama. Dan aku pastikan itu akan terjadi," ucap Eliza.
"Semua itu karena jebakan. Andai aja waktu itu gak ada Ghani, mungkin gue udah harus terpaksa menikahi wanita kayak lo. Untungnya gue punya temen baik yang bisa diandelin," ucap Zayn. Pria itu menggenggam tangan Jenna dibawah meja. Sedangkan Jenna mengusapnya pelan menggunakan satu tangannya yang tidak di genggam. Ia memang sudah tahu hal ini, karena Zayn sudah menceritakannya. Jenna tidak perlu lagi takut, karena Zayn sudah terbuka padanya.
"Kesalahan? Terus apa yang kita lakukan selama pacaran, itu juga kesalahan? Ingat, kamu pernah puas-,"
"Cukup!!! Saya tidak mau mendengar omong kosong kamu. Pergi sekarang dari sini, anda bukan anggota keluarga. Jadi anda tidak diperlukan ada disini," ucap Lita memotong ucapan Eliza. Ia hanya berjaga jaga, takutnya Adam dan Jeni berubah pikiran. Belum lagi dengan Jenna yang akan menjalaninya.
"Seharusnya anda tahu malu, anda dan mas Zayn hanya masa lalu. Dan masa lalu kalian sudah selesai. Bukankah lebih baik jika kalian menjalani kehidupan masing masing?" Tanya Jenna. Wanita ini bersuara setelah memilih diam seribu bahasa.
"Gue gak mau denger ucapan lo wanita perebut," ucap Eliza.
"Wanita perebut? Memangnya anda masih memiliki hubungan dengan mas Zayn? Tidak kan? Anda dan dia sudah selesai bertahun tahun yang lalu. Seharusnya anda malu menampakan wajah anda di depan mas Zayn dan keluarganya atas apa yang anda lakukan dulu pada mereka. Bukan hanya kerugian material dan ekonomi saja, melainkan mental juga. Anda pikir saya tidak tahu seperti apa scandal anda dulu? Jangan buat saya untuk mengungkitnya lagi," ucap Jenna.
Eliza menghela nafas kasarnya. Ia kembali mengepalkan tangannya. Emosinya benar benar tidak stabil akibat Jenna dan keluarganya. Ditambah dengan penolakan Zayn juga mamanya. Eliza sepertinya sudah tidak memiliki peluang. Namun meskipun begitu, dia masih akan tetap memaksakan diri. Memaksa untuk berusaha bersama dengan Zayn agar hidupnya terjamin.
__ADS_1
"Itu, dibelakang anda. Bukannya pria itu pernah menjadi klien anda di club?" Tanya Jenna. Semua orang menolehkan kepalanya ke arah dimana Jenna menunjuk dengan dagunya. Disana ada seorang pria tua lebih tua dari Adam dan Rendra, pria itu sedang makan bersama dengan seorang wanita cantik berpenampilan seksi dan make up menor.
"Jangan asal bicara lo!!" Ucap Eliza.
Jenna memutar bola matanya malas, wanita itu mengambil tablet miliknya dan membuka email yang dikirimkan oleh orang suruhannya. Disana orang itu mengirimkan video dimana Eliza sedang menggoda pria dibelakang itu.
"Lihat kan? Jangan kira gue gak tahu apa apa soal lo, sekarang lo mending pergi dari sini atau video ini gue sebar. Semakin mereka tahu siapa lo yang sebenarnya, maka semakin tidak ada agensi yang akan mempekerjakan lo," ucap Jenna.
"F*ck!!" Umpat Eliza. Wanita itu pun pergi dari sana menanggung malu. Bagaimana tidak, video itu benar benar memperlihatkan dia beberapa hari yang lalu saat ia menggoda pria itu dan berakhir dengan mengangk*ng pada pria itu.
Jenna mengambil air putih dan meminumnya sampai habis. Ia benar benar emosi, kenapa juga harus ada dia di hidupnya dan Zayn.
"Sayang, maafin dia ya? Mama janji, setelah ini dia gak akan ganggu kalian lagi," ucap Lita.
"Gak akan ma. Dia akan tetap mengganggu mas Zayn. Selagi apa yang dia mau belum dia capai. Yang dia mau mas Zayn," ucap Jenna.
"Itu biar jadi urusan papa dan mama, Jenna. Kamu hanya perlu melanjutkan hubungan kamu dengan Zayn saja. Biar kami yang urus benalu itu," ucap Rendra.
"Itu benar Jenn, kamu harus percaya sama keluarga calon suami kamu. Masalah apa yang terjadi sama Zayn sama wanita itu di masa lalu, biarlah jadi masa lalu saja. Tugas kamu sekarang hanya melanjutkan hubungan kamu dengan Zayn. Ingat, acara tunangan kalian tinggal satu minggu lagi. Urusan dekor dan catering juga tamu undangan biar mami sama Lita yang urus," ucap Jeni.
"Jangan mewah mewah mi, ini cuma tunangan," ucap Jenna.
__ADS_1
"Tentu saja tidak bisa sayang, ini tunangan anak papi dan harus istimewa," ucap Adam.
"Itu benar, sekarang kalian pulang lalu istirahat. Nanti besok mama kirim beberapa background dekorasinya," ucap Lita. Wanita itu mengkode pada Zayn untuk membawa Jenna pulang.
"Memangnya kalian berempat belum mau pulang?" Tanya Jenna.
"Belum, kami masih memiliki urusan sayang. Pulang ya?" Ucap Jeni.
Jenna menghela nafasnya kemudian mengangguk. Ia pun pamitan pulang bersama dengan Zayn. Entah konsep tunangan seperti apa yang akan dipilih oleh kedua wanita sosialita itu. Jenna tidak tahu. Yang penting simpel.
Jenna menggandeng tangan Zayn kemudian berjalan keluar cafe menuju ke parkiran. Satu hari ini, ia benar benar lelah padahal tidak bekerja berat. Ia lelah karena harus menghadapi orang orang tidak bermutu di hidupnya. Pertama Mario, kedua Eliza. Kedua manusia ini benar benar gila sepertinya. Mereka masih mengganggu padahal sudah tidak memiliki hubungan apapun.
"Yang," panggil Zayn. Mereka berdua sudah berada di dalam mobil.
"Kenapa?" Tanya Jenna dengan nada rendah. Kentara sekali jika wanita ini kelelahan.
"Maafin aku," ucap Zayn. Jenna menyernyit, maaf? Kenapa pria ini meminta maaf?
"Maaf atas dasar apa mas? Karena kejadian tadi? Udah lah biarin, aku udah terbiasa juga. Aku cuma cape aja sama sikap mereka," ucap Jenna. Zayn menarik tubuh Jenna agar duduk diatas pangkuannya kemudian memeluknya. Jenna menurut, ia memang lelah dengan sikap kedua manusia itu. Apalagi jika mereka berdua sudah bertingkah.
Tbc.
__ADS_1