
***
Suara dentuman musik memekakan telinga Jenna. Ini kali kedua ia masuk ke dalam sebuah club. Jenna kira Zayn akan bertemu dengan teman temannya di restoran atau cafe tapi ternyata salah. Mereka janji temu di sebuah club elite.
Jenna memakai dress yang diberikan Zayn tadi. Sebuah dress berwarna baby pink yang panjangnya diatas lutut. Jenna mengcurly rambutnya dan menggerainya. Jenna terlihat seperti remaja usia belasan tahun dengan dress itu. Zayn tak salah memilihkan dress itu untuk wanita ini.
Mereka sudah sampai di club dan langsung memasuki ruangan privat. Di depan mereka tampak banyak minuman berwarna putih dan ungu pekat. Jenna masih ingat minuman itu yang membuatnya melakukan kebodohan bersama dengan Zayn.
Zayn bersandar pada bahu sofa yang ia duduki. Meminum wine yang tersedia dimeja. Jenna sebenarnya haus tapi di depan meja tidak ada air putih biasa. Hampir semuanya berwarna merah gelap.
Zayn sesekali melirik ke arah Jenna. Ia akui Jenna memang cantik bahkan hanya dilihat dari samping. Ryan diam diam memperhatikan gerak gerik temannya ini, ternyata dugaannya benar. Sekalinya tertarik pada berlain. Ryan akan bertaruh jika Zayn akan segera memiliki wanita ini.
Mereka duduk berenam disana. Jenna duduk disamping Zayn sedangkan di depan mereka duduk Ghani dan Ryan bersama wanita mereka. Jenna sudah menebaknya jika wanita itu adalah wanita penghibur. Terlihat dari penampilannya saja yang sangat sangat membuat mata Jenna tak ingin melihatnya.
Kedua wanita itu terus menuangkan minuman wine ke gelas Ghani dan Ryan. Kedua pria itu tanpa segan terus meminumnya sampai mereka sedikit teler namun belum mabuk. Tiba tiba Ghani menarik wanita itu ke atas pangkuannya dan mereka berciuman.
"Bajin*n! Disini ada kekasih Zayn," ucap Ryan.
"I don't care," balas Ghani. Tangan pria itu mengerayangi tubuh wanita dipangkuannya. Jenna ingin sekali kabur. Namun tangannya ditahan oleh Zayn.
Kini tiba giliran wanita yang duduk di sebelah Ryan. Wanita itu dengan sendirinya naik ke pangkuannya dan melakukan hal yang sama seperti Ghani dan wanitanya.
What teh f*ck!!!
Ternyata dugaan Jenna benar. Kedua itu suka bermain wanita. Kenapa Jenna harus berada disini?!!
__ADS_1
Jenna berdehem cukup keras. Ia kemudian mengambil tas kecil miliknya. "Maaf om, Jenna pengen ke toilet dulu."
Zayn tidak melepaskan tangan Jenna yang sednag ia genggam. Tatapan Zayn kali ini berbeda, tidak tajam ataupun biasa saja. Entah apa arti tatapan itu.
"Tetap disini," ucap Zayn.
"Maaf om, tapi Jenna ingin ke kamar mandi," ucap Jenna. Sungguh sangat Jenna ingin muntah saat ini juga melihat kelakuan wanita yang bersama Ghani. Wanita itu sudah membuka penutup dadanya yang menjadi mainan bagi Ghani
Zayn kembali minum winenya. Ia hampir menghabiskan satu botol. Jenna lantas menahan tangan Zayn yang akan kembali meminum wine itu. Tatapan Zayn sudah sayu. Ia menepis lengan Jenna yang menahan tangannya untuk meminum wine itu. Ia kemudian meminumnya sampai habis, namun tidak ia telan. Ia menarik tangan Jen a dan mendekatkan bibir mereka. Tangan Zayn mengunci pergerakan Jenna agar tidak banyak bergerak. Zayn dengan lihai meminumkan wine yang ada di mulutnya ke mulut Jenna.
Jenna berusaha menutup mulutnya namun satu tangan Zayn menekan pipinya. Mau tak mau Jenna membuka mulutnya. Sebagian wine keluar karena Jenna tidak mau meminumnya namun sebagiannya lagi masuk ke dalam tubuh Jenna. Saat Zayn melepaskannya, Jenna terbatuk batuk karena tersedak wine itu. Hidungnya memerah akibat sedakan itu.
Zayn sendiri kembali meminum wine itu dan terus meminumkannya pada Jenna. Tiga kali Zayn melakukan itu. Jenna cukup banyak meminumnya atas kuasa bibir Zayn.
"Kamu masih lemah dengan alkohol?" Tanya Zayn.
"Kenapa sih kasih Jenna minum itu," gerutu Jenna. Meskipun kepalanya pening tapi Jenna masih bisa berpikir jernih.
Saat Jenna memejamkan matanya, Zayn mengambil minuman berwarna putih layaknya air mineral biasa. Ia memberikannya pada Jenna. Jenna yang melihat warna air putih dan tidak ada aromanya ia pun meminumnya sampai habis. Namun saat air itu melewati tenggorokannya, rasanya cukup panas.
"Ini air apa om?" Tanya Jenna.
"Wine putih yang persis seperti air mineral. Hanya saja akan ada efek panas di tenggorokan ketika meminumnya," ucap Zayn. Pria itu masih sadar dan tidak terpengaruh sama sekali dengan alkohol.
"Kenapa dikasih ke Jenna sih? Kepala Jenna makin puyeng," ucap Jenna.
__ADS_1
"Kamu menerimanya kan? Jangan salahkan saya Jennai," ucap Zayn. Ia menelusupkan tangannya ke belakang tubuh Jenna. Perlahan Zayn menidurkan Jenna di sofa yang mereka duduki dengan bantalan bantal sofa.
"Mau ngapain?" Tanya Jenna pelan. Ia membuka sedikit matanya.
"Apa kamu tidak merindukan malam dimana kita bercinta? Aku sangat merindukannya Jennai," bisik Zayn. Mata elang pria itu menatap ke arah Jenna. Tubuh Jenna yang tidak kuat dengan alkohol pun semakin menunjukan reaksi. Sepertinya sebentar lagi Jenna akan tidak sadarkan diri.
Dan benar saja. Wanita itu sudah mengeluarkan racauan tidak jelas. Zayn tidak menyianyiakan kesempatan itu, ia langsung melahap bibir Jenna yang sejak tadi sudah menggodanya. Zayn melakukannya perlahan, ia akan membuat Jenna terbuai dengan ciumannya.
Tiba tiba Jenna melepaskan ciuman itu dan menatap wajah Zayn. Kedua tangannya berada di bahu Zayn karena posisinya Zayn menindih tubuh Jenna.
"Kenapa harus kayak gini Zayn? Kenapa kamu harus datang disaat aku sudah kecewa dengan pria? Aku menyukai mu, tapi aku takut," ucap Jenna membuat tubuh Zayn menegang.
Orang yang sedang mabuk katanya selalu mengatakan kejujuran bukan? Dan ini memang rencana Zayn.
Jenna terkikik geli dan memegang kedua pipi Zayn, "Aku beritahu sesuatu. Wajah mu sangat mirip dengan orang yang sudah tidur dengan ku."
"Apa kamu menyukai pria yang tidur bersama mu?" Tanya Zayn.
Jenna menganggukan kepalanya. "Tapi Mario pria jahat yang membuat ku jadi seperti ini."
Jenna terus meracau tidak jelas. Namun Zayn sangat senang karena ia mengetahui jika Jenna menyukainya. Pantas saja beberapa kali Jenna menerima dan membalas ciumannya. Bahkan tadi di pantai wanita itu lebih dulu menciumnya.
"Aku semakin yakin tidak akan melepaskan mu Jennaira Adam," ucap Zayn. Pria itu pun memangku tubuh Jenna keluar dari club itu.
Tbc.
__ADS_1