One Night With Mr. Z

One Night With Mr. Z
34. Bogeman Mentah Dari Cahu


__ADS_3

***


Jenna dan Cahu baru saja keluar dari dalam cafe tadi. Jenna dan Cahu terus saja mengeluarkan tawa mereka. Entah apa yang mereka tertawakan, yang jelas hanya Jenna dan Cahu yang tahu.


Kedua manusia itu memang memiliki selera humor yang rendah. Jadi yang menurut orang lain tidak lucu sama sekali, maka menurut mereka itu lucu. Bahkan sangat lucu.


"Bengek sumpah, cape gue ketawa," ucap Jenna.


"Ya sama lah Jenn," ucap Cahu. Mereka berdua berjalan menuju ke parkiran tempat dimana adanya motor Cahu.


Karena terlalu fokus tertawa, Jenna sampai tidak sadar jika ia menabrak seseorang. Tubuh Jenna hampir terhuyung jatuh, namun orang itu menahannya.


Jenna menaikan atensinya ke arah orang itu. Matanya membulat tatkala melihat siapa itu. Dia Mario, mantan kekasihnya. Cahu yang terkejut juga ingin ikut menahan tubuh Jenna, namun orang yang ditabrak Jenna lebih dulu menahannya.


Ada sebuah tatapan kerinduan jika Mario menyadari dari tatapan Jenna saat ini. Jujur saja ia memang sangat merindukan Mario. Namun sekarang situasinya sudah berbeda. Jenna buru buru tersadar dan melepaskan pegangan tangan Mario pada bahunya.


"Jenn, kamu gak papa?" Tanya Mario.


Jenna hanya menggelengkan kepalanya sekilas. Ia segera menarik tangan Cahu untuk pergi dari sana namun pria itu justru diam saja. Melayangkan tatapan emosi pada Mario.


"Bajing*n, akhirnya gue ketemu juga sama lo," ucap Cahu.


"Bajing*n? Maksud lo apa?" Tanya Mario tak mengerti.


Cahu hanya tersenyum miring, ia kemudian melayangkan bogeman mentah pada pipi kanan Cahu. Jenna menutup mulutnya terkejut. Ia melihat Mario yang tersungkur ke atas tanah. Pria itu terlihat kesakitan dan memegangi pipinya.


"Buat lo yang udah selingkuhin sepupu gue. Lo bangs*t, gak pantes sama Jenna. Gue pastiin lo bakalan menyesal karena udah buang berlian berharga kayak Jenna," ucap Cahu. Pria itu pun menarik tangan Jenna untuk pergi dari sana. Namun sebelum pergi, Cahu sempat menendang kaki Mario menggunakan kakinya. Jangan salah, tendangan itu cukup kuat sampai membuat Mario mengaduh kesakitan.


Jenna hanya diam saja saat tangannya ditarik oleh Cahu, namun tatapannya tetap mengarah pada Mario yang juga menatapnya. Entah apa arti tatapan Mario. Namun Jenna menduga jika itu tatapan kerinduan dan penyesalan, jika memang seperti itu kenapa Mario harus selingkuh?


"Udah gak usah lo lihat. Lo boleh sakit hati tapi lo gak boleh galauin cowok kayak dia. Lo pantes bahagia dan gak sama dia. Naik," ucap Cahu. Jenna menghela nafasnya dan naik ke atas motor.

__ADS_1


Motor melaju meninggalkan area parkiran cafe. Jenna tidak lagi melihat Mario saat ia akan pergi. Mungkin memang benar apa yang diucapkan Ale siang tadi. Jika Jenna ingin melupakan Mario, maka Jenna harus menikmati rasa sakitnya.


Jenna yakin Jenna bisa. Ia akan segera melupakan Mario.


***


Satu jam berlalu, Jenna sampai di rumahnya. Cahu juga ikut masuk sekalian menyapa orang tua Jenna. Mereka berjalan bersama masuk ke dalam rumah. Dari arah ruang tamu, samar samar ia mendengar suara percakapan seseorang. Entah siapa.


"Akhirnya kamu pulang," ucap Jeni. Jenna yang sedang menundukan kepalanya pun seketika menaikannya saat maminya berbicara.


"Malam tante," ucap Cahu.


"Loh, kamu?! Kok baru kesini sih?" Tanya Jeni.


"Iya tante, maaf. Cahu emang baru disini beberapa hari yang lalu," ucap Cahu.


"Sini Hu, kita makan bareng," ucap Adam.


"Enggak om, makasih. Cahu udah makan tadi sama Jenna. Cahu juga cuma mampir kesini, soalnya besok mau ke Palembang lagi," ucap Cahu.


"Iya om. Kalo gitu mari semuanya," ucap Cahu. Mereka semua menganggukan kepalanya.


"Balik gue ya? Jangan galau mulu, udah gue bogem dia," ucap Cahu. Jenna menganggukan kepalanya. Cahu pun menarik wanita itu ke dalam pelukannya.


"Lo bakalan cepet lupa sama dia kok. Tuh cowok itu juga kayaknya gak suka gue meluk lo. Dari tadi tatapan cowok itu tajem ke gue," ucap Cahu. Ia pun melepaskan pelukannya dan pergi dari sana. Sedangkan Jenna sudah mengubah ekspresinya yang tadinya murung kini jadi ceria.


Jeni mengajak putrinya itu bergabung dengannya. Disana juga tidak hanya ada mami dan papinya namun disana juga ada Zayn dan juga..., orang tuanya.


Kenapa tiba tiba ada orang tua pria itu disini? Apa sebelumnya maminya atau papinya ini mengenal keluarga Zayn?


"Jenna, ini tante Lita. Kamu mungkin lupa, soalnya kamu ketemu dia waktu masih kecil banget," ucap Jeni.

__ADS_1


Jenna tersenyum dan mengulurkan tangannya kemudian mencium punggung tangan wanita itu.


"Jenna udah besar banget ya? Gak nyangka bakalan secantik ini. Cocok banget sama Zayn," celetuknya.


"Sabar ma," ucap Rendra.


"Mama gak bisa sabar pah, mama gak mau Jenna jadi menantu orang lain loh. Jenna mau kan jadi mantunya tante?" Tanya Lita membuat Jenna terdiam. Ia hanya tersenyum kikuk.


Situasi macam apa ini?


Kenapa tiba tiba mamanya pria itu membahas tentang mantu? Tidak mungkin kan jika kedatangan mereka kesini untuk melamarnya?


"Lit, anak aku baru sampai. Lagi pula biarkan mereka berdua yang memutuskannya. Kan mereka juga yang akan menjalani hubungan ini," ucap Jeni.


"Kamu benar Jen, maafkan aku. Aku benar benar tidak bisa mengontrol diriku sendiri. Aku benar benar menginginkan anak mu menjadi menantu ku," ucap Lita.


"Jika memang berjodoh, mereka pasti akan bersama," ucap Adam.


"Maaf, Jenna boleh ke kamar dulu? Mau bersih bersih," ucap Jenna.


"Iya sayang gak papa, tapi beneran kamu udah makan sama Cahu?" Tanya Jeni.


"Udah mi. Tadi mampir ke rumah makan padang sama dia, terus jajan di cafe," ucap Jenna.


"Oke deh. Kalo lapar makan lagi aja," ucap Jeni. Jenna hanya mengangguk sekilas pergi ke kamarnya. Sejak datang ia sama sekali tidak melirik ke arah Zayn. Padahal pria itu sudah memperhatikannya sejak datang bersama Cahu tadi.


"Ngomong ngomong om, Cahu siapanya Jenna?" Tanya Zayn.


"Cahu kerabat jauh kami. Namun Jenna sangat dekat dengannya. Bahkan keluarga juga menjodoh jodohkan mereka," ucap Adam tersenyum geli melihat ekspresi Zayn. Ia memang sengaja mengatakan ini agar Zayn kepanasan.


"Kalah star kamu Zayn," ucap Rendra seakan mengerti tatapan Adam.

__ADS_1


Sedangkan Zayn hanya diam. Ia tidak akan pernah membiarkan Jenna bersama pria itu atau pun pria lain. Jenna hanya boleh bersamanya. Jika Jenna tidak mau maka Zayn sendiri yang akan membongkarnya ke depan orang tua mereka agar mereka bisa dinikahkan meskipun terpaksa. Zayn sendiri yang akan membuat Jenna mencintainya. Itu pasti.


Tbc.


__ADS_2