
Vote komen dulu dongggggggggg
***
Pagi hari disapa dengan udara cukup dingin dan berkabut. Membuat beberapa orang memilih untuk tetap bertahan diatas kasur sembari tubuh di lilit oleh selimut agar hangat.
Kedua orang tua Jenna dan Zayn sepertinya masih tidur. Sama halnya dengan Jenna. Wanita itu masih memejamkan matanya karena tidak cepat tidur setelah selesai berbicara dengan sahabatnya. Wanita itu kepikiran dengan nama pria yang kiss dengan sahabatnya.
Zayn harus mengancamnya dulu baru wanita itu mau tertidur di dalam pelukannya. Zayn terpaksa menyudahi kegiatannya di squishy Jenna karena wanita itu tidak tidur juga. Namun setelah Zayn memeluk dan mengusap pelan punggungnya, Jenna pun akhirnya terlelap.
Sudah pukul tujuh pagi namun wanita itu belum membuka matanya. Dia masih asik dengan tidurnya. Zayn sendiri sudah mulai workout sejak jam enam tadi. Tubuhnya sudah dibanjiri keringat. Apalagi perut kotak kotaknya tercetak jelas akibat licinnya keringat. Zayn melakukan **** up, push up, dan yang lainnya. Disini tidak ada alat gym, jadi Zayn hanya melakukan work out sebisanya saja.
Tak berselang lama, Jenna terusik dalam tidurnya saat tidak merasakan ada Zayn disampingnya. Wanita itu membuka matanya. Ia melirik ke arah samping, disana ada Zayn yang sedang melakukan push up. Tubuh pria itu sangat menawan sekali. Bahkan wajahnya akan berlipat kali lebih tampan dari biasanya ketika berkeringat.
"Aku tahu aku tampan sayang. Bangunlah, ikut berolah raga dengan ku," ucap Zayn. Ia bangun dan mengambil handuk kecil untuk mengelap keringatnya.
"Enggak mau, gak suka olahraga," ucap Jenna.
"Apa olahraga di atas kasur lebih kamu sukai?" Tanya Zayn.
"Mesum terus heran," ucap Jenna. Wanita itu pun berjalan menuju kamar mandi sembari membawa br* miliknya. Zayn terkekeh mendengar ucapan Jenna. Ia pun mengikuti Jenna masuk ke kamar mandi.
"Ngapain sih?" Tanya Jenna saat melihat Zayn ikut ikutan masuk.
"Mandi sayang. Mandiin ya?" Pinta Zayn.
"Dipikir kamu anak kecil apa, enggak mau om. Mandi sendiri aja," ucap Jenna.
"Mandi bareng sayang," ucap Zayn.
"Aku lagi menstruasi om, yakali aku bersihin di depan kamu. Malu lah," ucap Jenna.
"Ya sudah. Nanti kita makan pagi bareng, aku nanti ke kamar kamu," ucap Zayn. Jenna mengangguk sekilas dan menerima kecupan Zayn di bibirnya. Ia pun pergi dari kamar Zayn setelah selesai memakai br*.
__ADS_1
***
Pukul setengah delapan, Zayn sudah selesai mandi. Ia langsung berjalan ke depan kamar inap Jenna. Disana sudah terhidang beberapa menu makanan. Disana juga ada kedua orang tua mereka. Mereka bisa saja makan di resto yang ada disini, namun Jenna ingin makan disini. Ya sudah para orang tua dan Zayn hanya menuruti kemauan Jenna.
Jenna sarapan sup ayam dengan nasi sementara Zayn sarapan dengan ayam kecap. Para orang tua memilih menu nasi liwet yang menjadi makanan paling populer disini.
"Kegiatan kita siang ini apa?" Tanya Jeni.
"Terserah mami sama tante maunya apa. Disini ada area mancing, petik sayur, atau pun mau jalan jalan santai. Mami belum pernah kesini kan?" Ucap Jenna.
"Emang belum. Tempatnya indah juga ternyata, gak kalah sama luar negeri," ucap Jeni.
"Mami sih maunya luar negeri terus," ucap Jenna.
"Lit, mau apa nanti siang? Petik sayur atau mancing?" Tanya Jeni.
"Mancing aja deh, biar bapak bapak yang mancing. Jenna sama Zayn terserah," ucap Lita.
"Oke kalo gitu," ucap Jeni. Mereka semua melanjutkan acara makannya sampai habis. Setelah makanan habis, para orang tua langsung berjalan menuju ke area memancing. Sedangkan Jenna dan Zayn memilih untuk berjalan santai saja di sekitaran tempat ini.
"Mau kemana?" Tanya Zayn.
"Petik sayur yuk? Buat nanti kita makan siang," ucap Jenna.
"Boleh sayang."
Seorang petugas Kalasenja pun menunjukan dimana mereka harus memetik sayuran. Di area samping tempat mereka tinggal ada satu petak luas berisi berbagai tanaman sayuran yang sengaja di tanam. Jenna senang sekali saat melihat banyaknya hamparan sayuran disini.
"Silahkan nona, anda bisa memetik sayuran semau anda. Nanti anda tinggal memberikannya lagi kepada saya untuk dimasak dan dihidangkan pada anda," ucap petugas itu.
"Baik," ucap Jenna. Ia menarik tangan Zayn untuk masuk ke area kebun itu.
Jenna langsung tertarik dengan buah tomat yang sudah matang sempurna dan ukurannya juga sudah sangat besar.
__ADS_1
"Pelan pelan," ucap Zayn. Jenna hanya mengangguk sekilas dan kembali fokus mencari sayuran yang ia mau. Sedangkan di belakangnya, Zayn sibuk mengambil potret Jenna yang sedang memetik.
"Om lihat, cavendish-nya gede banget," ucap Jenna. Ternyata disana juga selain ada sayuran, ada juga pohon pisang, tanaman stroberi dan yang lainnya.
"Gedean punya aku yang. Kamu juga sering merem melek kalo aku masukin," celetuk Zayn.
"Ih, jangan dibahas. Gak suka," ucap Jenna.
"Yakin gak suka?" Goda Zayn.
"Iih, aku marah nih," ucap Jenna. Zayn menaha senyumnya dan mengecup kepala Jenna pelan.
"Gemesin banget sih," ucap Zayn.
Jenna tidak menanggapi ucapan Jenna dan kembali memetik. Ia memetik beberapa buah strawberry. Bahkan ia sudah memakannya satu buah. Namun saat ia akan memakannya lagi, Zayn melarangnya.
"Ada uletnya disini. Harus dicuci dulu dengan bersih," ucap Zayn.
"Iya iya," ucap Jenna. Zayn membantu kekasihnya itu memetik buah strawberry sampai setengah keranjang penuh. Tidak ada sayur yang ia petik, hanya tomat saja. Sisanya kebanyakan buah strawberry saja.
"Udah cukup om, kita minta cuci deh sama petugasnya. Naik ayunan itu yuk," ajak Jenna. Disana ternyata terdapat ayunan juga. Jenna dan Zayn duduk disana sembari menunggu strawberry-nya diberikan kepadanya.
Setelah strawberry berada di tangannya, Jenna langsung lahap memakannya. Ia menawari Zayn namun Zayn menggelengkan kepalanya.
"Ada cara lain untuk memakan strawberry," ucap Zayn.
"Oh ya? Gimana?" Tanya Jenna. Ia melahap strawberry itu dan menatap ke arah Zayn. Zayn sendiri langsung menarik tekuk Jenna. Ia memainkan bibirnya sehingga strawberry yang ada di mulut Jenna terasa ke mulutnya. Jenna melotot, ini tempat umum. Takutnya ada yang melihat kegiatan mereka.
Jenna mencoba mendorong tubuh Zayn namun Zayn tidak mau menghindar. Ia justru semakin memperdalam ciumannya sehingga strawberry itu berada di mulutnya.
Anehnya bukannya jijik, Zayn justru senang. Ia kembali memainkan bibirnya disana. Saling memagut dan bertukar saliva.
"Strawberry-nya sangat manis, ditambah dengan produk lipt yang kamu pakai ini. Rasanya benar benar enak," ucap Zayn tersenyum.
__ADS_1
Tbc.