One Night With Mr. Z

One Night With Mr. Z
88. Si Penggoda


__ADS_3

***


Hari senin tiba, meeting benar benar tidak digelar. Sepertinya Zayn memang sudah mengurus semuanya. Terbukti dengan tidak adanya pemberitahuan lagi setelahnya. Untunglah pria itu cepat kembali dan sudah mengurus semuanya. Jadi Jenna tidak perlu repot repot mengatur semuanya. Kedua orang tuanya juga sudah kembali dan sudah beraktivitas seperti biasa.


Pagi ini Jenna berangkat bersama Zayn seperti biasa. Bahkan pria itu mengantarnya sampai ke dalam ruangannya.


"Aku hampir lupa ingin membahas soal sahabat ku dengan teman mu," ucap Jenna.


"Teman ku? Siapaa?" Tanya Zayn.


"Ryan. Ryan Andreas," ucap Jenna.


"Oh dia, memangnya kenapa? Kenapa kita harus membahas hubungan mereka?" Tanya Zayn.


"Karena aku tahu Ryan selalu bermain wanita. Aku hanya tidak ingin teman ku sakit hati karena pria itu. Selama ini Ale tidak pernah pacaran lagi. Aku hanya takut Ryan mempermainkannya," ucap Jenna.


"Akan aku sampaikan soal itu nanti," ucap Zayn.


"Lalu, menurut om apa aku beritahu Ale soal Ryan yang sebenarnya?" Tanya Jenna.


"Lebih baik jangan. Itu urusan mereka, anggap kamu tidak mengetahui apa apa tentang itu," ucap Zayn. Ada benarnya juga, saat ini Ale sedang tergila gila dengan pria itu. Omongan Jenna sudah pasti tidak akan di dengar oleh gadis itu.


"Baiklah," ucap Jenna. Ia berjalan mendekat ke depan Zayn.


"Kamu temannya Ryan kan? Apa kamu bisa menjamin jika kamu tidak seperti dia pada wanita lain?" Tanya Jenna menyelidik.


"Tidak sayang. Aku hanya mencintai kamu dan akan selalu seperti itu," ucap Zayn.


"Okay, aku akan mempercayainya. Tapi jangan harap aku akan menemui om, ketika ada scandal yang memberitakan mu dengan wanita lain," ancam Jenna. Zayn tersenyum miring dan menarik pinggang Jenna.


"Ancaman mu sangat membuat ku takut. Tapi aku pastikan itu tidak akan pernah terjadi sayang," ucap Zayn. Ia mengecup sekilas bibir Jenna.


"Aku pergi dulu. Siang nanti aku jemput untuk makan siang," ucap Zayn. Jenna menganggukan kepalanya. Zayn pun pergi dari sana menuju ke kantornya. Setelah Zayn pergi, Jenna pun duduk di kursi kerjanya dan memulai pekerjaannya.

__ADS_1


Sementara itu di dalam lift, Zayn masuk bersama Yura. Sejak mereka masuk, Yura terus mengajaknya berbicara namun Zayn tidak menanggapinya. Ia tidak tertarik sama sekali dengan wanita ini. Wanita pemuas nafsu pria? Tapi dia tidak termasuk. Ia lebih puas bermain bersama dengan Jenna.


"Saya yakin anda tidak bisu tuan, kenapa anda tidak mengeluarkan sepatah kata mu dari mulut anda?" Tanya Yura. Lagi lagi Zayn hanya diam saja. Ia benar benar tidak berminat berbicara dengan wanita ini. Apalagi melihat tampilannya yang sudah seperti wanita di club saja.


Lift terasa sangat lama sekali. Padahal Zayn ingin segera pergi dari sana. Ia sudah muak mendengar ucapan wanita ini.


Ting..


Akhirnya. Zayn pun segera melesat pergi dari sana saat pintu lift terbuka. Ia sungguh sungguh tidak nyaman berada satu lift dengan wanita itu. Sementara Yura menghentakan kakinya kesal. Ia kembali menekan tombol lift untuk kembali ke lantai atas.


Setelah keluar dari dalam lift, Yura melangkahkan kakinya menuju ke ruangan Jenna. Ia masuk begitu saja tanpa mengetuk pintu.


"Sopan santun anda dimana? Atau mungkin sudah tidak punya?" Ucap Jenna tanpa mengalihkan pandangannya ke arah Yura. Ia fokus pada laptop yang ada di depannya.


"Cowok lo oke juga, tadi gue deketin dia tuh, ternyata dia cowok gampangan juga buat di sentuh," ucap Yura.


"Bukannya lo yang goda dia dan ajak dia bicara ya? Tapi dianya gak respon," ucap Jenna.


"Kasihan banget. Tingginya selangit, semoga pas jatoh langsung masuk ke liang lahat," ucap Jenna pedas.


"Jaga ucapan lo ya," ucap Yura emosi.


"Jaga juga sikap lo. Lo cuma karyawan disini, jangan seenaknya masuk ke ruangan gue tanpa ada perintah. Besok lo pindah ke perusahaan bokap lo, perusahaan gue terlalu bagus buat standar otak lo yang hanya 10 cc aja," ucap Jenna.


Yura mengepalkan tangannya dan pergi dari sana begitu saja. Niat hati ingin membuat Jenna kesal malah dia sendiri yang kesal dengan wanita itu.


Argghh, Yura ingin sekali mencakar wajah Jenna agar tidak semulus saat ini. Agar wajah wanita itu menjadi jelek.


Sementara di dalam ruangan. Jenna kembali mengaktifkan loudspeaker panggilannya dengan Zayn. Ia tahu kejadiannya seperti apa karena saat itu Zayn langsung meneleponnya tanpa berbicara pada Jenna. Jenna awalnya ingin menutup panggilan itu karena Zayn tidak kunjung berbicara, namun setelah mendengar Yura, Jenna pun tidak menutup panggilan itu. Ia mendengarkan semua ucapan Yura pada Zayn, sedangkan pria itu hanya diam saja.


"Sayang, jangan terlalu meladeni wanita itu. Aku akan menghubungi kamu lagi nanti," ucap Zayn.


"Sudah sampai?" Tanya Jenna.

__ADS_1


"Belum, beberapa menit lagi. Aku tutup teleponnya tidak papa?" Tanya Zayn.


"No problem. Aku juga sedang bekerja," ucap Jenna.


"Okay, see you dear," ucap Zayn.


"Ya."


***


Lita dan Rendra sedang berada di ruang tamu rumahnya. Niat hati mereka akan tidur saat ini, namun tidak disangka ada tamu tak diundang datang. Terpaksa mereka mengurungkan niatnya itu dan dengan terpaksa juga menerima tamu ini.


"Aku senang karena tante dan om masih dalam keadaan sehat. Maafkan aku yang jarang menemui kalian," ucapnya.


"Kami akan selalu sehat tanpa adanya kunjungan dari kamu. Justru hidup kami terutama putra kami lebih baik saat ini dibandingkan saat dulu," ucap Lita tersenyum paksa.


Wanita itu terkekeh pelan, "Aku pergi untuk pendidikan tante. Sebenarnya waktu itu aku memang tidak memikirkan soal pernikahan dengan anak kalian. Karena aku hanya ingin melanjutkan pendidikan dan kembali membawa gelar ke tanah air."


"Lalu maksud kamu apa dulu? Bukannya kamu sendiri yang bilang jika kamu sangat mencintai anak ku? Lalu kenapa kamu pergi meninggalkannya tanpa pamit?" Tanya Lita.


"Karena aku menderita sebuah penyakit tante. Aku pergi bukan hanya karena pendidikan saja. Tapi aku juga pergi untuk pengobatan. Aku sengaja tidak memberitahu siapa pun soal ini. Aku tidak mau menjadi beban untuk mereka," ucapnya.


"Dan apa tujuan kamu datang lagi? Apa kamu mau kembali menghancurkan kehidupan anak saya?" Tanya Lita.


"Bukan, justru aku kembali untuk memperbaiki semuanya," ucapnya.


"Apa yang harus diperbaiki? Dia sudah bahagia dengan wanita lain. Tolong jangan mengganggu mereka, karena sampai kapan pun aku tidak akan menyetujui kembalinya hubungan kau dan anak ku," ucap Lita kesal.


"Tidak tante. Zayn hanya akan bahagia dengan Eliza, tidak dengan wanita lain," ucapnya.


Tbc.


🥹🥹🥹👍

__ADS_1


__ADS_2