One Night With Mr. Z

One Night With Mr. Z
148. Pembohong


__ADS_3

***


Ryan menatap wajah Ale yang sangat pucat pasi. Wanita itu belum juga membuka matanya setelah beberapa jam lalu pingsan. Infusan menancap di punggung tangan kirinya. Ale sedang di rawat namun di apartement bukan di rumah sakit. Ryan memang sengaja melakukan hal ini semata mata karena dia ingin memantau keadaan wanitanya. Masih ada beberapa jam lagi untuk menuju malam. Kedua orang tua Ale sudah berada di Jakarta, namun untungnya mereka tidak menanyakan Ale dimana. Bahkan Ryan sudah berteleponan dengan mama dan papa Ale. Mereka menyambutnya dengan hangat. Semoga saja tak lama lagi, Ale yang menyambutnya hangat.


"Babe," panggil Ryan saat Ale menggerakan jari jari tangannya. Tak lama matanya terbuka.


"Minum," ucap Ale. Ryan dengan cepat membantu Ale untuk minum air putih menggunakan pipet.


"Bagaimana kondisi kamu?" Tanya Ryan.


"Virgin aku udah gak ada," ucap Ale ketus.


Ryan mengernyit heran, "Bukannya nanti juga akan hilang? Jadi bagaimana, kamu sudah menerima kejadian ini?"


"Tidak, tidak akan pernah. Aku tidak akan pernah melupakan dendam ku kepada mu," ucap Ale.


"Teruskan. Aku tidak akan melarang mu, apapun yang kamu mau aku akan selalu menerima dan menurutinya. Salahkan dirimu yang membuat ku tertarik sampai harus menjerat kamu dengan cara seperti ini," ucap Ryan.


"Bagaimana dengan wanita sewaan kamu?" Tanya Ale.


"Aku tidak memiliki hubungan lebih selain sebagai penyewa babe. Aku sehat dan tidak memiliku riwayat penyakit apapun. Kamu jangan khawatir," ucap Ryan.

__ADS_1


"Untuk apa kamu mengatakan kamu sehat? Siapa yang akan menerima mu? Aku? Tidak akan," ucap Ale. Wanita itu kembali memejamkan matanya. Sepertinya tubuhnya masih sedikit membutuhkan istirahat.


"Terserah babe, aku tidak akan pernah mendengar penolakan kamu. Yang harus kamu tahu aku benar benar mencintai kamu. Aku panggil dokter dulu," ucap Ryan. Pria itu pun pergi dari kamarnya untuk memanggil dokter yang menangani Ale yang tidak lain dan tidak bukan adalah sepupunya sendiri.


"Cih, siapa yang mau nerima dia? Tapi kalo enggak dinikahin gue hamil anak ini tanpa bapak dong?" Gumam Ale.


Sebagaimana pun dia menolak Ryan, Ale akan tetap memikirkan anak yang berada di kandungannya. Perihal dia mengatakan akan menggugurkan anak ini itu semua adalah kebohongan. Dia sengaja mengatakan hal ini tidak lain agar Ryan melepaskannya. Tapi semakin Ale bertingkah Ryan semakin gila.


"Mimpi apa gue bisa kenal cowok kayak gitu? Udah mah enggak perjaka ting ting lagi. Suka culak colok sana sini, malah dapetnya gue yang masing ting ting," ucap Ale.


Tak lama, dokter datang dan memeriksa keadaan Ale membuat wanita itu kembali diam dan tidak mengatakan apa apa. Di depan Ryan, Ale memang akan ketus terus menerus sepertinya. Dia masih tidak terima dengan perilaku Ryan terhadapnya.


"Keadaan nona Alesha sudah lebih stabil dari sebelumnya. Tolong diperhatikan kesehatannya lagi supaya tidak mudah drop. Saya sudab resepkan obat, jangan lupa rutin di minum sehari tiga kali," ucal dokter.


Ale tidak mau makan, dia masih enggan makan. Jadi dia memilih untuk tidur lagi saja supaya kondisinya cepat fit agar bisa dengan cepat juga kabur dari sini. Bahkan dari genggaman Ryan.


***


Malam hari pun tiba, kondisi Ale sudah jauh lebih baik dari sebelumnya. Wanita itu dipaksa ikut bersama dengan Ryan untuk bertemu kedua orang tua mereka. Sebenarnya Ale sangat malas karena dia tidak menyukai Ryan.


Namun Ale adalah pembohong. Dia berbohong soal dia tidak menyukai Ryan. Aslinya wanita itu sangat mencintai pria ini. Namun ia selalu ditampar kenyataan dengan Ryan yang menjadi player. Bahkan tidak terhitung berapa banyak wanita yang ia tiduri untuk menuntaskan hasrat bejatnya itu.

__ADS_1


Ale bukan tidak mau menerimanya. Ia hanta takut suatu hari nanti akan ada wanita yang datang dan mengatakan jika dia hamil anak Ryan dengan kondisi, Ale dan Ryan sudah menikah. Ale benar benar tidak mau hal itu sampai terjadi. Ia tidak mau membayangkannya.


Ale terpaksa ikut karena ancaman yang diberikan Ryan bukan main main. Selain menghancurkan restoran milik keluarganya, Ryan akan menyebarkan video dimana Ale dan dia sedang dalam posisi yang tidak enak dipandang orang lain. Iya, Ryan sudah menunjukan video itu pada Ale. Reaksi Ale tentu saja marah, ia bahkan sampai melempar ponsel mahal Ryan ke atas lantai sampai layar ponselnya retak tak berbentuk lagi.


"Ingat ucapan ku, jangan sampai menimbulkan kecurigaan. Aku memegang kartu as mu, jadi menurutlah selagi itu kebaikan untuk mu," ucap Ryan sembari mengecup pelan bibir Ale.


Ale mendengus pelan mendengar ucapan Ryan. Ia tidak berbicara apa apa. Ia hanya mengikuti langkah kaki Ryan menuju ke mobil pria itu. Karena mereka akan segera menuju ke lokasi dimana diadakannya pertemuan kedua keluarga itu. Ale dibantu masuk ke dalam mobil oleh Ryan. Mobil melaju saat kedua orang tersebut masuk. Ale menjaga jaraknya dari Ryan namun dengan cepat Ryan menarik pinggang wanita itu dan memeluknya erat. Ia tidak akan melepaskan wanita ini, sampai kapan pun.


Ternyata seperti ini rasanya, pantas saja Zayn langsung menjerat Jenna. Ryan termakan omongan sendiri. Ia sangat tidak sabar untuk menikahi Ale, namun sebelum menikahi wanita ini, Ryan harus menunggu Zayn dan Jenna tunangan dulu. Itu sudah menjadi kesepakatan kedua pria ini.


Ryan menekan tombol yang berada di sampingnya sehingga mobil pun tertutup di bagian antara pengemudi dan penumpang. Ale melirik ke arah Ryan dengan ekor matanya. Pria ini mau apa? Kenapa dia memasang pemisah?


"Aku ingin melakukan sesuatu sehingga menutup tirai ini," bisik Ryan. Tubuh Ale meremang mendapatkan bisikan iblis di sampingnya. Ryan mengambil tangan Ale dan meletakannya diatas miliknya yang sudah sedikit mengembung akibat bereaksi. Ale terkejut dan menarik tangannya namun kesusahan karena Ryan menahannya ditambah lagi bibirnya juga di bungkam. Pria ini benar benar gila!!


"Mmmpptthh," gumam Ale saat bibirnya di bungkam. Bahkan kini tangannya sudah tidak berada di tempat terlarang itu. Tetapi pantatnya yang berada disana karena Ryan menarik tubuhnya kemudian memangkunya.


"Bagaimana? Merasakannya?" Tanya Ryan setelah ciuman terlepas.


"Gila!! Dasar iblis mesum," ucap Ale. Dia menarik tubuhnya agar turun dari atas pangkuan Ryan, namun Ryan menahannya. Ia ingin posisi seperti ini. Posisi dimana miliknya ditekan oleh bokong wanita ini.


"Aku tidak bisa menjamin untuk tidak menyentuh kamu," ucap Ryan sembari merem*s bagian dada Ale.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2