
***
"Jangan pergi pergi lagi. Aku gak suka ditinggalin kamu mas."
Hati Zayn menghangat mendengar ucapan wanitanya. Jenna sekarang sudah benar benar mencintainya, sama sepertinya. Tentu saja Zayn sangat senang bukan main. Jenna menyukainya sekarang, tidak ada hal yang lebih membahagiakan lagi dari pada hal ini. Usahanya selama ini benar benar sudah berhasil dan sudah terbayarkan saat ini.
Jenna, wanita yang memiliki trauma dan rasa sakit hati pada seorang pria saat bertemu dengan Zayn. Pertemuan mereka yang tidak disengaja dan malah melakukan hal diluar dugaan saat pertama kali bertemu, ternyata dari pertemuan itu dia malah memiliki Jenna. Memang iya, awalnya Zayn sangat memaksa hubungan ini pada Jenna. Bahkan dia menyakiti Jenna dengan mengancam wanita ini, untungnya wanita ini takut dan menjadi penurut padanya. Namun seiring berjalannya waktu, cinta baru sepertinya mulai tumbuh di hatinya.
Bukan perkara mudah untuk mendapatkan Jenna. Wanita ini benar benar sulit untuk ditaklukan. Mengancam Jenna saja Zayn harus mengeluarkan effort. Jika saja mereka tidak tidur saat pertama kali bertemu, mungkin Jenna tidak akan mau padanya.
"Gak akan sayang. Tadi emang bener bener urgent, jadi aku keluae sebentar. Lagian enggak ke luar rumah sakit, tapi keluar ruangan kamu. Aku gak mau pembicaraan ku mengganggu istirahat kamu tadi," ucap Zayn.
"Emang bicarain apa? Sama siapa?" Tanya Jenna.
"Mathew, pekerjaan," jawab Zayn.
Namun Jenna tidak merasa puas dengan jawaban yang diberikan oleh Zayn. Apa hanya membicarakan pekerjaan harus sampai bertemu? Biasanya Zayn akan menelepon Mathew, bukan bertemu untuk membicarakan masalah pekerjaan.
"Jangan bohong mas, aku gak suka di bohongin," ucap Jenna.
"Mas enggak bohong sayang, beneran masalah pekerjaan. Emang iya biasanya kita bicarain masalah pekerjaan di telepon, tapi tadi Math sekalian bawa beberapa berkas yang harus mas tanda tangan," ucap Zayn.
"Gitu ya?" Tanya Jenna.
__ADS_1
"Iya sayang," jawab Zayn.
"Ya udah sini bobo. Aku pengen dipeluk kamu bobonya," ucap Jenna.
Zayn tersenyum lalu mengangguk. Pria itu naik ke atas brankar Jenna dengan perlahan dan menarik Jenna juga untuk tiduran diatas tangannya. Jenna masih tetap tidur miring, luka di punggungnya belum mengering. Jadi dia belum bisa tidur terlentang. Paling paling miring ke kiri dan kanan atau tengkurap.
"Pernikahan kita tinggal beberapa minggu lagi ta mas," ucap Jenna. Wanita itu membuat garis abstrak diatas perut Zayn.
"Iya, gak sabar banget orang tahu kalo kamu milik aku sepenuhnya," ucap Zayn.
"Sama. Aku kayaknya harus prepare, mantan kamu bakalan lebih gila lagi kalo tahu aku udah jadi istri sah kamu," ucap Jenna.
Benar. Selain Jenna, Zayn juga harus prepare untuk keselamatan Jenna. Dia tidak mau sampai hal ini terjadi lagi. Karena bagaimana pun tugasnya adalah melindungi Jenna. Apalagi kecelakaan ini juga disebabkan karena orang dimasa lalunya. Zayn masih bingung, kenapa di masa lalu dia bisa mencintai wanita ular seperti Eliza.
"Love you too," bisik Jenna sembari mengecup pelan bibir Zayn.
***
Sebagai orang tua, baik Jeni atau pun Adam tentunya sangat khawatir dengan apa yang telah menimpa Jenna saat ini. Entah kenapa ada sedikit perasaan tidak rela melihat anaknya yang diperlakukan seperti itu. Yang namanya mantan itu masa lalu, tapi kenapa di masa sekarang dia datang kembali? Jeni masih tidak habis pikir. Bagaimana bisa wanita yang statusnya sudah jadi mantan dari Zayn malah kembali dan merusak kehidupan Zayn dengan wanita yang lainnya.
Entah harga dirinya sudah tidak ada atau memang dia tidak memiliki harga diri, Jeni tidak tahu. Yang jelas hal ini benar benar mirip dengan kejadiannya di masa lalu saat masih belum menikah dengan Adam. Namun bedanya wanita pengganggu itu tidak sampai membuatnya terluka karena Jeni dilindungi oleh almarhum papanya yang sudah tiada.
"Mi," panggil Adam. Jeni menoleh dan tersenyum ke arah suaminya. Ia merentangkan satu tangannya, mengkode pada pria ini untuk duduk di sebelahnya.
__ADS_1
"Mami kenapa?" Tanya Adam. Pria itu memeluk istrinya yang sudah menyandarkan kepalanya di dadanya.
"Mami kepikiran Jenna pi. Masalah kayak gini, dulu juga menimpa mami. Papi inget gak? Mantan kamu itu loh yang ngebet banget sama kamu," ucap Jeni.
"Ah, iya wanita gila itu. Tenang saja sayang, Zayn pasti akan melindunginya. Aku yakin itu, karena aku melihat jika Zayn memang benar benar sudah sangat mencintai anak kita," ucap Adam.
"Hati manusia itu mudah berubah mas, kita gak bisa jamin di masa nanti Zayn akan tetap seperti ini ke anak kita. Aku cuma takut aja, sebagai mami tentunya aku gak mau Jenna sakit hati lagi. Udah cukup dia dibuat sakit hati oleh mantannya yang dulu. Ditambah Jenna jarang banget bicara sama mami soal apa yang dia rasakan. Dia lebih sering memendam perasaannya," ucap Jeni.
"Setahu aku, Jenna anak yang mandiri. Entah itu soal perasaan atau soal apapun, anak itu akan tetap memendam dan menyelesaikan masalahnya sendiri. Dia gak mau ngerepotin kamu atau orang lain," ucap Adam.
Tentu saja sebagai seorang ayah kandung dari Jenna, dia tahu seperti apa tabiat anaknya itu. Jenna memang manja, namun sifat manjanya itu hanya sesaat. Mungkin ketika dia sedang lelah pastinya dia akan membutuhkan seseorang yang menyayanginya setulus hati.
"Ya memang pi, tapi mami tetep aja khawatir lah. Gimana pun mami ini mami kandungnya, mami juga cewek, mami bisa merasakan apa yang dirasakan oleh Jenna," ucap Jeni.
"Iya mami. Mami emang paling perasa dan paling peka. Papi tahu itu kok, makanya papi sayang dan memilih menikah dengan mami. Selain mami cantik, goyangan mami juga enak," ucap Adam.
"Papi!!! Aku lagi serius, bisa gak kalo gak bicara soal gitu. Malah nambah kesel aja tahu gak," ucap Jeni galak.
Lihat kan, sifat galak Jenna turunan dari siapa? Jeni dan Jenna memang bagai pinang dibelah dua. Jenna adalah Jeni versi mudanya. Bahkan ketika melihat Jenna saat ini, Jeni selalu merasa seperti deja vu. Dari Jenna, dia bisa kembali mengingat masa mudanya yang sangat indah.
Sama seperti Adam yang memanjakan Jenna, Jeni pun diperlakukan seperti itu oleh almarhum papanya dulu. Jeni ingat, papanya adalah orang yang selalu mengutamakan kebahagiaannya. Sayangnya, tuhan lebih menyayanginya dan mengambilnya begitu cepat. Tidak hanya itu, satu bulan setelah papanya pergi untuk selama pamanya, mamanya juga ikut menyusulnya. Alhasil hanya Adam yang Jeni miliki.
Tbc.
__ADS_1