One Night With Mr. Z

One Night With Mr. Z
158. Si Suara Toa


__ADS_3

***


Pertengakaran semalam untunglah tidak berakhir diatas kasur. Meskipun Jenna masih kesal, dia berusaha tetap menerimanya dengan alasan tidak mau kembali melakukan hubungan intim dengan Zayn. Jenna menolaknya karena memang dengan alasan yang logis dan masuk di akal. Dia tidak ingin melakukan hubungan intim itu lagi sebelum menikah. Kedua, dia tidak mau sampai hamil diluar nikah. Dan ketiga, miliknya harus kembali rapat sebelum Zayn kembali menghajarnya di malam pertama pernikahan.


Zayn mencintai Jenna, apapun yang diinginkan oleh Jenna pasti Zayn akan menurutinya. Pria itu bucin tanpa rayuan Jenna. Mungkin dengan sikap Jenna, iya. Zayn benar benar tunduk dan menurut pada Jenna. Jika dibandingkan dengan mamanya Zayn, Jenna lebih bisa cepat membuat Zayn menuruti apa yang ia mau. Istilahnya, Zayn sangat penurut pada Jenna.


Jenna tidak pernah menyangka jika Zayn adalah pelabuhan terakhirnya. Jika saja dia sudah tahu, mungkin dia tidak akan menjalin hubungan dengan Mario. Sudah disakiti tapi Jenna masih saja diganggu oleh Mario. Benar benar mantan yang meresahkan. Sama halnya dengan Eliza. Sepertinya mereka berdua berjodoh, buktinya sikap dan sifat mereka itu sama. Sama sama suka mengganggu. Namun sampai saat ini, Jenna belum tahu maksud Mario kembali mendekatinya. Entah memang dia tulus ingin memperbaiki, entah ada maksud lain. Jenna tidak tahu.


Namun meskipun begitu, Jenna tetap tidak akan mau kembali pada Mario. Jelas saja, alasannya karena Mario sudah menduakannya. Penyakit selingkuh itu akan selalu ada pada seseorang, dan sembuhnya juga lama. Terlebih lagi, sekarang Jenna sudah bersama dengan Zayn. Tidak mungkin baginya untuk meninggalkan Zayn. Karena pria ini juga sudah pasti tidak akan melepaskannya. Apalagi Zayn sudah berikrar jika dia tidak akan melepaskan Jenna apapun alasannya.


Jenna terbangun lebih dulu dibandingkan dengan Zayn. Wanita itu menatap ke arah Zayn yang masih tertidur lelap. Wajah mesum ini sangat damai ketika tertidur, berbeda ketika Zayn sedang sadar. Mesumnya berlipat lipat. Jenna sampai tidak habis pikir dengan sikap Zayn ini.


"Pria mesumnya Jenna. Dasar, dedeknya baperan banget sih mas. Di senggol dikit langsung berdiri," ucap Jenna tersenyum kecil.


"Sayangnya Jenna, jangan nakal ya? Kalo nakal dedeknya Jenna potong potong, terus Jenna kasih makan ke ikan peliharaan papi di kolam belakang," ucap Jenna.


Bayangkan saja milik Zayn yang panjang besar seperti sosis produksi orang luar lalu di potong potong bulat. Err, membayangkannya saja sudah membuat Jenna kegelian sekaligus takut.


Jenna pun bangun dari tidurnya dan berjalan ke kamar mandi untuk mencuci wajah dan menggosok giginya. Jenna belum berniat mandi, hari ini dia sudah tidak diijinkan masuk ke dalam kantor. Sebab dalam waktu satu minggu dia akan melangsungkan acara tukar cincin dengan Zayn. Maminya melarang keras Jenna untuk ke kantor. Sebenarnya Jenna menolak, namun sebagai anak yang baik dia harus menurutinya bukan?


Jenna keluar dari dalam kamar mandi setelah selesai menggoosok gigi dan cuci muka. Wanita itu membetulakn letak bando yang dia pakai kemudian keluar dari dalam kamar mandi. Di kamar, Zayn masih tertidur lelap. Tumben sekali, padahal sudah pukul tujuh siang. Jenna memilih untuk tidak membangunkannya dan berjalan keluar kamar untuk memasak.


Jenna membuka kulkas miliknya, disana ada sisa sayuran. Ia pun mengeluarkan semuanya dan mulai mencucinya baru memotongnya. Terlintas di pikirannya untuk membuat capcay. Ia pun mulai menumisnya sembari menggoreng ayam ungkep yang masih ada stok di kulkasnya. Tidak banyak, Jenna hanya membuat beberapa makanan saja. Toh hanya mereka berdua yang makan. Tak lupa Jenna juga memasak nasi di rice cooker.

__ADS_1


Jenna asik memasak. Sebenarnya ini adalah hobinya, namun setelah bekerja dia jarang sekali memasak. Sebab dia sibuk bekerja dan tidak sempat. Alternatifnya, selain mengorder makanan dari luar, dia kadang pulang ke rumah untuk perbaikan gizi.


"Ale belum gue kasih tahu kalo gue mau tunangan. Apa gue hubungin sekarang aja?" Tanya Jenna. Ia nampak berpikir kemudian menganggukan kepalanya. Toh capcay miliknya sudah matang tinggal di angkat saja. Goreng ayam juga sudah selesai. Tinggal menunggu nasinya matang.


Jenna mengambil ponselnya dan menghubungi Ale. Tumben sekali langsung diangkat, biasanya manusia itu masih ngebo jam jam seperti ini.


"HALLO BESTI KUU.. KANGEN YAA?" Tanya Ale di sebrang telepon.


"Kagak. Beli pede dimana lo? Kepedeannya tinggi banget," ucap Jenna. Wanita itu duduk di meja bar yang ada disana.


"Hahaha, ya kan siapa tahu Jennai. Ngomong ngomong ada apa? Masih pagi udah nelpon kayak Ryan aja," ucap Ale.


"Lo kenapa kayak bahagia banget? Dapet duda kaya lo?" Tanya Jenna.


"Si anjir, mentang mentang kagak ada Ryan. Tunggu tanggal mainnya sayang, lo bakalan di klaim sama Ryan. Persis nasib hidup gue," ucap Jenna.


"Gak dulu ya anjir! Gue masih sibuk sama karir, belum kepikiran buat nikah. So, lo duluan aja yang nikah. Gue mah santai aja dulu," ucap Ale.


"Satu minggu lagi gue tunangan," ucap Jenna.


"APA?! SATU MINGGU LAGI? GILA YA LO? KENAPA BARU NGASIH TAHU GUE HAH?!" Teriak Ale.


Wanita itu terdengar marah. Jenna sampai harus menjauhkan ponsel miliknya dari telinganya saking kencangnya teriakan itu.

__ADS_1


"Bangs*t lo! Pagi pagi tuh sarapan ya makan nasi atau gak roti bukan toa yang lo makan," ucap Jenna kesal.


"YA ABISNYA LO BIKIN KESEL. MASA SEMINGGU LAGI? KAN GUE BELUM PUNYA GAUN BUAT MENYAKSIKAN LO TUKAR CINCIN SAMA ZAYN HENSEM ITU," ucap Ale.


"Gaun lo banyak anjir, mau nambah berapa lagi? Gak cukup dengan gaun yang dikasih Ryan? Masa masih mau beli," ucap Jenna.


"Ya masa pake yang itu, modelnya kolot banget Jenn. Gue aja ampe eneg lihatnya, semua gaunnya lengan panjang. Kan gak seru," ucap Ale.


"Serah lo deh. Gue cuma mau ngabarin itu aja, nanti undangan nyusul. Bye," ucap Jenna.


"Oke, oke. Bye," ucap Ale.


Tut.


Panggilan pun terputus. Jenna benar benar tidak habis pikir, kenapa dia memiliki seorang teman bermulut sekereas toa? Apa makanan pokok Ale adalah toa mesjid. Aneh sekali.


"Oh iya, mama Lita kayaknya udah kirim model background dekorasi tunangannya deh. Mami juga kayaknya kirim list undangan," ucap Jenna. Ia membuka ponselnya dan melihat room chat group yang dibuat mami Jeni. Disana berisi dua keluarga. Natapraja dan Wicaksono.


"Emang tunangan gue mau hebring ya? Kok banyak banget tamu undangannya?" Gumam Jenna.


Tbc.


Semangat akhir bulan🤧

__ADS_1


__ADS_2