One Night With Mr. Z

One Night With Mr. Z
177. Menggoda Jenna


__ADS_3

***


Selesai dari acara Jenna dan Zayn, Ale memutuskan untuk pulang ke rumah orang tuanya. Sudah lama juga dia tidak tidur di kamar kesayangannya itu. Karena setelab mengenal Ryan lebih jauh, dia dipaksa tinggal di apartement. Ryan selalu mengancamnya, mau tak mau Ale menuruti kemauan pria ini.


Kabar tentang acara pernikahannya dengan Ryan memang tidak terdengar lagi. Semoga saja itu semua tidak terjadi. Ale benar benar belum siap. Apalagi hubungan yang terjadi antara dia dan Ryan dimulai dari keterpaksaan. Jika saja waktu itu dia tidak teler dan tidak meminum obat perangs*ng, mungkin dia tidak akan jadi seperti ini. Tapi sudah lah, menyalahkan Ryan juga rasanya tidak guna karena semua sudah terjadi. Di dalam permainannya dia juga menikmatinya. Ale tahu itu karena melihat video yang sengaja di rekam oleh Ryan.


Sedikit aneh, hal yang sama juga terjadi pada Jenna ketika dia melakukan hal intim dengan Zayn. Pria itu juga merekam semua kejadian saat mereka melakukannya. Seolah memang Ryan dan Zayn adalah seorang teman karib yang sangat dekat. Tapi tunggu dulu, mereka tidak saling bertukar video itu kan?


"Yan," panggil Ale.


"Kenapa babe?" Jawab Ryan.


"Kamu rekam kegiatan intim kita kan?" Tanya Ale, Ryan mengangguk sekilas.


"Kamu gak kasih lihat siapa pun tentang video itu kan?" Tanya Ale.


"Buat apa babe? Aku konsumsi video itu sendiri, aku gak sudi kasih lihat orang lain soal itu. Gak akan pernah aku kasih lihat siapa pun, cuma aku yang boleh lihat video itu," ucap Ryan.


"Lagian, kenapa kamu nanya kayak gitu?" Sambungnya.


"Gak papa, cuma mastiin aja. Soalnya kamu sama Zayn kan temenan. Dan Jenna juga bilang kalo Zayn juga merekam aktivitas intim mereka sebagai bahan ancaman. Aku cuma takut kamu atau Zayn saling tukar video itu," ucap Ale.


Ryan terkekeh mendengarnya. Justru dia melakukan hal ini karena mendengar cerita dari Zayn. Dia memang sempat memaksa pria itu untuk memperlihatkan video intimnya bersama denga Jenna. Namun keinginan Ryan ditolak mentah mentah oleh Zayn. Saat itu Ryan belum terlalu dekat dengan Ale.


"Enggak babe, aku tidak melakukan apa yang kamu khawatirkan. Zayn dengan videonya ya aku dengan video aku. Kami memang teman dekat tapi tidak harus berbagi video seperti itu kan?" Ucap Ryan.


"Iya, kan siapa tahu aja. Kalo enggak ya syukur, kalo iya awas aja. Aku potong itu kamu," ancam Ale.


"Jangan dong babe, nanti gak bisa muasin kamu lagi gimana?" Tanya Ryan.


"Ck, masih banyak cowok lain kali. Ribet banget," ucap Ale santai.

__ADS_1


"GAK BISA YA ALESHA ANDREAS, KAMU ITU CUMA PUNYA AKU."


"Berisik. Jalan yang bener, aku mau pulang ke rumah mama sama papa," ucap Ale.


"Yah, ke apartement aja napa babe. Kan aku gak bisa di kelon malam ini sama kamu," ucap Ryan.


"Gak bisa. Udah janji sama mama mau pulang hari ini," ucap Ale.


Ryan menghela nafas pasrahnya. Niatnya dia ingin memuaskan miliknya malam ini. Namun ternyata wanitanya malah akan pulang ke rumah kedua orang tuanya.


Benar benar gagal!


***


Selama ini, Jenna masih tidak habis pikir dengan stamina yang dimiliki oleh Zayn. Kenapa bisa pria ini memiliki stamina gila sekali untuk menggempur dirinya habis habisan. Entah sudah berapa kali Jenna mengeluarkan cairannya. Yang jelas dia sudah benar benar lemas. Namun dibawah sana, Zayn masih bermain dengan lidah dan mulut. Mengobrak abrik milik Jenna sampai wanita itu terus mendes*h tidak karuan. Zayn benar benar menyerang titik sensitif Jenna.


Jenna hanya mampu mengerang, merintih, juga mendes*h. Perlakuan Zayn malam ini benar benar berbeda dari sebelumnya.


"M-mas-sh, u-uda-hh," ucap Jenna.


"No sayang, aku masih ingin bermain," ucap Zayn. Pria itu sudah kembali memasukan dua jarinya. Sedangkan mulutnya aktif meng*lum squishy Jenna.


"T-tapi a-aku, le-lah. Aku ingin tidur," ucap Jenna cepat.


"Janji satu ronde lagi baru kita tidur," ucap Zayn. Pria itu terus memompa milik Jenna dengan jari tangannya. Ia sangat menikmati ekspresi Jenna yang sangat tersiksa itu. Dibawah sana, ia merasakan otot otot milik Jenna yang mengeras. Sepertinya sebentar lagi wanita ini akan mencapai puncaknya.


"M-ma-as," ucap Jenna tertahan kedua kaki wanita itu menekuk agar dari tangan Zayn semakin dijepit. Namun sialnya, Zayn malah menarik jari jari tangannya itu. Jenna benar benar kecewa sekali, ia bahkan sebentar lagi akan keluar.


Zayn tersenyum melihat ekspresi kecewa yang ditampilkan oleh Jenna. Ia memang sengaja melakukan ini agar Jenna bisa lebih lama lagi bermain. Waktu sudah menunjukan pukul tiga dini hari, mereka hanya istirahat beberapa kali. Itu pun dalam hitungan menit saja. Karena Zayn kembali menggempur Jenna.


"Kenapa di lepas sih?!" Gerutu Jenna kesal.

__ADS_1


"Sengaja," jawab Zayn.


"Kamu emang ngeselin tahu gak mas. Aku kesel sama kamu," ucap Jenna.


"Kesel ya? Ya udah sampe sini aja mainnya," ucap Zayn. Jenna benar benar geram sekali. Apa pria ini tidak tahu seperti apa sakitnya ketika akan keluar tapi malah tertahan lagi akibat berhentinya permainan jari itu? Awas saja, Jenna akan melakukan hal yang sama suatu saat nanti.


"Sera- arghhhh," rintih Jenna kala Zayn mendorong miliknya dengan satu kali hentakan. Jenna memejamkan matanya bahkan meremas pinggiran kasur. Terasa sedikit sakit dan juga sangat terkejut. Zayn memang benar benar sudah membuatnya kehilangan akal seperti ini.


"Tidurlah," titah Zayn.


Jenna melengkungkan bibirnya ke bawah. Bagaimana bisa dia tidur setelah Zayn memasukinya? Setidaknya dia harus keluar dulu baru dia bisa tidur.


"Gerakin," pinta Jenna.


Zayn menaikan sebelah alisnya, "Bukannya tadi bilang kamu ngantuk hm?"


"Ya tapi kan kamu udah masuk lagi, gimana aku mau ngantuk kalo belum keluar lagi," ucap Jenna malu. Ia menundukan kepalanya saat mengatakan hal itu. Tentu saja malu, meskipun Zayn adalah prianya.


"Mau aku gerakin?" Tanya Zayn. Jenna menganggukan kepalanya. Sedangkan Zayn juga mulai bergerak namun dengan posisi yang sangat lamban. Sengaja menggoda Jenna.


"Cepat atau lambat?" Tanya Zayn.


"Cepat mas," ucap Jenna.


"Yakin? Nanti lecet lagi loh," ucap Zayn.


Jenna mengerang tertahan. Pria ini benar benar sedang menggodanya saat ini.


"Kalo kamu gak mau gerak cepat, aku pastikan besok kamu- hmmpptt."


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2