One Night With Mr. Z

One Night With Mr. Z
133. Butik


__ADS_3

***


Pagi hari yang cerah menyapa. Kedua insan berbeda jenis masih nyaman dengan tidurnya. Seperti tidak ada tanda tanda mereka akan bangun cepat. Padahal sejak tadi, matahari sudah menampakan wujudnya.


Jenna dengan nyamannya memeluk tubuh Zayn yang berada di sampingnya. Tanpa sadar kepala Zayn bersandar pada dada Jenna dengan nyamannya. Pria itu juga memeluk wanitanya. Semalam setelah dia mandi air dingin, dia langsung bergabung dengan Jenna yang sudah terlelap lebih dulu.


Untungnya kedua orang tua mereka sudah mengerti hubungan keduanya. Jadi tidak ada larangan atau batasan apapun, yang penting mereka masih bisa membedakan mana yang baik dan tidak dalam hubungan ini. Karena dulu mereka juga sama seperti Zayn dan Jenna.


Jenna tidak pernah berpikir akan kembali menemukan cinta yang baru setelah cinta yang sebelumnya menyakitinya. Ia dibuat trauma akan cinta dan kepercayaan oleh orang sebelum Zayn. Namun dengan kesabaran Zayn, akhirnya Jenna luluh juga meskipun masih banyak duri duri yang akan menghantam hubungan harmonis mereka.


Sebaliknya dengan Zayn, ia kira ketika masa lalunya selesai dan ia sudah berdamai dengan menerima semua yang terjadi ia akan bisa memulai hubungan barunya dengan baik. Nyatanya, masa lalu jadi bayang bayang buruk untuk hubungannya.


Zayn terusik dalam tidurnya saat merasakan sapuan halus pada alisnya. Perlahan pria itu membuka matanya. Pandangan pertama yang ia lihat adalah wajah cantik Jenna yang ternyata sudah membuka matanya. Zayn tersenyum kecil dan bergerak kemudian mengecup pelan bibir Jenna.


"Morning sayang," ucap Zayn serak.


"Morning too dear," ucap Jenna pelan. Mendengar ucapan halus dan lembut itu membuat Zayn tidak bisa menahan senyumnya. Ia pun memeluk tubuh Jenna kembali.


"Bangun, kamu harus ke kantor mas," ucap Jenna.


"Aku masih libur hari ini sayang. Mungkin besok aku baru ke kantor, lagi pula kemarin aku udah handel sebagian pekerjaan ku," ucap Zayn.


"Emang gak papa? Luka aku juga udah sembuh mas," ucap Jenna.


"Gak papa sayang. Hari ini aku mau ajak kamu ke butik mama, malam ini ada pesta di perusahaan Andreas," ucap Zayn.


"Ryan?" Tanya Jenna. Zayn menganggukan kepalanya.


"Kapan ke butiknya? Gak usah lah mas, gaun aku masih banyak kok di lemari," ucap Jenna.

__ADS_1


"Enggak sayang, kamu harus tampil cantik malam ini. Meskipun aku tidak ingin kecantikan kamu dinikmati orang lain selain aku, tapi kamu harus membuktikan pada orang yang sudah merencanakan penembakan pada kamu di Bali, kalau kamu wanita kuat dengan datang nanti malam," ucap Zayn.


"Pendendam, right?" Tanya Jenna.


"Aku akan selalu dendam pada orang orang yang sudah berani mengganggu wanita ku sayang," ucap Zayn.


Jenna hanya tersenyum dan kembali memeluk Zayn. Entah mengapa pagi ini rasanya sangat bahagia sekali karena dia bangun langsung ada Zayn di sampingnya. Apa mungkin Jenna sudah jatuh pada pesona pria ini?


"Kapan kita ke butiknya mas?" Tanya Jenna.


"Sebentar lagi sayang. Aku masih nyaman," ucap Zayn. Ia menggerakan wajahnya ke kiri dan kanan sehingga wajahnya semakin dalam menghadap kedua squishy Jenna.


"Nakal banget. Nanti kayak semalam lagi," ucap Jenna.


"Gak papa. Semalam aku main sendiri sambil bayangin kamu sayang," ucap Zayn.


"Ih, kok gitu. Gak boleh," ucap Jenna.


Jenna benar benar tidak habis pikir. Kesal dan marah sudah pasti, tapi Zayn seperti itu juga karena dia.


***


Malas sebenarnya, tapi ini kemauan Zayn jadi Jenna harus menurutinya. Mereka sudah sampai di butik sejak satu jam yang lalu namun belum ada satu pun gaun yang cocok di mata Zayn. Sudah lebih dari lima gaun ia coba dan semuanya tidak ada yang cocok pada penilaian pria itu.


Dia berkomentar seolah dia sedang menjadi juri ajang model saja. Terlalu terbukalah, terlalu ketatlah, terlalu ini terlalu itu. Jenna benar benar dibuat pening dengan pria ini. Sejak tadi ia mencoba bersabar, tapi makin lama Zayn makin ngelunjak. Dasar pria ini!


"Aku mau gaun ini, suka atau enggak sama kamu aku gak peduli. Aku udah cape gonta ganti gaun mulu dari tadi. Kamu tahunya cuma lepas pasang, gak tahu gimana susahnya aku coba gaun ini," ucap Jenna.


"Sayang, bagian dada kamu terlihat, lagi bagian bahu kamu terekspos sangat jelas. Aku tidak suka sayang," ucap Zayn mengeluh. Tentu saja dia mengeluh, itu bagian terindah lainnya yang ada di tubuh calon istrinya ini. Dia tidak suka jika orang lain melihatnya.

__ADS_1


"Terserah," ucap Jenna kesal.


"Mbak, keep yang ini aja. Tolong diantar ke alamat rumah Adam Malik ya. Saya mau sore ini ada di rumah saya," ucap Jenna final.


Zayn mengerang tak suka. Ia pun merebut gaun itu dan memintanya dengan gaun yang lain. Namun sebelum itu,


"Aku mending gak usah datang aja deh. Kamu datang sendiri aja, ribet banget jadi cowok," ucap Jenna.


Zayn kicep seketika. Ia pun akhirnya terpaksa mengikuti mau calon istrinya ini dan menyerahkan gaun itu kemudian membayarnya. Sedangkan Jenna mengambil air putih yang disediakan disana. Ia minum dalam sekali teguk. Ia benar benar akan marah jika tidak menstabilkan emosinya.


"Maaf, maafin aku," ucap Zayn. Ia memeluk tubuh Jenna yang sedang berdiri. Yap, Jenna minum dengan keadaan berdiri. Karena emosi ia jadi lupa jika minum sambil berdiri itu tidak baik.


"Lain kali jangan gitu lagi. Kamu gak tahu capenya aku gonta ganti baju mulu. Belum lagi kesusahan sama tangan aku ini, sembuh bukan berarti udah gak sakit mas," ucap Jenna.


"Iya sayang. Maafin aku," ucap Zayn.


"Sekarang kita jajan aja yuk. Kebetulan sebelah butik ini ada mall, siapa tahu kamu mau tas, atau yang lainnya. Gimana?" Tanya Zayn.


Jenna sudah tahu akal bulus Zayn. Pria ini menawarinya seperti ini karena ingin membujuknya. Itu sudah pasti.


"Boleh, aku kuras habis uang yang ada di rekening kamu," ucap Jenna.


"Gak masalah. Yang penting bad mood kamu ilang, ayok," ajak Zayn.


Jenna tersenyum diam diam dan mengikuti langkah kekasihnya keluar butik ini. Zayn memang pandai membujuk, namun sayangnya Jenna tidak begitu sering belanja. Ia suka, tapi hanya ketika ia sedang membutuhkan barang tersebut. Bahkan bisa sampai kalap juga.


"Mau makan dulu atau mau yang lain?" Tanya Zayn. Mereka sudah berada di dalam mobil. Meskipun dekat Zayn akan tetap membawa mobilnya. Cuaca cukup terik, ia tidak mau kulit calon istrinya terbakar sinar matahari.


"Terserah mas. Aku masih bingung mau apa disana," ucap Jenna.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2