One Night With Mr. Z

One Night With Mr. Z
60. Manja


__ADS_3

***


Zayn terusik dalam tidurnya. Tangannya bergerak gerak menyusuri samping tidurnya. Disana tidak ada apa apa. Perlahan Zayn membuka matanya. Disana ia tidak melihat keberadaan Jenna. Kepala Zayn terasa pusing sekali. Padahal tadi ia hanya telat makan saja kenapa efeknya bisa sampai seperti ini?


Rasanya untuk bangun pun tidak bisa. Saat ia bangun pandangannya gelap dan kepalanya pening. Zayn kembali tiduran saja. Tapi ia ingin pergi mencari keberadaan kekasihnya. Hanya Jenna yang selalu membuatnya tenang dan nyaman.


Ia mencoba bangun lagi dan berjalan perlahan meskipun pandangannya sedikit kabur. Tangannya mencoba meraba raba benda di sekitarnya. Hingga ia tidak sadar jika kakinya akan terserimpet karpet yang ada di ruang tamu. Zayn pun tidak bisa menahan tubuhnya akhirnya terjatuh.


"Astaga om, ngapain disana?!" Teriak Jenna menggema. Ia baru saja kembali dari apartementnya. Dan saat masuk ternyata Zayn sudah terjatuh. Wanita itu buru buru membantu pria itu bangun dan mendudukannya di sofa.


"Kamu mau kemana? Gak ada yang sakit?" Tanya Jenna.


"Peluk sayang, kepala aku sakit banget," ucap Zayn. Jenna pun bangun dan menekuk lutut kakinya di sofa kemudian memeluk Zayn. Posisi kepala Zayn tepat berada di dada Jenna.


Zayn menghirup banyak banyak aroma wangi yang menguar dari tubuh kekasihnya ini. Aromanya seperti bayi. Apa mungkin kekasihnya ini memakai parfume bayi?


"Habis dari mana?" Tanya Zayn.


"Dari unit aku. Abis mandi sama ambil bahan makanan, aku masak dulu ya? Kamu harus makan terus minum obat," ucap Jenna.


"Tidurin dulu, baru kamu masak," ucap Zayn pelan.


"Tidurin?" Tanya Jenna.


"Andai aku gak sakit aku pasti tidurin yang ada di otak kamu saat ini sayang. Maksud aku temenin tidur dulu," ucap Zayn.


"Dih, so soan tahu isi pikiran aku. Emang kamu cenayang apa," ucap Jenna. Ia memapah Zayn masuk ke dalam kamar lagi.


"Om, gak gerah kan?" Tanya Jenna.


"Enggak. Badan aku dingin," ucap Zayn.


"Ya udah, tunggu bentar disini," ucap Jenna.

__ADS_1


"Mau kemana? Jangan pergi," ucap Zayn.


"Hanya sebentar om. Sabar dong," ucap Jenna. Zayn pun melepaskan cekalan tangannya dan Jenna langsung pergi ke walk in closet milik Zayn. Jenna membuka lemari milik Zayn. Ia mengambil baju tidur pria itu.


"Bangun bentar ya? Tubuhnya sandarin ke bahu ranjang," ucap Jenna. Zayn hanya mengangguk sekilas dan kembali duduk di tempat tidur, ia menyandarkan bahunya pada kepala ranjang.


Tangan lentik Jenna bergerak melepaskan kancing kemeja Zayn satu per satu. "Sayang, aku lagi sakit. Jangan sekarang. Aku janji nanti setelah sembuh aku bakalan tidurin kamu lagi."


"Pikirannya jangan mesum bisa? Aku cuma mau ganti baju kamu. Gak enak kan tidur pake kemeja kayak gini," ucap Jenna.


"Iya sih."


Jenna pun melepaskan kemeja itu dari tubuh Zayn dan memakaikan piyama tidur. Saat akan mengancingi piyama itu, mata Jenna jelalatan melihat ke arah roti sobek milik Zayn. Indah sekali, dan ternyata itu sangat keras sekali.


"Ganti celananya sama sendiri aja. Jenna mau masak dulu," ucap Jenna.


"Gak sekalian kamu gantiin?" Tanya Zayn.


"Enggak. Makasih." Singkat, padat dan Jelas. Jenna pun pergi dari sana meninggalkan Zayn. Ia harus memasak bubur untuk Zayn. Sedangkan ia membawa nasi dari unitnya. Saat mandi tadi ia sembari memasak nasi dengan cepat.


"Jangan baperan, nanti kita masuk ke sangkar kamu lagi," ucap Zayn.


Jenna sendiri sibuk membuat sup lagi. Namun bukan sup seperti tadi siang namun Jenna membuat sup telur ayam yang ia tambahkan beberapa sayuran juga. Seperti pakcoy dan wortel. Untungnya Zayn memakan sayuran yang Jenna sodorkan. Biasanya pria akan susah sekali ketika diminta memakan sayuran.


Sup sudah selesai tinggal menunggu buburnya beberapa menit lagi. Saat sedang menunggu bubur, tiba tiba Zayn mengalungkan tangannya pada bahu Jenna. Pria itu mengecupi pelan pipi Jenna.


"Lepas dulu, kamu harus makan," ucap Jenna. Zayn menurut dan melepaskan pelukannya. Ia sudah membuat Jenna kelelahan sejak siang tadi. Jadi ia tidak akan membuat Jenna kesal padanya.


Jenna memindahkan sup dan bubur juga nasi untuknya ke meja makan yang ada di apartement Zayn. Ia menuangkan air putih dalam gelas kemudian mengajak Zayn duduk.


"Makan sendiri gak papa?" Tanya Jenna.


"Gak papa sayang," ucap Zayn. Jenna tersenyum dan mengecup pelan pipi Zayn. Hal itu sukses membuat senyum di bibir pria itu melengkung.

__ADS_1


"Habisin makanannya ya? Nanti minum obat," ucap Jenna.


"Tapi kiss lagi, di bibir," ucap Zayn.


"Bisa banget akal bulusnya. Abisin dulu makannya," ucap Jenna.


"Janji dulu," ucap Zayn.


"Iya janji."


***


Selesai makan, Jenna benar benar menepati janjinya untuk mengecup bibir Zayn. Namun pria itu justru menahan tekuk Jenna dan malah memperdalam ciumannya. Jenna pun terbuai dan membalas ciuman Zayn. Ia mengalungkan tangannya pada leher Zayn.


"Boleh kan malam ini?" Tanya Zayn saat ciuman mereka terlepas.


"No. Kamu lagi sakit dan harus istirahat. Bobo sini," ucap Jenna. Zayn mendengus pelan dan tiduran. Ia tidur diatas dada Jenna. Tempat ternyaman baginya.


"Kamu tahu, biasanya kalo aku sakit aku cuma sendirian aja disini. Gak ada yang gantiin baju apalagi siapin makan," ucap Zayn.


"Mama kamu kemana?" Tanya Jenna.


"Ada. Tapi papa gak pernah ijinin mama buat urus aku, palingan dia suruh orang lain tapi aku tolak. Aku gak mau dirawar orang lain selain orang yang aku mau," ucap Zayn.


"Kenapa gak diijinin? Kamu kan anaknya," ucap Jenna.


"Papa itu pencemburu sayang. Dia gak pernah ijinin mama rawat aku bahkan sejak kecil. Saat aku lahir pun aku hanya dapat asi selama enam bulan saja. Sisanya aku tumbuh dengan susu formula," ucap Zayn.


Astaga, ternyata ada seorang ayah yang tega seperti itu. Jenna tidak bisa membayangkan jika hal itu terjadi padanya. Ia pasti akan sangat marah sekali pada papi-nya.


"Tapi kamu gak dendam kan sama papa kamu?" Tanya Jenna.


"Ada sedikit dendam hanya saja jika dipikir pikir percuma juga karena masa kecil aku gak akan pernah terulang lagi," ucap Zayn.

__ADS_1


"Udah ya bobo aja sekarang. Kamu harus sembuh jangan sakit sakit kayak gini. Mulai sekarang perhatikan makan kamu, jangan karena sibuk bekerja kamu jadi lupa makan. Sayangin diri kamu meskipun orang lain gak sayang sama kamu," ucap Jenna.


Tbc.


__ADS_2