One Night With Mr. Z

One Night With Mr. Z
213. Beach


__ADS_3

Dosa ditanggung sendiri sendiri ya, jangan manja🤳😔


***


Jenna kelabakan saat Zayn mulai menyerang bibirnya. Dia ingin menolak, namun justru jika dia menolak maka itu akan fatal. Pasalnya Zayn adalah tipe manusia yang sangat tidak suka di tolak. Mau bagaimana pun, keinginan Zayn harus tetap terpenuhi.


Zayn melakukan ciumannya dengan perlahan dan tidak tergesa gesa. Sebab jika tergesa gesa, maka Jenna akan menolaknya. Sudah selama itu hubungannya dengan Jenna, maka dari itu Zayn sudah mengetahui hal hal kecil yang disukai maupun tidak disukai oleh wanita ini. Jenna akan menerimanya jika Zayn melakukannya dengan lembut. Karena wanita ini memang menyukai kelembutan.


Selagi bibirnya membuai bibir Jenna agar wanita itu larut dalam permainan, tangan besarnya juga ikut ambil bagian. Sejak tadi tangan itu bergantian menangkup serta merem*s dua bongkahan kenyal yang ada di dada Jenna. Semakin hari, Zayn merasa jika kedua gunung kembar berbeda size itu semakin membesar saja. Mungkin karena ulahnya, sebab setiap malam dia harus menyusu serta berrmain disana. Tak jarang niat awalnya hanya menyusu dan akhirnya akan tetap sama, yaitu penyatuan alias bercinta.


Zayn benar benar tidak bisa menahan dirinya pada Jenna. Jangankan menahan, mengendalikannya saja kadang dia kesusahan. Tubuh Jenna sangat menggodanya. Rasanya dia akan menyesal jika satu hari atau satu malam saja tidak menyentuh tubuh ini. Tubuh Jenna sudah menjadu candu baginya. Candu yang benar benar tidak mampu dia lewatkan.


Ciuman Zayn turun ke leher, bukan hanya sekedar ciuman, namun pria itu juga menciptakan garis merah keunguan. Pertanda jika Jenna memang miliknya. Remasan tangan lentik di kepalanya benar benar menciptakan sensasi aneh namun luar biasa. Tangan Jenna memang selalu mencengkram dan merem*s kepala Zayn saat wanita 1auaw8 itu sedang dipermainkan oleh Zayn. Ciuman Zayn semakin turun hingga wajahnya berada diatas kedua squishy Jenna. Dari bari bikini itu, Zayn dapat melihat jika kedua squishy wanitanya sudah bereaksi. Terbukti dari tonjolan di ujung squishy yang tercetak itu.


Zayn yang tidak sabaran langsung menarik penutup itu sehingga mencuatlah kedua gunung kembar itu. Sempat memejamkan matanya karena terkejut saat squishy itu keluar dari tempatnya. Namun tak berselang lama Zayn mulai melahapnya. Permainan yang hampir setiap malam dia lakukan pada Jenna. Meskipun tidak ada airnya, Zayn tetap menghis*pnya.


"M-ma-ash," ucap Jenna terbata. Zayn tidak menjawabnya. Pria itu lebih senang dengan kegiatannya. Memuaskan Jenna adalah salah satu hal wajib baginya. Karena jika Jenna puas, maka dia juga akan puas. Sangat puas malah.


"Sakit," ucap Jenna. Zayn spontan menoleh ke arah wajah Jenna. Wajahnya memerah seperti biasanya. Namun sakit di bagian mananya?

__ADS_1


"Br*nya buka, sakit banget. Ini kekecilan," ucap Jenna.


"Oh, sorry sayang. Baik aku buka," ucap Zayn. Dengan cekatan seolah pro, dengan mudah br* itu dibuka oleh Zayn. Kini bagian atas tubuh Jenna sudah shirtless, bahkan cardigan tadi juga sudah lenyap dari tubuhnya.


"Malu," ucap Jenna.


"Why? Bukannya kita belum pernah bercinta disini?" Tanya Zayn.


"Masih ada kamar mas," ucap Jenna.


"Aku rasa disini akan lebih nikmat lagi sayang. Tenanglah, tidak ada siapa pun disini. Lagi pula, kita sering melakukannya," ucap Zayn.


"Mas," ucap Jenna memelas.


"Aku ingin disini sayang," ucap Zayn. Pria itu kembali menyerang Jenna. Dengan cara seperti ini maka Jenna tidak akan kembali mengingat kekhawatirannya. Membuat Jenna melupakan masalah cukup mudah, buai dan tiduri dia selama mungkin. Karena setelah melakukan hubungan intim yang lama, biasanya jangka waktu tidur Jenna juga cukup lama.


Zayn menyusu bak seorang bayi yang sedang kehausan. Bedanya, bayi ketika menyusu tangannya akan diam sedangkan tangan Zayn sudah turun ke bawah. Kembali meraba area lembab itu. Dia benar benar senang sekali karena Jenna memimpikan sesuatu hal erotis bersama dengannya. Jenna sangat jarang bermimpi seperti itu.


Des*han yang keluar dari mulut Jenna benar benar membuatnya sangat bersemangat sekali. Suara itu mengalun dengan indahnya di telinga Zayn. Dia sangat suka sekali.

__ADS_1


Zayn menaikan tubuhnya dan menatap wajah Jenna. Merah dengan mata yang sayu. Zayn sangat menyukainya ketika melihat Jenna dengan keadaan seperti ini. Sebelum kembali beraksi dibawah sana, Zayn sempat ******* kembali bibir itu. Semakin merekah dan membengkak.


Kedua tangan Zayn menarik penutup terakhir yang menutupi milik Jenna. Milik wanita ini sangat halus dan sangat terawat sekali. Tak banyak basa basi, Zayn langsung menyerang titik paling sensitif itu. Sebuah tempat dimana miliknya dimanjakan pada lubang itu. Lubang yang selalu rapat, wangi dan juga kesat. Zayn benar benar tergila gila dengan milik wanitanya ini.


Jenna memekik saat miliknya merasakan sapuan hangat dari lidah milik Zayn pada miliknya. Kejadian ini sama seperti apa yang ada di mimpinya tadi. Tubuh Jenna belingsetan saat lidah Zayn memainkan klit*risnya. Jenna benar benar tidak tahan untuk tidak mengeluarkan suara haram yang akan memancing nafsu Zayn. Iya, des*han.


Kedua paha Jenna berada diatas bahu kokoh milik Zayn. Tangan Zayn sendiri menahan kedua paha itu agar tidak menutup dan menjepit kepalanya. Semakin lama tangan Zayn semakin menarik kedua paha itu agar terbuka dengan lebar. Kepala Jenna benar benar pening sekali saat lidah Zayn terus mengobrak abrik miliknya itu. Bahkan Jenna tidak nampu melawan, dia hanya mampu mendes*h dan mencengkram bantal yang ia gunakan, bermaksud untuk melampiaskan apa yang dia rasakan saat ini.


"M-mas-sh, a-aku u-ud-ah gak tah-an," ucap Jenna.


"Keluarkan sayang," ucap Zayn.


"Gak m-mau," ucap Jenna.


Sejenak Zayn melepaskan bibirnya dari milik Jenna dan menatap wanita itu. Nafasnya tersenggal senggal. Namun yang menjadi salah fokus baginya adalah kedua squishy Jenna yang sejak tadi naik turun karena nafas wanita ini yang tersenggal senggal.


"Aku akan tetap membuat mu keluar lebih dulu sayang. Lihatlah, disini sangat basah dan becek. Apa kamu yakin tidak mau keluar? Bukannya sangat menyakitkan jika ditahan?" Tanya Zayn. Jenna hanya diam. Apa yang dikatakan oleh Zayn memang benar adanya. Rasanya akan sakit jika menahan sesuatu yang ingin keluar.


"Aku tidak akan melepaksan kamu sebelum aku benar benar mewujudkan apa yang ada di mimpi mu tadi," ucap Zayn. Pria itu kembali menundukan kepalanya. Kini bukan lidahnya lagi yang berada di area itu, melainkan dua jarimya yang bergerak memutar lalu maju mundur.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2