
***
Zayn tersenyum lebar saat ia berhasil membuat wanitanya tersenyum kembali. Ia bisa pergi dengan tenang ke kantornya. Beberapa waktu lalu, om Adam memintanya bertemu tanpa sepengetahuan Jenna. Saat itu, Adam bilang jika Jenna berbeda dari sebelumnya. Wanita itu terlihat banyak pikiran dan tidak mau terbuka seperti biasanya kepada orang tuanya. Bahkan tanpa sepengetahuan Jenna, Adam dan Jeni mendatangkan psikolog untuk Jenna dengan alibi jika dia adalah klien. Dari situ mereka tahu kondisi Jenna yang sebenarnya.
Karena tahu anaknya dekat dengan Zayn, maka Adam menemui pria itu dan mengatakan hal yang sebenarnya. Jika Jenna mengalami trauma mendalam soal pria dan kepercayaan. Pantas saja sudah selama itu, baru baru ini Jenna menerimanya sebagai kekasih. Zayn jadi tahu kondisi spesifik Jenna dari papinya. Beruntung Adam sangat mempercayainya. Maka dari itu Zayn berusaha sebaik mungkin untuk tidak mengecewakan kepercayaan itu.
Saat tadi Jenna meminta ke psikologi pun Zayn menolaknya karena dia memang sudah tahu kondisi wanita ini. Sebenarnya Zayn kasihan sekaligus khawatir. Ia harus sebisa mungkin untuk menjaga Jenna apalagi menjaga perasaan dan mental wanita itu.
Zayn keluar dari dalam mobilnya dan berjalan masuk ke dalam ruangannya. Math datang menyambut dan mengikuti tuannya.
"Cari tahu apa yang terjadi beberapa hari terakhir pada wanita ku. Aku ingin segera mengetahuinya. Dan ya, jangan sampai Eliza menemui wanita ku. Aku tidak akan membiarkan wanita itu mempengaruhi wanita ku," ucap Zayn.
"Baik tuan."
***
Sepeninggal Zayn, Jenna melanjutkan sisa pekerjaannya. Ia sudah lebih baik dari sebelumnya. Beberapa hari yang lalu ia bertemu dengan wanita bernama Eliza tanpa sengaja. Saat itu ia sedang berada di sebuah restoran. Selesai menerima klien tiba tiba wanita itu datang ke mejanya.
Dia memperkenalkan dirinya, namanya Tasya Eliza Ramshey. Seorang model papan atas yang sudah terkenal dimana mana. Dia dipanggil Eliza.
Wanita itu datang dan menanyakan hubungan Jenna dan Zayn. Jenna tentu saja tidak memberitahu soal hubungannya dengan Zayn pada wanita asing itu. Namun wanita itu bilang jika dia adalah kekasih Zayn dan akan segera bertunangan.
Oke, Jenna tidak terbawa suasana untuk sampai emosi. Karena pikirannya langsung mengatakan, jika wanita ini adalah kekasih dan calon tunangan Zayn, kapan mereka berhubungan? Sebelum bersama Jenna? Rasanya tidak mungkin, selama ini tidak pernah muncul berita soal wanita ini dengan Zayn. Dan jika memang mereka sepasang kekasih, kapan mereka memiliki waktu untuk bertemu bahkan sampai membahas soal pertunangan? Bahkan selama di Boston kemarin Zayn intens mengajaknya berkomunikasi melalui sambungan video call. Lalu kapan mereka berhubungan?
Semalam Jenna sempat terdistrack oleh ucapan wanita itu sehingg ia tidak tidur semalaman karena memikirkan hal yang belum pasti terjadi. Bahkan Jenna sempat ketus pada Zayn karena pria itu tidak mau jujur.
"Anya, tolong masuk ke ruangan ku," ucap Jenna setelah menekan tombol intercom yang ada di sebelah laptopnya.
__ADS_1
Tak lama, Anya pun masuk ke dalam ruangan Jenna.
"Ada apa nona?" Tanya Anya.
"Bisa tolong cari tahu data pribadi dan infomasi wanita bernama Tasya Eliza Ramshey?" Tanya Jenna.
"Model?" Tanya Anya. Jenna menganggukan kepalanya.
"Baik, akan segera saya cari tahu. Ada lagi?" Tanya Anya.
"Itu saja dulu, aku menunggunya malam ini," ucap Jenna.
"Okay, aku akan segera mencarinya. Permisi," ucap Anya. Jenna hanya mengangguk sekilas dan kembali fokus pada pekerjaannya.
Tak terasa waktu begitu cepat berlalu, tiga jam kemudian Zayn benar benar menjemput Jenna. Waktu sudah menunjukan sekitar pukul lima sore. Beberapa karyawan ada yang lembur ada juga yang sudah pulang. Kondisi kantor tidak seramai pagi tadi.
Jenna tersenyum dan memeluk Zayn. Wanita itu memajukan bibirnya seolah mengkode ingin di cium oleh Zayn. Zayn pun mengecupnya.
"Harus, biar kamu gak gatel sama masa lalu kamu atau pun wanita lain. Aku gak bakalan lepasin kamu ya, kamu udah sering tidur sama aku," ucap Jenna.
"Ralat, gak sering. Kan kamu sering nolak. Kalo sering kan enak," ucap Zayn.
"Ih, gak mau ya. Masa nyoblos mulu tapi gak nikah nikah," ucap Jenna.
"Ya ayo nikah," ucap Zayn.
"Ngadi ngadi. Udah ayo ah pergi ke rumah aku dulu," ucap Jenna.
__ADS_1
"Oke. Makan malamnya di rumah kok. Mama bilang, dia mau masakannya di coba sama kamu," ucap Zayn. Jenna mengangguk sekilas dan masuk ke dalam mobil Zayn. Setelah Zayn masuk, mereka melesat menuju ke rumah Jenna.
***
Sesampainya di rumah, Jenna dan Zayn disambut hangat oleh Adam dan Jeni. Jenna langsung pamit ke lantai atas menuju kamarnya untuk bersiap sedangkan Zayn mengobrol bersama kedua orang tuanya. Sebelum memilih dress, Jenna mandi lebih dulu. Tidak lama, mungkin hanya sekitar dua puluh menit saja. Selesai mandi Jenna melilit rambutnya menggunakan handuk kecil sembari memilih dress yang cocok untuk ia gunakan. Namun sejak membuka lemari, matanya sudah menatap ke arah dress cantik simpel berwarna putoh.
Dari pada bosan memilih lebih baik ia mengenakan dress itu saja. Jenna menyimpan dress itu diatas sofa bulat yang ada di walk in closetnya. Ia kemudian memakai skincare dan make up tipis lalu mengeringkan rambutnya. Jenna membiarkan rambutnya tergerai lurus tanpa adanya curly. Ia hanya me-rol poninya saja agar terlihat bagus.
Jenna mengenakan dress itu. Setelah siap ia pun keluar dari dalam kamarnya menuju ke lantai satu. Terlihat disana Zayn sedang mengobrol santai dengan kedua orang tuanya. Mereka terlihat akrab sekali.
"Om, ayo. Jenna udah siap," ucap Jenna. Zayn mengangguk. Mereka berdua pun berpamitan untuk pergi ke rumah Zayn.
Perjalanan dari rumah Jenna menuju ke rumah Zayn sekitar tiga puluh menit. Saat mereka sampai, mereka disambut.
"Akhirnya datang juga, tante gak sabar loh buat ketemu Jenna malam ini," ucap Lita.
Jenna hanya tersenyum, "Kemarin malam Jenna gabut jadi buat roll cake."
Lita menerima roll cake itu, "Wah, wangi banget kejunya. Ayo masuk, nanti kita coba bareng."
Jenna mengangguk dan masuk ke dalam rumah Zayn. Ia duduk di ruang tamu bersebelahan dengan Lita. Sedangkan Zayn pamit pergi ke kamarnya untuk mandi.
"Tante seneng banget loh, Zayn bilang Jenna udah nerima anak bandel itu ya? Syukurlah," ucap Lita.
"Iya tan, gak ada salahnya kan Jenna nerima Zayn di kehidupan Jenna. Entah seperti apa endingnya nanti," ucap Jenna.
"Endingnya kalian menikah, om pengen punya cucu dari kalian berdua," ucap Rendra tersenyum. Jenna sempat terdiam kemudian kembali larut dalam pembicaraan sembari menunggu Zayn mandi.
__ADS_1
"Selamat malam mama Lita dan papa Rendra," ucap seseorang.
Tbc.