
***
Pesta dari teman Zayn digelar cukup meriah. Jenna tidak mengenalnya, namun dia tetap datang karena menemani Zayn. Sebenarnya dia hanya ingin berleha leha diatas kasur. Namun Zayn memaksanya dan dia tidak bisa diam saja di atas kasur, karena Zayn sudah mengancamnya. Jenna benar benar harus menurut. Karena hukuman pria ini tidak bisa ia sepelekan.
Perihal dress yang dipakai olehnya, Zayn akhirnya menyetujuinya. Sebab Jenna terus ngotot tidak mau ganti baju lagi. Selain ribet dia juga tidak rela melepaskan dress ini. Ia suka dressnya dan tidak mau diganti dengan yang lain.
Jenna sudah membenarkan tampilan lipstiknya yang tadi sudah dirusak oleh Zayn. Pria ini bernafsu sekali. Jenna kadang berpikir apa dia bisa terus menerus melayani nafsu bejat calon suaminya ini? Mengingat jika dia punya titik lelahnya juga.
Jenna tidak pernah menampik jika dia juga menikmatinya. Namun dia juga tidak bisa bohong jika dia lelah. Perjalanan bisnis ke Paris hanya akal akalan Zayn. Karena yang sebenarnya bukanlah perjalanan bisnis melainkan staycation. Sejak datang ke kota ini Jenna selalu di garap oleh Zayn tanpa terkecuali.
"Jangan terlalu cantik sayang. Aku gak rela kamu jadi santapan mata pria pria di dalam sana," ucap Zayn.
"Mas, kita udah bahas ini di mobil ya? Udah cukup, kita mau masuk loh ini. Aku gak mau berdebat lagi," ucap Jenna. Memang tadi mereka terus berdebat perihal hal yang sama. Jenna tidak boleh tampil cantik, Jenna tidak boleh genit, dan Jenna yang lainnya. Padahal Zayn tahu sendiri jika Jenna tidak pernah genit atau pun sebagainya. Tapi pria ini selalu mengatakan hal itu.
"Tapi aku bener bener gak rela loh yang, kita pulang aja yuk," ucap Zayn.
"Gak bisa. Ayo masuk," ucap Jenna. Wanita itu menarik tangan Zayn dan masuk ke dalam ballrom hotel.
Rata rata, orang berada selalu memakai hotel untuk mereka mengadakan pesta. Jarang sekali ada yang memakai area outdoor. Mungkin ini semua memang sudah jadi tradisi. Jenna sendiri sudah tidak asing dengan pesta seperti ini. Dia sudah beberapa kali datang ke pesta seperti ini. Dia sudah terbiasa.
"Ale sama Ryan belum nyampe?" Tanya Jenna.
"Entah, mungkin mereka bercocok tanam dulu," ucap Zayn. Jenna mengernyit mendengarnya. Ia melirik ke arah Zayn.
"Having s*x sayang," ucap Zayn, menjawab ketidak mengertian wanitanya.
__ADS_1
"Cowok rata rata nafsuan banget ya? Belum nikah aja udah investasi bikin anak. Beruntung kalo tanggung jawab, kalo enggak gimana?" Tanya Jenna.
"Hal lumrah sayang. Kamu hanya kurang main jauh, bahkan banyak yang lebih dari itu. Gak sedikit wanita yang langsung isi gara gara hal itu," ucap Zayn.
"Halah, mau jauh mau deket juga aku tetep paham maksud kamu. Cowok semuanya nafsuan, gak mungkin kalo gak nafsuan. Kalo iya juga mungkin dia punya kelainan," ucap Jenna.
Zayn terkekeh mendengarnya. Jenna memang gampang ngegas, tapi entah kenapa dia malah semakin menyukainya. Rasanya Zayn benar benar jatuh pada pesona seorang Jennaira Adam. Seumur hidup Zayn tidak akan pernah melepaskan Jenna.
Jenna menggandeng tangan Zayn. Keduanya masuk bersama ke dalam ballrom hotel. Seolah seperti selebritis papan atas. Banyak pasang mata yang melihat ke arah Jenna dan Zayn. Zayn sudah terbiasa, namun Jenna masih sedikit aneh dengan tatapan orang orang padanya.
"Relax sayang, mereka tidak akan menggigit kamu," ucap Zayn pelan.
"Abisnya mereka kayak mau hap aku aja. Padahal aku gak kenal mereka," ucap Jenna.
"Van," sapa Zayn setelah ia dekat dengan Ivander.
"Wow, jadi ini calon nyonya Nagendra. She look amazing, Zayn. Aku sampai terpana melihatnya," ucap Ivander. Jenna sendiri hanya tersenyum kecil mendengarnya. Sepertinya semua anggota geng pertemanan Zayn adalah pria genit. Mereka hanya mengandalkan tampang dan uang saja. Sedangkan effortnya nol besar.
"Jaga mata mu ini, itu pun jika kau tidak mau aku mencongkelnya," ucap Zayn.
"Wohoo, santai bung. Aku hanya becanda, ngomong ngomong jadi ini yang membuat mu tidak berpacaran lagi setelah tidak dengan Eliza? Pantas saja, kau sedang menunggu bongkahan emas," ucap Ivander.
Jenna menilai jika Ivander sama seperti Ghani. Suka banyak bicara omong kosong. Sepertinya sifat mereka memang sebelas dua belas.
"Ini semua tidak ada sangkut pautnya. Kau tahu sendiri aku menjadikan Eliza sebagai batu loncatan untuk melindungi milik ku," ucap Zayn.
__ADS_1
"Benarkah? Lalu kenapa sampai bertahun tahun. Kau yakin hanya menjadikannya batu loncatan?" Tanya Ivander seolah sedang memprovokasi Jenna.
Well, Jenna memang selalu mempertanyakan itu pada Zayn. Tapi Zayn selalu beralibi. Entahlah apa yang akan terjadi nanti, Jenna terlalu malas memikirkannya.
"Menyesal aku datang kesini," ucap Zayn. Pria itu terlihat kesal dan langsung pergi dari hadapan Ivander membawa Jenna.
"Kenapa kamu marah?" Tanya Jenna.
"Aku gak marah sayang, aku cume kesel aja sama dia. Ngomongnya gak di filter," ucap Zayn.
"Kalo enggak merasa kamu gak perlu marah. Aku nemuin Ale dulu," ucap Jenna. Wanita itu melepaskan tautan tanagan Zayn dan pergi dari dekat pria itu karena Ale sudah disana dan sudah melambaikan tangannya. Mengkode pada Jenna untuk mendekat.
"F*ck!!" Umpat Zayn. Dia tahu jika Jenna sudah terprovokasi oleh ucapan Ivander tadi. Awas saja Ivan, Zayn akan membuat perhitungan padanya.
"Sayang," panggil Zayn. Pria itu langsung menyelipkan tangannya di pinggang Jenna dan berjalan bersama. Tidak akan sudi Zayn membiarkan wanita berjalan sendirian. Apalagi sejak tadi banyak pria yang datang menatap ke arah wanitanya. Zayn benar benar ingin sekali mencongkel mata setiap pria yang menatapnya seperti itu. Zayn tidak rela, sangat sangat tidak rela.
"Jangan terprovokasi ucapan Ivan, sayang. Aku benar benar tidak seperti itu," ucap Zayn.
"Iya, kamu sudah menjelaskannya tapi aku belum sepenuhnya percaya. Kamu selalu beralibi, bahkan ketika ada yang mengatakan hal itu kepada kamu, kamu selalu terlihat kesal dan marah. Bagaimana aku bisa percaya mas," ucap Jenna.
"Aku benar benar tidak memiliki perasan apa apa pada Eliza, sayang. Please, percaya aku," ucap Zayn.
"Bahas nanti saja. Aku tidak ingin merusak mood ku. Aku paling tidak suka mood rusak ketika sedang banyak orang," ucap Jenna. Wanita itu langsung berjalan menuju ke dekat Ale. Pikirannya sedikit kacau akibat hal itu.
Tbc.
__ADS_1