One Night With Mr. Z

One Night With Mr. Z
116. Kritis


__ADS_3

***


Apa yang diucapkan Ale ada benarnya. Mungkin dari sana mereka bisa melihat siapa pelakunya. Ryan langsung menghubungi bawahannya untuk membantu Math. Selain dari cctv di sana, rekaman para wartawan juga akan membantu mereka.


Tak berselang lama, dokter yang menangani Jenna pun keluar.


"Bagaimana dok?" Tanya Zayn langsung saat dokter itu keluar.


"Kondisi pasien kritis. Dia kehilangan banyak darah namun untungnya stok darah di sini ada yang sesuai dengannya. Kondisi luka tembaknya sudah ditangani, peluru itu meleset jauh sehingga tidak tertanam di dalam tubuh pasien, pasien terkena luka sabetan peluru itu," jelas dokter.


Mendengaer penjelasan dokter membuat Zayn, Ale dan Ryan bernafas lega. Setidaknya Jenna masih beruntung meskipun saat ini ia terluka sampai kritis.


"Terimakasih dok. Apa saya bisa masuk untuk menjenguk pasien?" Tanya Zayn.


"Belum bisa tuan, anda harus menunggu lebih dulu sampai kondisi pasien stabil," ucap dokter.


Zayn menghela nafasnya, "Baiklah."


Dokter itu pun pergi dari sana setelah menjelaskan kondisi Jenna. Zayn kembali duduk menunggu di depan ruangan rawat Jenna. Ia memejamkan matanya, lagi lagi ia menyalahkan dirinya yang tidak berjaga jaga karenanya Jenna masuk ke ruangan sialan ini.


Zayn mengepalkan tangannya. Emosinya benar benar tidak stabil. Ia bangun dari duduknya dan meninju keras dinding ruangan Jenna. Darah segar langsung keluar dari tangannya. Zayn meninju dinding itu cukup keras sampai sampai Ale memekik terkejut. Zayn mengacak ngacak rambutnya. Ia frustasi saat ini. Memikirkan kondisi Jenna membuat emosinya benar benar tidak stabil.


"Zayn, lo gak boleh kayak gini. Kalo Jenna bangun dan lihat keadaan tangan lo yang luka gimana? Lo tenang, kalo lo emosi itu malah memperburuk keadaan. Kasihan Jenna, Zayn," ucap Ryan.


"Jenna begini gara gara gue Yan," ucap Zayn.


"Zayn, kok lo lemah gini? Ini kecelakaan. Baik lo atau pun orang lain gak ada yang tahu ini semua bakalan kejadian. Jadi stop salahin diri lo," ucap Ryan.

__ADS_1


Diantara Ryan dan Ghani, hanya Ryan yang paling dewasa. Ryan selalu menasehati Zayn atau pun Ghani. Tapi yang lebih sering mendapatkan nasehat adalah Ghani. Karena yang paling nakal diantara mereka berdua adalah Ghani.


Zayn mengatur nafasnya. Ia benar benar kalut sekali. Ia tidak bisa menahan emosinya jika ini menyangkut dengan Jenna.


***


Kabar penembakan yang dilakukan orang misterius pada Jenna menjadi tranding topik. Bahkan berita biasanya selalu melebih lebihkan kronologinya. Berita itu dengan cepat sampai ke telinga Jeni dan Adam. Mereka langsung berangkat ke Bali detik itu juga. Tak berbeda dengan Rendra dan Lita, mereka juga langsung kesana setelah mendengar berita itu.


Eliza juga mengetahui berita itu. Bahkan ia tertawa terpingkal pingkal saat melihat keadaan di depan hotel JZ kacau akibat ulah penembak misterius itu.


"Rasain, makanya jadi cewek jangan jadi pelakor. Udah kena karma kan sekarang. Bagusnya sih lo sekalian mati aja biar enggak ganggu gue sama Zayn lagi," ucap Eliza. Wanita itu melempar ponselnya ke sembarang arah dan kembali menikmati cemilannya sembari melihat ke arah pantai.


Adam dan Jeni sampai dengan cepat ke Bali. Mereka langsung menuju ke rumah sakit dimana Jenna di rawat. Tidak perlu susah susah dan lama mencari karena dalam hitungan detik Adam sudah mengetahui dimana letak rumah sakit yang ditempati oleh Jenna dan Zayn.


Mereka dengan cepat meminta supir untuk segera melajukan mobilnya menuju ke rumah sakit tersebut. Sejak tadi Jeni terus mengeluarkan air mata. Ia benar benar takut jika sesuatu terjadi pada Jenna. Namun semoga saja anaknya itu baik baik saja.


Sementara Lita dan Rendra baru sampai tiga puluh menit setelah Adam dan Jeni landing di bandara. Sama halnya dengan Adam dan Jeni, Lita dan Rendra langsung bergerak ke rumah sakit.


"Zayn," panggil Adam.


"Om," ucap Zayn.


"Astaga, Zayn, kenapa kamu berdarah gini? Apa yang sakit?" Tanya Jeni heboh. Tentu saja, bagaimana bisa ia tidak terkejut melihat darah di bahu Zayn.


"Tante tenang dulu, Zayn gak papa. Zayn sehat, yang terkena tembakan Jenna. Namun untungnya pelurunya meleset jadi luka yang di dapatkan Jenna tidak terlalu serius," ucap Zayn.


Kaki Jeni seketika melemas. Untungnya Adam dengan sigap menahan tubuh istrinya itu dan membawanya duduk. Disana hanya ada Zayn. Karena Ryan memutuskan untuk membawa Ale pulang agar perasaan wanita itu kembali tenang.

__ADS_1


"Lalu bagaimana keadaan Jenna?" Tanya Adam.


"Jenna masih kritis karena kehilangan banyak darah. Makanya dokter minta untuk tidak boleh ada siapa pun dulu yang masuk kecuali petugas kesehatan," ucap Zayn.


Adam hanya mengangguk sekilas. Ia masih berusaha menenangkan Jeni, istrinya. Tak berselang lama Lita dan Rendra datang. Lita sama hebohnya seperti Jeni tadi. Ia menanyai keadaan Zayn juga Jenna.


"Kronologinya seperti apa Zayn? Kenapa bisa Jenna tertembak?" Tanya Rendra.


"Kejadiannya begitu cepat pah, saat Zayn dan Jenna sudah memutus tali pita dengan gunting, tak berselang lama tembakan pun meluncur. Keadaan jadi kacau dan Zayn langsung menggendong Jenna masuk ke dalam hotel agar lebih aman. Tak lama Ryan dan Ale datang lalu Ale memekik terkejut saat melihat darah di bahu kiri Jenna. Zayn tidak tahu lagi setelah itu karena Zayn langsung membawa Jenna ke rumah sakit bersama Ryan dan Ale," jelas Zayn.


"Lalu bagaimana dengan penembaknya?" Tanya Adam.


"Penembaknya berhasil ditangkap. Namun saat di interogasi, penembak itu sudah meminum pil yang membuatnya keracunan dan mati di tempat. Math langsung menghubungi polisi dan dokter forensik untuk mengusut kasus ini," ucap Zayn.


"Lalu Jenna bagaimana?" Tanya Jeni.


"Jenna membutuhkan waktu untuk melewati masa kritisnya. Dokter bilang kita harus menunggu beberapa jam ke depan untuk memantau kondisinya," ucap Zayn. Jeni dan Adam hanya terdiam. Sebagai orang tua dari Jenna tentu saja mereka merasa terpukul karena hal ini.


"Om, tante. Maafin Zayn, Zayn gagal menjaga Jenna," ucap Zayn. Sejak tadi tidak henti hentinya ia menyalahkan dirinya terus menerus.


"Ini kecelakaan Zayn, tidak ada yang tahu tentang kejadian ini," ucap Adam mencoba berlapang dada.


"Zayn janji akan mencari tahu orang yang sudah menembak Jenna. Karena Zayn yakin ada orang dibalik orang yang menembak Jenna ini," ucap Zayn.


"Maksud kamu, dia suruhan?" Tanya Jeni.


Zayn menganggukan kepalanya.

__ADS_1


"Apa mungkin ini semua ulah Eliza, Zayn?" Tanya Lita membuat semuanya terkejut.


Tbc.


__ADS_2