
***
Siang hari menuju ke sore hari sekitar jam dua, Jenna dan Zayn sudah bersiap. Sebenarnya mereka sudah bangun dan mandi daei pukul satu, hanya saja mereka berdiam dulu di apartement. Menikmati makanan yang sudah dibuat oleh Zayn. Makanan favorit Jenna ya ayam goreng krispi. Jadi Zayn membuatkannya. Ia selalu senang saat melihat Jenna lahap makan. Entah kenapa ia menyukai pipi gembul Jenna, setiap kali mencubit atau menggigit pipi itu, rasanya kenyal sekali. Dan tidak jarang juga Jenna selalu marah karena hal itu.
Acara tunangan mereka tinggal menghitung jam. Kurang lebih lusa mereka akan menikah. Hari ini sebelum mengantar Jenna ke rumahnya, Zayn mengajaknya lebih dulu untuk survei lokasi acara yang dimana diadakan di ballroom hotel yang ada di Jakarta. Hotel ini milik Zayn, baru saja diresmikan tiga bulan yang lalu.
"Ayo sayang," ucap Zayn.
Jenna yang baru selesai makan pun menoleh ke arah pintu kamar, disana Zayn sudah siap dengan kemeja dan tuxedonya. Tapi jasnya kemana?
"Gak pake jas?" Tanya Jenna.
"Enggak, gini aja. Ayo," ucap Zayn. Tadi memang saat Zayn sedang membersihkan alat makan, Jenna diminta lebih dulu mandi. Jenna menurut dan mandi. Baru setelahnya giliran Zayn. Mereka sudah nampak seperti suami istri saja, padahal mereka baru akan tunangan.
Jenna menggandeng tangan Zayn saat berjalan menuju lantai bawah. Disana sudah ada Rich yang menunggu mereka.
Perjalanan menuju ke hotel tempat dimana mereka akan melangsungkan acara pertunangan menghabiskan waktu sekitar dua puluh menit. Hotel ini nampak sepi namun di sekitarannya dijaga oleh bodyguard. Zayn benar benar menjaga kerahasiaan hotel ini.
"Apa harus sebanyak ini yang jaganya mas?" Tanya Jenna.
"Harus sayang. Kan kamu special buat aku. Apalagi aku harus jaga jaga dari Eliza. Aku gak mau acara kita gagal," ucap Zayn.
"Sayang banget sama kamu," ucap Jenna.
"Nanti malem ya? Satu ronde juga gak papa," ucap Zayn.
"Mesum," ucap Jenna. Dia pun menarik Zayn masuk ke dalam hotel tersebut. Saat masuk, mereka disambut oleh EO yang menangani dekorasi tunangan mereka. Jenna terpana melihat dekorasi yang disajikan. Tadinya mereka memang akan memilih teman outdoor, tapi Jenna berubah pikiran lagi. Alhasil ia pun memilih tema indoor.
__ADS_1
Tema dekorasi sesuai dengan yang dia pilih. Navy, putih dan silver. Namun ini tidak terlihat seperti dekorasi tunangan, tapi terlihat seperti dekorasi akan menikah.
"Mas, kan aku minta yang biasa aja," ucap Jenna.
"Kamu wanita special dan sangat istimewa untuk hidup ku sayang, apa harus pesta yang aku berikan ini biasa saja? Tidak kan. Lagian kan kamu anak satu satunya keluarga Adam, apa iya pestanya harus biasa biasa saja. Maaf ya, gak sesuai dengan apa yang kamu minta. Tapi aku begini karena memang aku ingin kamu menerima pesta yang paling terbaik," ucap Zayn.
Jika saja disini tidak ada orang disini, Jenna pasti sudah memeluk pria ini. Pria yang dengan ketidaksengajaan datang ke hidupnya yang awalnya Jenna kira dia akan sama seperti pria sebelumnya, tapi ternyata pemikiran Jenna salah. Zayn membuktikan jika dia tidak sama dengan pria lain yang suka menyakitinya. Jenna benar benar bahagia karena tuhan menjawab doanya selama ini. Semoga saja Zayn yang terbaik dan semoga saja dia selalu bersama dengan Zayn.
"Maaf nona, tuan, apa saya bisa pergi untuk mengecek kelengkapan lain?" Tanya EO itu.
"Ah, iya, silahkan. Maaf mengganggu waktu kerja anda," ucap Jenna tersenyum.
"Tidak apa apa. Itu sudah menjadi tugas saya, jika ada yang kurang atau ada yang anda perlukan untuk beberapa ornamen dan hiasan yang kurang, anda bisa memanggil saya," ucap EO.
"Iya, terima kasih," ucap Jenna.
Sepeninggal EO tadi, Jenna mengajak Zayn berjalan lebih dekat ke area dekor. Disana ada dua kursi berwarna putih dengan hiasan pita berwarna navy. Dekorasinya sendiri full bunga berwarna putih dan navy, sedangkan warna silvernya berada di pita. Di belakang kursi untuk Jenna dan Zayn duduk pula terdapat tulisan inisial nama mereka. J & Z.
Di sisi kiri dan kanan terdapat pilar kayu yang dihias sedemikian rupa. Bahkan lebar letak dekornya juga cukup luas. Jenna melirik ke bagian kursi untuk tamu undangan, ballrom hotel ini benar benar dirubah sedemikian rupa. Kursi untuk tamu dibalut kain berwarna silver senada dengan kain penutup mejanya.
"Viewnya bagus ya mas," ucap Jenna.
"Bagus banget sayang. Di belakang kita nanti akan ada kaca yang terbuka sehingga langsung menghadap ke arah pemandangan luar. Untungnya aku membangun hotel yang dekat dengan pemandangan seperti ini," ucap Zayn.
Memang benar, di belakang sana ada banyak sekali pohon pohom tinggi yang viewnya cukup menyegarkan. Namun pohon itu cukup berada jauh dari ballrom ini.
"Mas," panggil Jenna.
__ADS_1
"Kenapa sayang?" Tanya Zayn.
"Beneran kita nikahnya satu bulan setelah kita tunangan?" Tanya Jenna memastikan lagi.
"Beneran sayang. Masa iya soal seperti ini aku berbohong," ucap Zayn.
"Apa enggak terlalu cepat? Aku takut orang orang menganggap kita mempercepat jangka waktu tunangan dan pernikahan sebab aku hamil," ucap Jenna.
"Memangnya kamu hamil?" Tanya Zayn.
"Ish enggak. Tapi kan orang orang pasti mikirnya kayak gitu mas," ucap Jenna.
Zayn menghela nafasnya dan memegang kedua bahu Jenna, ia paham kekhawatiran Jenna. Namun seharusnya Jenna tidak perlu seperti itu.
"Dengerin aku, apapun yang orang lain katakan tentang kita kamu gak perlu mikirin soal itu. Mereka gak ada kasih kita uang cuma urusin kehidupan kita aja sayang. Aku ngerti kecemasan kamu kayak apa, tapi please, kamu jangan memikirkan ucapan orang orang tidak bermutu. Oke?" Ucap Zayn.
Jenna sempat terdiam lalu menganggukan kepalanya. Benar adanya dengan apa yang diucapkan oleh Zayn. Jenna tidak perlu memikirkan mereka, toh mereka juga tidak pernah memberinya makan hanya memberinya kritikan saja.
"Makasih mas, makasih selalu jadi penasihat terbaik. Sekarang aku ngerti dan paham apa maksud ucapan kamu," ucap Jenna.
"Sudah seharusnya aku seperti ini sayang. Aku calon suami kamu, yang akan mendidik dan mengajari kamu nanti. Aku guru kamu, teman sehidup semati kamu. Jangan ragu untuk meminta atau mengatakan hal apapun yang ingin kamu ceritakan. Aku disini, bersama dengan kamu dan cinta kita," ucap Zayn tersenyum lembut. Jenna benar benar tersentuh sekali dengan ucapan Zayn. Biasanya pria ini tidak pernah seromantis ini. Namun sekarang, entah kenapa Zayn sangat romantis sekali. Semoga saja pria ini selalu seperti ini.
"Aku mencintaimu sayang," ucap Zayn.
"Mee too," ucap Jenna. Wanita itu memeluk erat tubuh Zayn.
Tbc.
__ADS_1