
ramein ya yorobun🥹✊️
***
Jenna terlihat biasa saja saat Zayn mengatakan hal itu. Toh kenapa juga dia harus bersiap siap, Zayn bukan kekasihnya. Tidak perlu tampil secantik itu di depan Zayn kan.
Jenna kembali melanjutkan makannya yang hanya mengambil satu centong nasi dan beberapa potongan daging ayam. Ia menghabiskan semuanya kemudian mencuci piringnya setelah selesai makan. Jenna kembali ke kamarnya, lebih baik ia rebahan saja seharian dari pada keluar rumah.
Ia sedang bertukar pesan dengan Ale. Ale pun ternyata sama, dia hanya menghabiskan waktu liburnya dengan rebahan. Namun tadi Ale bilang akan kembali tidur karena semalam dia marathon drama korea. Jenna sendiri sudah jarang melakukan marathon seperti itu. Entah kenapa padahal ia memiliki stok episode drama korea cukup banyak.
Jenna membuka jendela kamarnya. Di dekat jendela dibuatkan tempat duduk yang menempel dengan dinding, Jenna sering menghabiskan waktunya disana. Entah melamun, menikmati hujan, atau tiduran juga karena spacenya cukup luas.
Semilir angin masuk saat jendelanya dibuka. Jenna menekuk kakinya dan menyimpan kedua tangannya diatas lutut kakinya. Ia menempelkan dagunya pada tangan yang terlipat diatas lutut itu. Cuaca pagi ini memang sangat cerah.
Mami Jeni blekping🫶
Jenn, mami sama papi bakalan pulang malem. Tadi kita keluar sekalian ada acara sama temen temen mami sama papi. Zayn udah ijin mau main sama kamu. Baik baik sama dia, jangan jutek. Have a nice day my Jennai🫰
"Kayaknya mami dukung banget hubungan gue sama om om itu," gumam Jenna. Ia tidak membalas pesan maminya. Ia hanya membacanya saja.
Jenna kembali menikmati udara pagi ini. Saking nikmatnya ia sampai memejamkan matanya. Rasanya sungguh nyaman dan menenangkan. Kembali ke mimpi semalam, Jenna memang ingat dia bermimpi dan Zayn datang. Namun mimpinya hilang begitu saja dari ingatannya. Jenna berusaha mengingatnya namun sangat susah sekali.
Semalam Zayn terlihat khawatir saat Jenna tiba tiba teriak karena mimpi itu. Jenna kira Zayn langsung pergi setelah ia memintanya pergi namun ternyata pria itu menunggu Jenna tertidur lelap. Bahkan Zayn rela berdiri di depan pintu kamar Jenna yang tidak tertutup rapat.
Jenna akui Zayn memang selalu memberikan effort untuknya. Namun entah kenapa ia masih belum bisa menerima pria itu. Apa mungkin ia tidak akan pernah menerima pria lain juga?
Jenna menghela nafasnya.
"Apa masalah kamu terlalu berat sampai dari tadi terus menghela nafas?" Tanya Zayn. Pria itu sudah tiba beberapa menit yang lalu dan langsung masuk ke kamar Jenna setelah bertemu bi Uci di bawah. Tentunya Zayn juga sudah ijin pada orang tua Jenna untuk mengajak anak mereka pergi.
__ADS_1
"Gak sopan om main masuk kamar orang. Ketuk dulu pintunya, kalo udah diijinin masuk ya baru masuk. Jangan main nyelonong aja," ucap Jenna.
"Saya sudah mengetuknya sejak tadi. Tapi kamu tidak mendengarnya mungkin karena saya perhatikan kamu melamun sejak tadi," ucap Zayn.
"Ngapain kesini? Jenna kan udah bilang gak mau pergi," ucap Jenna.
"Ngecek gedung pernikahan," ucap Zayn.
"Yaudah sana cek sendiri," ucap Jenna.
Zayn harus ekstra sabar menghadapi wanita seperti Jenna. Jenna adalah anak tunggal sama sepertinya. Sudah pasti Jenna sangat dimanjakan oleh kedua orang tuanya. Apalagi kedua orang tuanya orang berada.
"Saya sudah ijin sama papi kamu, dia ngijinin saya buat aja kamu main. Saya jamin kamu akan senang," ucap Zayn.
"Gak mau om, mager," ucap Jenna. Wanita itu akhirnya menatap Zayn setelah sejak Zayn masuk, Jenna tidak menatapnya sama sekali padahal mereka sudah berbicara sejak tadi.
Zayn sangat tampan sekali dengan tampilannya saat ini. Celana jeans yang dipadukan dengan kaos hitam. Hati Jenna benar benar mleyot dengan ketampanan om om berduit ini.
"Tapi mager om," ucap Jenna.
"Masih muda gak boleh mager, udah sana ganti baju. Jangan yang seksi, dandannya juga jangan cantik cantik," ucap Zayn. Ia menarik tangan Jenna untuk masuk ke walk in closet wanita itu.
"Ih, yaudah iya tunggu," ucap Jenna.
"Ingat, jangan pake baju seksi. Jangan dandan-,"
"IYA JENNA PAKE BAJU JELEK GAK DANDAN BIAR KAYAK GEMBEL," teriak Jenna.
Zayn hanya terkekeh saja mendengar teriakan Jenna. Pria itu kemudian duduk di sofa kamar Jenna. Menelisik isi kamar yang sangat luas ini. Kamarnya bagus, tata letak barang barangnya juga cukup rapih.
__ADS_1
Tak berselang lama, Jenna keluar dari walk in closetnya. Wanita itu sudah tampil berbeda seperti sebelumnya. Jenna menggunakan celana jeans high weist juga kemeja crop top berwarna putih. Wanita itu menguncir kuda rambutnya. Ia mengambil tas selempang kecil dan memasukan dompet serta ponsel lipatnya.
Zayn yang kebosanan pun sejak tadi sudah memperhatikan wanita itu saat bersiap. Namun wanita itu kesusahaan saat akan mengambil sepatunya. Rak itu cukup tinggi namun tidak untuknya.
Zayn pun berjalan menuju rak itu dan berdiri di belakang tubuh Jenna. Tangannya terangkat untuk meraih sepatu yang diinginkan oleh Jenna.
Jenna yang terkejut karena ada yang mengulurkan tangan dari arah belakangnya pun berbalik. Namun saat berbalik, Zayn langsung mendaratkan kecupannnya pada Bibir Jenna yang sudah dilapisi lipstik.
Zayn tersenyum saat melihat tubuh Jenna yang terdiam kaku. Ia tahu jika wanita ini terkejut karena tindakannya. Zayn iseng menjil*t bibirnya sendiri untuk merasakan lipstik Jenna yang menempel di bibirnya.
Sialan, ini sangat manis!
Zayn pun hendak kembali mencium wanita itu namun Jenna menahan tubuhnya..
"Om ih! Jangan cium cium sembarangan bisa? Jenna gak suka om," gerutu Jenna.
"Tapi semalam kamu bergitu agresif mencium saya. Itu tadi hanya kecupan, bukan ciuman. Kamu harus membayar perlakuan mu semalam yang tiba tiba mencium saya," ucap Zayn.
"Gak. Itu maunya om. Udah sih ambilin sepatu itu, kalo lama Jenna males berangkat," ucap Jenna.
"Gak sabaran banget," ucap Zayn. Tangannya mengambil sepatu yang diinginkan oleh wanita dibawahnya ini. Ia kemudian memberikan sepatu itu. Sepatu berwarna putih dengan hak yang cukup tinggi.
"Udah ayo berangkat," ucap Jenna.
"Kiss dulu lah, bayar yang semalam," ucap Zayn.
Jenna terdiam dan menghela nafasnya. Ia menarik kepala belakang Zayn agar lebih menunduk ke arahnya. Zayn otomatis langsung memejamkan matanya membuat Jenna ingin tertawa saat ini.
"Jadi cowok jangan perhitungan," bisik Jenna. Wanita itu pun langsung ngacir. Berlari meninggalkan Zayn yang masih berdiri di kamarnya.
__ADS_1
"Untung sayang, tapi udah mulai nakal," ucap Zayn tersenyum miring. Pria itu pun mengejar Jenna keluar kamar wanita itu.
Tbc.