One Night With Mr. Z

One Night With Mr. Z
43. Sama Saja


__ADS_3

🥹👍


***


Zayn terdiam mendengar ucapan Jenna. Ia tahu kekhawatiran wanita ini, tapi ia juga tidak bisa menahan perasaannya yang terus seperti ini. Sejak awal Zayn tidak akan pernah menyerah pada Jenna. Ia yakin suatu hari nanti Zayn akan menerimanya. Menerima cinta dan hidupnya.


Zayn menarik tekuk Jenna dan menyatukan kedua bibir mereka. Tidak ada perlawanan atau raut keterkejutan dari Jenna. Wanita itu justru membalas ciuman Zayn. Hanya kecupan biasa tidak sampai saling bertukar saliva.


"Kamu membalas ciuman saya beberapa kali. Bukankah itu menunjukan jika hati kamu mau menerima saya? Saya tahu perkenalan pertama kita sangat buruk. Tapi apakah itu hanya kesalahan saya Jenn?" Tanya Zayn.


"Bukan om, bukan karena itu. Jenna bahkan tidak mengingat kejadian itu sama sekali. Entah mengapa Jenna bisa melupakannya. Yang terjadi biarlah terjadi, toh Jenna juga tetap melanjutkan hidup Jenna kan? Om tidak perlu membahas hal itu lagi, Jenna juga bersalah dalam kejadian itu," ucap Jenna. Tangannya yang bertumpu pada dada Zayn pun tertekan karena ia bangun dan pergi ke kamar mandi. Namun lagi lagi Zayn menariknya.


"Saya belum puas Jennaira," bisik Zayn serak. Pria itu pun kembali menyerang Jenna. Bibir Jenna sudah tidak terelakan menjadi sasaran utamanya.


Jenna tidak tahu ada apa dengan dirinya. Mulutnya menolak Zayn namun tubuhnya menerima sentuhan sentuhan dari Zayn. Entah perasaan apa ini.


Dulu saat bersama Mario, Jenna hanya berpelukan dan berpegangan tangan saja. Tidak lebih dari itu. Bahkan saat Mario akan menciumnya, Jenna menolaknya. Tapi mengapa saat bersama dengan Zayn, Jenna dengan mudahnya menerima sentuhan pria itu.


Cukup lama Zayn mencium bibir Jenna, saat dirasa wanita yang berada di bawah kukungannya kehabisan nafas, pria itu pun melepaskan ciumannya.


"Tubuh kamu tidak bisa menolaknya Jennai. Kamu menginginkan itu," bisik Zayn serak. Kening mereka bersatu.


Jika saja Jenna berani, dia akan mengatakan dengan lantang jika dia memang menginginkan hal itu. Namun ia terlalu malu untuk mengakuinya. Apalagi sampai melakukannya. Cukup sekali ia melakukan kesalahan itu.


Ia tidak mau hamil sebelum menikah!

__ADS_1


"Berhenti om, jangan buat Jenna suka sama om. Jenna tahu mungkin iya mulut Jenna menolak tapi hati Jenna juga tidak menolak kehadiran om. Jenna hanya takut menjadikan om pelampiasan dari Mario. Jenna tidak setega itu, tolong mengertilah," ucap Jenna pelan.


"Aku tidak peduli dengan pelampiasan kamu. Anggaplah aku orang yang dikirim tuhan untuk menyembuhkan trauma dan sakit hati kamu. Juga untuk membuktikan jika tidak semua pria sebajing*n mantan pacar kamu," ucap Zayn.


"Jenna masih takut om," ucap Jenna. Zayn menghela nafasnya. Ia pun membanting tubuhnya ke samping Jenna. Mereka sama sama tiduran diatas kasur tadi.


"Ketakutan kamu tidak berdasar. Jika alasan kamu takut memulai karena kamu takut saya melakukan hal sama seperti apa yang dilakukan mantan kekasih mu, kamu salah besar Jenn. Sepertinya kamu memang kurang cukup mengenal saya selama ini," ucap Zayn.


"O-om," panggil Jenna. Namun Zayn tidak mendengarkannya.


Setelah mengatakan itu Zayn pun dan keluar dari dalam kamar milik Jenna. Pikirannya sedang tidak baik akibat percakapannya dengan Jenna. Percakapan dengan pembahasan sensitif itu selalu terjadi, biasanya Zayn akan mentoleransi Jenna. Namun lama lama Zayn juga tidak tahan. Lagi dan lagi Jenna menolaknya dengan alasan sama.


Jenna terduduk di kasurnya. Ia memegangi kepalanya. Ia sangat bingung sekali, apa selama ini ia telah melukai perasaan Zayn. Apalagi saat pria itu mengatakan kata kata terakhir sebelum dia keluar dari dalam kamar ini hati Jenna terasa sakit.


Entah sakit karena apa.


***


Jenna keluar dari dalam kamarnya setelah selesai mandi. Perutnya terasa lapar jadi ia memutuskan untuk keluar mencari makan. Ia melewati pintu kamar yang ditempati Zayn, sepi.


Apa Zayn marah padanya?


Jenna menghela nafasnya dan pergi dari sana menggunakan lift untuk turun ke lantai satu. Sesampainya di lobby, disana ia melihat Zayn bersama dengan seorang wanita?


Jenna tersenyum kecil, baru saja tadi pria itu berkata untuk meyakinkannya. Tapi ternyata semua laki laki sama saja.

__ADS_1


Jenna melewati Zayn begitu saja tanpa menoleh ke arah pria itu. Sedangkan Zayn langsung berdiri dan menarik Jenna untuk ikut duduk. Namun Jenna menolak.


"Kamu kenapa?" Tanya Zayn.


"Gak papa. Emang Jenna harus kenapa?" Ucap Jenna.


"Kak Zayn, dia siapa?" Tanya wanita yang tadi berbincang dengan Zayn.


"Saya bukan siapa siapanya. Lanjutkan waktu kalian, saya tidak berminat untuk mengganggu," ucap Jenna tersenyum ramah. Ia pun melepaskan cekalan tangan Zayn dan pergi dari sana. Entah kenapa suasana hatinya semakin buruk saja.


Jenma keluar dari dalam hotel. Ia berjalan kaki untuk mencari makanan. Bisa saja memang dia meminta petugas hotel untuk menyiapkan makanan, namun rasanya berjalan jalan malam hari di kota Bali lebih menyenangkan bukan? Apalagi pikirannya sedang semrawut sepert ini.


"Permisi non, kenapa tidak memakai kendaraan yang disediakan hotel?" Tanya salah seorang pelayan hotel. Karena terlihat dari pakaian dan name tag yang terpasang di dada kanannya.


"Tidak terimakasih, saya ingin berjalan kaki saja," ucap Jenna tersenyum.


"Baiklah, hati hati," ucapnya. Jenna hanya mengangguk sekilas dan pergi dari sana melanjutkan perjalanannya.


Sebenarnya ia tidak tahu mau makan apa malam ini, sembari jalan jalan, ia akan mencari makan. Udara malam di Bali sangat menenangkan. Kendaraan tidak terlalu banyak tapi ada. Bahkan yang jalan kaki juga ada. Jenna beberapa kali berpapasan dengan turis. Ternyata banyak juga turis disini, dulu ia tidak menemukannya saat kemari.


Jenna berhenti di salah satu street food yang berjejer banyak makanan yang dijual. Ini Bali tapi ada juga beberapa penjual yang menjual makanan korea seperti corndog.


Jenna memesan ayam betutu utuh, ia sangat suka daging ayam. Namun lebih suka daging ayam yang tidak di tumis. Ia juga memesan sate lilit juga nasinya. Tak lama, penjual disini sangat gerak cepat untuk menyiapkan makanannya. Jenna membayarnya dan pergi dari street food itu menuju ke mini market.


Sebenarnya Jenna masih ingin jajan, hanya saja takutnya tidak termakan semuanya. Jenna kembali berjalan ke mini market. Ia membeli air mineral, beberapa snack, coklat, mie dan beberapa jenis makanan lainnya. Dia juga membeli kimbap segitiga disini juga dua buah sosis besar. Setelah selesai dan membayarnya Jenna pun keluar. Ia sangat tidak sabar untuk segera makan makanan ini.

__ADS_1


Diluar mini market, ia melihat Zayn berjalan bersama wanita tadi. Dasar pria, memang sulit dipercaya.


Tbc.


__ADS_2