One Night With Mr. Z

One Night With Mr. Z
214. Tempat Baru


__ADS_3

***


"Arghh, m-mas-sh."


Jenna benar benar kesakitan rasanya saat kedua jari itu mengobrak abrik miliknya. Belum lagi tangan Zayn yang satunya digunakan untuk merem*s squishynya. Lidah pria itu juga sejak tadi aktif dibawah sana. Menggesek area menonjol di bagian dalam ****** Jenna. Itu adalah titik paling sesntifinya, yaitu klit*ris. Jenna benar benar tidak bisa apa apa lagi selain mendes*h.


Zayn dengan nafsunya akan menghabisi Jenna malam ini dengan kenikmatan. Hari akan berganti sebentar lagi. Ini kali pertama dalam hidup keduanya, bercinta di bibir pantai dengan ditemani matahari yang akan terbenam, atau sunset. Entah Jenna yang gila atau Zayn. Namun keduanya akan sama sama gila ketika sudah dirundung hawa nafsu.


Jenna belum keluar, entah kenapa wanita itu menahannya. Padahal di bawah sana Zayn sudah siap menghisap semua cairan wanita itu. Sepertinya Jenna sengaja menahannya, entah kenapa dia tidak mau mengeluarkan cairannya. Mungkin karena Jenna tahu Zayn akan kembali meminum semua cairan itu. Entah kenapa Jenna berpikir jika itu jorok, tapi ia mendengar dari Zayn jika hal itu wajar dalam permainan seperti ini.


Jenna juga pernah merasakan cairan kenikmatan yang keluar dari milik Zayn saat wanita itu melakukan blow j*b. Rasanya sangat aneh dan sangat sulit di deskripsikan. Namun Jenna hanya pernah melakukannya sekali, sebab Zayn selalu melarangnya. Padahal Jenna sedikit suka, apalagi jika batang itu di olesi es krim seperti waktu itu. Entah kenapa sensasinya sangat beda dan sangat nikmat.


Suara des*han Jenna benar benar mengalun indah di telinga Zayn. Rasanya itu seperti ungkapan untuk menyemangati Zayn agar pria itu semakin dalam dan semakin beringas.


"Keluar atau tidak? Jika tidak kamu tahu akibatnya," ancam Zayn.


"Keluar. T-tap-i jang-an di mak-an cairannya," ucap Jenna.


"Oke, kamu membangkang. Jangan harap ada kata ampun," ucap Zayn final.


Astaga, bahkan Jenna dibuat kesusahan berbicara oleh pria ini. Dan pria ini juga malah mengancamnya. Entahlah akan seperti apa nasib Jenna pagi nanti. Kacau sudah pasti, tapi yang lebih pastinya lagi dia akan kesulitan berjalan.


Jenna sudah tidak tahan lagi. Lidah pria itu benar benar gila bermain disana. Belum lagi tangannya. Sepertinya sudsh bertambah lagi jadi tiga jari. Jenna benar benar kesakitan karena cukup sesak di bawah sana. Namun Zayn sepertinya tidak peduli. Dia hanya ingin menghabisi Jenna saat ini.

__ADS_1


"Arghh, m-mas-shh," des*h Jenna panjang saat dia tidak lagi bisa menahan cairannya yang memaksa keluar. Sedangkan Zayn tersenyum miring karena dia berhasil mendapatkan cairan kenikmatan wanitanya. Dengan rakus dia memakannya sampai benar benar tidak ada yang menetes ke atas karpet bulu yang mereka tempati.


Tanpa Jenna sadari, semua yang ada disini sudah di setting oleh Zayn. Karpet dan makanan, semua ini adalah rencana Zayn. Dia sudah merencanakannya jauh jauh hari.


"Nikmat sekali sayang," ucap Zayn. Pria itu langsung merangkak ke atas tubuh Jenna dan ******* bibir yang sejak tadi mendes*h. Jenna tidak membalasnya, dia masih kelelahan akibat pelepasan yang cukup hebat tadi. Prianya ini benar benar hyper sepertinya.


"Permainan inti?" Tanya Zayn.


"Aku ingin istirahat, tapi sepertinya adik mu itu tidak ingin lama lama," ucap Jenna sembari melirik ke area selangk*ngan Zayn. Celana bahan yang dipakai pria itu sudah mengembung dan terlihat sangat besar. Jenna gemas sendiri dan mengulurkan tangannya lalu mengelus pelan milik Zayn yang sudah membengkak dan perlu dimanjakan agar cairannya keluar.


"Boleh?" Tanya Jenna.


"Your my wife, kamu tidak boleh melakukan itu sayang," ucap Zayn. Benar, Zayn selalu melarang Jenna untuk melakukan blow j*b. Padahal wanita itu selalu memintanya.


Cup.


"Karena aku tidak mau kamu seperti itu, hanya aku yang boleh memuaskan kamu," ucap Zayn. Pria itu bangkit dan melepaskan penutup terakhirnya. Ternyata pria itu tidak memakai celana dal*m?!!!


Jenna memalingkan wajahnya saat melihat milik Zayn yang terpampang nyata di depan matanya. Milik pria itu sudah tegak berdiri seolah sudah siap bertempur. Jenna meneguk ludahnya kasar, dia sedikit ngeri melihat milik prianya. Ukurannya benar benar diluar nalar. Kenapa bisa sebesar itu? Rasanya Jenna ingin menangis saat ini. Menangis karena takut kesakitan.


"Let's play mommy," ucap Zayn. Pria itu kembali mencumbu Jenna. Membuat wanita itu terbuai sampai akhirnya dia mulai bersiap memasukan miliknya pada sarangnya.


Dibawah sinar matahari yang sebentar lagi akan terbenam, keduanya melakukan penyatuan lagi atas dasar suka sama suka. Selain itu mereka juga sama sama menginginkannya. Belum menjadi istrinya saja Jenna sudah menjadi tempat penampungan cairan Zayn. Entah akan seperti apa setelah mereka menikah nanti.

__ADS_1


Waktu pernikahan terhitung tinggal satu minggu lagi. Udangan sudah disebar namun yang diundang hanya keluarga, kerabat, dan teman dekat saja. Berbeda saat tunangan, Jenna dan Zayn mengundang orang luar seperti teman bisnis. Namun sesuai kesepakatan, Jenna dan Zayn hanya akan mengundang keluarga dan kerabat dekat saja untuk datang ke pernikahannya.


Jenna tidak mau jika pernikahannya gagal. Zayn juga sama halnya, sebab dia tidak mau membuat keluarganya kecewa apalagi membuat wanita yang dia cintai kecewa.


Jenna memejamkan matanya saat Zayn berhasil menerobos miliknya. Entah kenapa rasanya selalu sakit saat Zayn meneroboskan miliknya pada milik Jenna. Seolah Jenna seperti virgin lagi.


"S-sak-it," lirih Jenna. Matanya sudah berkaca kaca.


Zayn tersenyum kecil dan mendiamkan miliknya setelah miliknya masuk seluruhnya ke dalam milik Jenna. Tangannya terangkat untuk menyingkirkan anak rambut yang menghalangi kecantikan wanitanya. Cantiknya Jenna bertambah tambah saat dia berada di bawah Zayn. Pasrah dan hanya menerima kenikmatan yang diberikan oleh Zayn.


"Apa sesakit itu hm?" Tanya Zayn. Jenna mengangguk pelan.


"Kamu sudah tidak virgin lagi sayang, kenapa bisa sesakit itu?" Tanya Zayn.


"Jangan salahin Jenna, salahin milik kamu ini yang ukurannya diluar batas. Kamu minum obat pembesar?" Tuding Jenna.


"Tentu saja tidak. Untuk apa aku mengkonsumsinya jika hanya dengan makanan sehat, olahraga, dan juga memanjakannya bisa membuat ukurannya bertambah. Mungkin kamu yang selalu yoga atau olahraga lainnya untuk mengencangkan otot otot kewantiaan kamu ini," ucap Zayn.


"Sengaja. Biar kamu juga kesakitan saat memasukinya. Aku rugi kalo cuma aku yang kesakitan ya mas," ucap Jenna.


Zayn terkekeh mendengarnya. Dia pun mulai menggerakan miliknya tanpa aba aba seperti biasanya. Jenna yang lengah pun langsung melenguh dan mencengkram bahu pria di atasnya..


"Ternyata bermain di ruangan terbuka seperti ini mampu membuatnya semakin bergairah sayang. Tidak sia sia aku memikirkannya sejak awal. Bersiaplah untuk tidak bisa berjalan dengan normal besok pagi."

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2