
***
Sementara itu di Jakarta, Mario baru saja tiba di apartementnya. Dia kelelahan akibat pekerjaannya di mall tadi. Namun begitu ia tetap senang menjalaninya karena ia berniat untuk berubah. Tidak lagi menuruti kemauan Yura dan berhenti untuk melakukan having s*x dengan wanita itu. Mario hanya menjaga kesehatannya, takutnya di kemudian hari ia menyesal karena kesenangan sesaat ini.
Kabar baiknya juga, ia langsung diterima menjadi karyawan tetap di mall itu. Selain menjadi OB, Mario juga bekerja menjadi SPG di salah satu brand baju yang ada di mall itu. Istilahnya sambil menyelam minum air. Pagi harinya Mario bekerja sebagai OB dengan teman temannya yang lain untuk membersihkan mall itu dan setelah selesai ia langsung menjadi SPG disana. Gajinya juga lumayan perharinya.
Mario sebenarnya gengsi bekerja seperti ini. Namun ia berpikir kembali, gengsi tidak akan membuatnya kaya raya. Bahkan tadi ia bertemu teman teman lamanya dan mereka mencibirnya. Namun Mario tidak ambil pusing, mereka tidak memiliki kontribusi apapun di kehidupannya.
Mario menghela nafasnya. Ia membuka nasi bungkus yang ia beli di warteg tadi beserta air tehnya. Ia sudah mencuci tangannya dan mulai makan. Mario makan dengan tenang sembari menonton tayangan sepak bola di handphonenya. Tak berselang lama pintu apartementnya terbuka.
"Haii sayang, kamu kemana aja sih? Aku cariin dari kemarin sore gak ketemu ketemu. Apartement kamu kosong," ucap Yura. Ia menyimpan barang belanjaannya di sofa panjang milik Mario. Mario sendiri hanya melihatnya sekilas dan kembali fokus pada makanannya.
"Loh, kok makan nasi bungkus? Uang dari aku kamu kemanain? Makan yang bener Yo, beli makanan di resto atau cafe gitu," ucap Yura. Ia hendak menarik piring yang berisi nasi bungkus Mario namun Mario menahannya.
Pria itu menatap ke arah Yura. Di lehernya tercetak jelas ada bekas kissm*rk. Bahkan lebih dari satu. Ternyata wanita memang benar benar seorang jal*ng.
"Gue makan apa yang gue mau. Dan ini kartu kredit yang pernah lo kasih, semua uang yang gue pake selama ini pake kartu ini udah gue ganti," ucap Mario. Ia menyodorkan kartu kredit itu ke arah Yura. Mario memang memiliki tabungan lain yang tentunya miliknya. Ia menghabiskan semua tabungan itu untuk mengganti uang yang pernah ia pakai dengan kartu itu.
"Loh, kok gitu? Kamu kenapa sih?" Tanya Yura. Ia menarik kursi meja makan yang ada di depan Mario dan duduk disana.
"Gue cuma mau berhenti dibiayain hidup sama lo Yu, gue mau mandiri kayak dulu lagi. Lagian mimpi gue masih banyak buat gue wujudin satu per satu," ucap Mario.
"Sayang, kamu gak perlu cape cape kerja. Kamu tinggal diem di rumah aja. Masalah uang buat biaya hidup kamu biar aku yang tanggung," ucap Yura.
__ADS_1
Mario menggelengkan kepalanya, "Enggak. Udah cukup selama ini, gue mau hidup mandiri lagi kayak dulu. Urusan biaya hidup biar gue sendiri yang tanggung. Gue gak mau pake uang lo lagi."
"Oke oke. Aku gak maksa. Tapi aku yakin kamu bakalan butuh lagi uang ini nanti. Kalo kamu butuh, kamu tinggal bilang aja sama aku," ucap Yura.
Mario tidak menjawabnya dan membereskan bekas makannya. Selesai makan Mario langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang lengket akibat keringat. Ia juga mengunci pintu kamar mandi agar Yura tidak masuk kesana.
Sementara di luar kamar mandi, Yura sedang berganti baju. Ia memakai lingerie yang baru saja ia beli. Sudah lama ia tidak bermain dengan Mario dan ja menginginkannya malam ini. Tadi siang ia bermain dengan om om perut buncit itu seperti biasa. Namun tidak sampai ke inti karena pria itu sudah k.o.
"Iya?" Ucap Yura saat ada panggilan masuk ke ponselnya.
"..."
"Ah, daddy bisa aja. Oke nanti Yura kesana," ucap Yura.
"..."
Panggilan itu adalah panggilan dari seorang pria bule yang beberapa hari lalu menjadi klien bisnis papanya. Entah kenapa Yura kepincut dengan dia sehingga mereka memesan kamar.
Selesai menelepon, Yura melihat Mario keluar menggunakan jaket dan membawa helm.
"Sayang, kamu mau kemana?" Tanya Yura. Ia menahan tangan Mario namun Mario menepisnya.
"Bukan urusan lo. Stop buat datang ke apartement gue lagi, kalo lo h*rn- lo bisa hubungin klien lo. Mereka bisa puasin lo, gue udah enggak minat sama lo. Dan lagi, jangan pernah datang kesini lagi," ucap Mario mutlak. Pria itu pun pergi dari sana meninggalkan Yura.
__ADS_1
"YO, MARIO. KAMU GAK BISA GINI," teriak Yura.
"Sial, kenapa sih dia kayak gitu? Masa iya cemburu gara gara gue punya patner s*x lain selain dia. Apa gara gara si Jenna sialan itu?" Gumamnya.
Mario memutuskan untuk pergi dari sana karena ia tidak mau lagi berhubungan intim dengan Yura. Sudah cukup keperjakaannya diambil wanita itu. Ia gelap mata saat itu sehingga ia melakukan itu dengan Yura. Terlebih karena memang Yura yang merencanakan ini semua. Ia menyimpan obat perangs*ng di kopi milik Mario. Mario yang memiliki nafsu besar yang tak terbendung lagi pun melampiaskannya malam itu.
Mario merasa sangat bersalah pada Jenna. Malam dimana Jenna meneleponnya adalah malam dimana ia dan Yura tidur bersama. Dan jahatnya lagi Mario bertindak seolah tidak terjadi apa apa.
Mario melajukan motor besarnya menuju ke salah satu cafe yang dulu sering ia datangi bersama Jenna. Hanya cafe ini yang menjadi tempatnya untuk melepas rindu pada Jenna. Mario tahu, Jenna sudah pasti tidak mau menerimanya lagi. Namun tidak ada salahnya kan jika dia berubah dan ingin memperbaiki semuanya? Tentunya dengan berharap Jenna kembali padanya.
Setelah menempuh perjalanan beberapa menit, Mario pun sampai di cafe yang ia tuju. Tanpa memesan pun pelayan cafe langsung menghidangkan kopi untuknya.
"Thanks," ucap Mario.
"Yoi."
Beberapa hari ini, Mario sering men-stalking akun sosial media Jenna. Namun wanita itu jarang sekali membuat postingan. Meskipun begitu, Mario dapat tahu kabar Jenna melalui akun gosip yang selalu meng-update berita.
Mario tahu kedekatan Jenna dan Zayn. Hubungan mereka bahkan di dukung oleh banyak orang. Belum lagi orang tua kedua belah pihak juga sudah menyetujui hubungan mereka. Mario merasa sudah tidak ada lagi harapan.
"I miss you Jenn. Maafin aku karena bodoh di masa lalu. Mengkhianati kamu dan berselingkuh dari kamu," gumam Mario. Ia menatap foto Jenna dan Zayn yang sedang bersama.
"Aku gak bakalan nyerah Jenn, aku akan memperbaiki hidup ku dulu baru aku akan kembali kepada kamu," ucap Mario.
__ADS_1
Tbc.