One Night With Mr. Z

One Night With Mr. Z
23. Patner Gibah


__ADS_3

hayoloh yg baca gak vote komen👹


***


Jenna merasa senang sekali karena manusia bobrok satu ini datang menjenguknya. Bahkan Mama Ale dengan khusus membuatkan pie buah untuknya.


Manusia bobrok itu adalah Ale. Satu satunya best friend Jenna yang sangat Jenna benci. Canda, maksudnya yang sangat Jenna sayangi. Kemarin Jenna mengirimi pesan singkat pada Ale dan mengatakan jika dirinya sedang sakit. Ale seperti biasa merespon heboh dan menanyakan kenapa Jenna bisa sakit. Jenna tidak menjawabnya malah meminta Ale datang menjenguk.


Dan benar saja, esok harinya Ale datang.


"Jadi cewek itu yang kalem kali Jen. Bar bar mulu dah, ni kaki udah bengkak kayak mau busuk aja ni kaki," ucap Ale.


"Mulut lo minta di sleding kaki badak kali ya. Biar asli. Soalnya yang asli cuma ada badaknya," ucap Jenna.


"Garing cok. Jelasin kenapa lo bisa jatoh. Mana gak elit banget jatohnya keserimpet selimut," ucap Ale.


"Kan udah dibilang, keserimpet selimut terus jatoh ke lantai. Gak tahu kenapa tiba tiba kaki gue terkilir kayak gini," ucap Jenna.


"Azab kali ya? Soalnya lo sering nistain gue yang jalannya sering kesandung," ucap Ale.


"Mulut lo," ucap Jenna. Ale hanya cengengesan saja dan memakan biskuit yang disediakan disana.


Ale tentu saja khawatir dengan keadaan sahabatnyaa ini. Niatnya kemarin dia ingin langsung datang menjenguk. Tapi ternyata dia masih ada pekerjaan di restoran.


For your information, Ale sudah bekerja di restoran milik keluarganya. Mungkin sudah dua hari lamanya Ale bekerja. Hari ini ia meminta libur karena ingin menjenguk Jenna, sahabatnya.


"Ngomong ngomong, lo udah mulai masuk kantor Jenn?" Tanya Ale.


"Udah kemarin, tapi gak masuk lagi karena kaki gue yang masih bengkak," ucap Jenna.

__ADS_1


"Gimana? Seru kagak?" Tanya Ale.


"Kagak. Mumet gue disana," ucap Jenna jujur. Jenna mumet bukan karean pekerjaannya tapi karena pria bernama Zayn itu. Semalam juga pria itu memaksa untuk melakukan panggilan video dengan Jenna. Jenna sempat menolaknya namun Zayn kembali mengancamnya jika pria itu akan berkunjung ke rumah Jenna malam itu juga.


Tidak ada pilihan lain selain mengiyakan permintaan pria itu. Untuk saat ini Jenna masih dalam keadaan lemah dan belum bisa melawannya. Akhirnya Jenna melakukan panggilan video itu sampai mereka berdua tertidur dan tidak mematikan panggilan video itu sampai menjelang pagi.


Ya, mereka melakukan sleepcall semalaman penuh. Sampai pada pagi harinya, ponsel Jenna overhead dan kehabisan daya.


"Sama sih, gue juga masih agak mumet soal pembukuannya. Padahal gue minta di bagian kichen. Senengan juga bagian masak," gerutu Ale.


"Ya udah terima aja. Lagian lo anak pemilik resto itu Le, udah pasti lo bakalan diajarin gimana megang kendali itu restoran. Secara adek lo kan masih SMP," ucap Jenna


Ale memang memiliki seorang adik perempuan. Dia masih SMP saat ini. Sedangkan Ale adalah anak pertama.


"Ya iya juga. Tapi kadang males tahu gue harus akumulasi pendapatan sama pengeluaran. Tahu gitu gue kuliah bisnis aja biar gak pusing," ucap Ale.


"Kuliah bisnis lebih pusing ege. Mendingan lo sekarang langsung terjun ke lapangan, lah gue waktu kuliah cuma meraba raba tanpa langsung ke lapangan. Itu lebih pusing," ucap Jenna. Wanita itu terfokus pada ponselnya namun telinganya tetap mendengarkan apa yang dibicarakan oleh sahabatnya ini. Sementara Ale berbicara sembari memakan kue kacang buatan mama Jeni.


"Lihat apaan?" Tanya Jenna.


"Gue lihat Mario sama Yura cok. Mereka mesra banget. Rangkul rangkulan lagi, masuk resto bokap," ucap Ale.


Jena tertawa kecil, "Ya biarin aja sih. Mereka kan cocok."


"Lo gak galau gitu? Hubungan tiga tahun lamanya gak ada apa apanya ya buat lo?" Tanya Ale. Jenna menyimpan ponselnya dan menatap ke arah Ale.


"Terus gue harus nangis nangis bombay gitu? Meratapi nasib gue yang diselingkuhi Mario sama Yura? Harus gue kayak begitu? Kan enggak Le. Gue emang sakit hati Mario selingkuh, secara kan gue sayang sama dia tulus. Tapi kalo dia selingkuh ya itu urusan dia. Gue sih mau terlihat biasa aja seolah gak pedul," jelas Jenna.


"Besti gue emang sepej banget. Nanti ajarin gue yah kalo gue diselingkuhin juga," ucap Ale.

__ADS_1


"Gimana mau diselingkuhin, kerjaan cowok yang deket sama lo cuma penasaran doang. Kalo gak ilang tanpa kabar, ya kasih lo love booming," ucap Jenna.


"Iya anjir, dedek kit heart dikasih love booming kayak gitu," ucap Ale.


"Nyari yang pasti pasti aja. Umur sekarang bukan masanya buat main main lagi. Umur kita udah kepala dua. Mendingan nyari yang serius buat diajak becanda seumur hidup," ucap Jenna.


"Anjai, sip lah sip. Nanti gue nyari," ucap Ale. Ia pun kembali memakan kue kacangnya. Bahkan Ale sudah menghabiskan sekitar setengah toples kue kacang itu.


Ini alasan Ale senang berteman dengan Jenna, wanita itu terlihat seperti cuek dan tidak peduli. Namun aslinya sama sekali berbeda, Jenna jauh lebih peduli padanya.


Ale juga mengira awalnya Jenna tidak pernah serius dengan hubungannya dan Mario, karena saat Jenna tahu jika Mario selingkuh, wanita itu terlihat biasa saja. Tapi ternyata wanita itu mampu menyembunyikan kesedihannya. Bahkan Ale sampai tertipu oleh sifatnya ini.


"Tapi Jen, apa sebelum Mario ke gep nganu sama Yura, Mario udah ngajak lo buat begituan? Atau sejenisnya gitu?" Tanya Ale.


"Iya, Mario emang sering ngambil ciuman ke bibir gue tapi gue menghindar, alhasil ciumannya meleset ke pipi gue. Satu hari Mario pernah ngajak gue buat gituan tapi gue gak mau dan marah waktu itu. Sampe sampe gue pergi gitu aja dari Indonesia waktu itu. Mungkin saat itu juga Yura hadir dan menawarkan dirinya untuk Mario," jelas Jenna.


"Oh, yang waktu kita liburan semester itu? Yang lo tiba tiba udah di bandara aja? Ternyata oh ternyata Mario bangs*t itu sudah mencoba mendoktrin pikiran my Jeje buat nganu. Tapi untungnya lo gak mau sih," ucap Ale.


Iya untungnya tidak mau dengan Mario tapi malah mau dengan Zayn. Jenna tidak mau menceritakan masalah ini pada Ale. Bagaimana pun ini adalah privasinya dan Zayn.


"Kok diem nge?" Tanya Ale.


"Ya terus gue harus ngereog gituh? Aneh lo," ucap Jenna.


Ale cengengesan, "Ya kan aneh kok lo tiba tiba diem pas gue bahas soal nganu. Apa lo udah nganu ya?"


"Enggak Le." enggak salah lagi maksud Jenna di dalam hatinya.


"Ya syukurlah. Kita masih tersegel yekan."

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2