One Night With Mr. Z

One Night With Mr. Z
224. Kekaguman


__ADS_3

Ollllaaaaaa,,,, ramein ya guyssssssss maaf telat baru update lg hehe


***


Vocky tidak menyangka ternyata seorang Jennaira Adam sangat sangat cantik. Ini pertama kalinya dia bertemu dengan Jenna. Ternyata wanita itu memang sangat sangat cantik sekali. Tak salah jika Zayn mengincarnya. Selain tampang yang mumpuni untuk dijadikan sebagai pendamping, bonusnya ada di bentuk tubuhnya. Bentuk tubuhnya sangat indah sekali. Bahkan saat pertama kali melihat, Vocky tidak bisa mengalihkan pandangannya pada orang lain. Fokusnya hanya pada Jenna.


Bahkan tadi Vocky tidak membela Eliza karena sibuk menatap Jenna. Rasanya dia juga ingin memiliki wanita itu. Apa dia harus merebutnya dari Zayn? Tapi apa dia akan bisa? Mengingat dia tidak memiliki kekuasaan seperti yang Zayn punya.


"Vocky, kenapa kau melamun?" Tanya Eliza.


"Tidak ada," jawab Vocky.


"Bohong. Ada apa? Kenapa kau melamun sembari tersenyum, apa yang sedang kau pikirkan?" Tanya Eliza.


"Benar benar tidak ada yang aku pikirkan Liza. Tidurlah, ini sudah malam," titah Vocky.


"Tapi aku tidak akan tidur nyenyak jika tidak keluar dulu," ucap Eliza.


Vocky menatap Eliza. Keluar yang dimaksud oleh Eliza bukanlah keluar rumah untuk jalan jalan. Melainkan keluar dalam artian lain. Tentu saja Vocky paham maksud Eliza. Namun entah kenapa malam ini dia enggan melakukannya. Entah mungkin karena lelah atau mungkin karena dia masih terbayang bayang wajah cantik Jenna.


"Ayolah Vocky, aku tahu kamu juga menginginkannya," ucap Eliza. Tangannya merembat naik dari paha sampai ke area milik Vocky. Eliza merem*snya pelan. Vocky hanya diam saja seolah sedang menikmatinya. Memang dia menikmatinya, dia ingin namun ingin melakukannya dengan Jenna. Sayangnya itu semua terasa sulit untuk dilakukan. Mengingat siapa pawang Jenna.

__ADS_1


Zayn bukan orang sembarangan. Jika Vocky ingin merebut Jenna, maka dia harus berhati hati dalam bertindak. Karena lawannya bukanlah orang biasa. Ayolah, dia Zayn Nagendra. Siapa pun pasti mengenalnya. Apalagi di dunia bisnis Zayn orang yang paling berpengaruh sekali. Meskipun iya, perusahaan papi Jenna yaitu Adam belum bisa di geser posisinya. Sebab Zayn memang tidak ingin bersaing dengan om Adam. Apalagi beliau akan jadi papi mertuanya.


"Sudah aku duga kau tidak akan bisa menolaknya Vock," ucap Eliza tersenyum miring.


***


Tidur lelap Jenna terganggu saat tiba tiba dia merasakan perutnya yang sakit. Sakit bukan karena hal yang perlu dikhawatirkan, melainkan sakit karena ingin buat air kecil. Jenna terpaksa membuka matanya. Namun saat matanya terbuka, dia benar benar menghela nafas lelahnya. Bagaimana tidak, keadaan pakaian atasnya sudah tidak berbentuk lagi. Bahkan kedua gunung kembar miliknya sudah mencuat keluar dari kemben dress yang ia pakai. Tidak perlu aneh, karena ini semua ulah pria yang sedang tertidur di sampinya. Herannya entah mengapa Jenna selalu saja tidur seperti orang mati. Dia bahkan tidak merasakan apapun apalagi terganggu akibat ulah Zayn yang bermain di area dadanya.


Jenna perlahan melepaskan squishynya dari mulut Zayn dan berjalan ke kamar mandi untuk buang air kecil. Cukup lama, sebab Jenna menahannya tadi. Selesai buang air kecil, Jenna menatap dirinya di pantulan cermin kamar mandi. Wajahnya benar benar sembab. Bahkan kedua matanya terasa sakit. Pipinya juga panas.


Jenna menyalakan air wastafel lalu mencuci wajahnya. Make up tipis yang ia pakai juga sudah hilang akibat deraian air mata yang keluar tadi. Entah kenapa Jenna merasa sangat sakit hati sekali tadi. Perasaanya sangat terluka, entah karena sikap Eliza, ucapan Ivan, atau karena Zayn.


Rasa kantuk yang tadi ada pada Jenna kini sudah lenyap. Entah sudah pukul berapa sekarang, Jenna tidak tahu. Disini cukup temaram dan sedikit gelap. Karena lampu tidak di nyalakan, jadi Jenna tidak bisa melihat jam. Wanita itu berjalan ke arah balkon. Jenna ingin duduk dan diam disana. Sekedar menenangkan pikirannya yang semrawut.


Jenna berdiri di samping pagar balkon. Memejamkan matanya sembari menikmati semilir angin malam yang menerpa wajahnya. Pikirannya kembali berkecamuk, entah kenapa banyak sekali masalah yang hinggap di kepalanya. Seolah masalah satu saja bercabang sampai ke bawah bawahnya.


Jenna bingung dengan apa yang terjadi dan sedang ia jalani saat ini. Bingung karena kenapa semuanya terasa sulit saat pernikahannya dengan Zayn tinggal beberapa hari lagi. Apa ini semua termasuk wajar? Sebab pernikahan sudah dekat. Anggaplah ini ujian. Tapi Jenna bingung juga kenapa masalahnya hanya ada padanya. Sedangkan Zayn terlihat lempeng lempeng saja.


Setelah beberapa peristiwa datang pada hidup Jenna, ia jadi ragu lagi pada Zayn. Apalagi ucapan Ivan tadi benar benar mengganggu pikirannya. Apa benar Zayn baru pertama kali melakukan itu dengan Jenna? Lalu selama tiga tahu berhubungan dengan Eliza pria itu melakukan apa saja? Apa iya hanya membuat waktu dan uang?


"Kenapa disini?"

__ADS_1


Jenna terlonjak kaget mendengar suara berat di samping telinganya. Bahkan terkejut karena pelukan tangan yang melingkar di perutnya.


Zayn sendiri hanya terkekeh pelan saat merasakan tubuh Jenna yang terkejut akibat ulahnya. Dia memang sengaja bangun saat mendapati Jenna yang tidak ada di sampingnya. Setelah celingukan mencari, ternyata wanitanya sedang mencari angin di balkon. Zayn tersenyum kecil melihat Jenna yang memakai kemeja miliknya. Sangat sangat sexy.


"Lepas," ucap Jenna.


Hanya itu yang keluar dari mulut wanitanya. Mungkin Jenna masih marah soal tadi. Padahal kan Zayn benar benar tidak melakukan apa apa dengan Eliza. Namun gara gara ucapan Ivander, Jenna jadi terprovokasi.


"Dengarkan ucapan ku," ucap Zayn.


"Gak penting, gak akan merubah apapun," ucap Jenna


"Setidaknya dengarkan aku. Menurutlah sayang," ucap Zayn. Jenna menghela nafasnya dan diam.


"Aku tidak pernah melakukan s*x dengan Eliza. Dia hanya membantu ku memuaskan milik ku, dia jal*ng. Makanya aku juga memanfaatkannya untuk kepuasan ku," ucap Zayn.


"Milik kamu udah gak perjaka kalo gitu," potong Jenna kesal.


"Beda cerita sayang. Eliza hanya membantu aku untuk mengeluarkan cairan. Selayaknya seorang jal*ng, kamu tahu kan alasan aku kenapa tidak pernah mengizinkan kamu melakukan blow j*b pada milik ku? Sebab kamu wanita ku, aku tidak mau kamu melakukan itu. Dengan memasuki kamu saja sudah membuat ku sangat sangat kenikmatan. Aku cukup dengan kamu, dengan milik kamu yang pas untuk menjadi sarang milik ku. Kamu wanita pertama untuk ku. Begitu juga aku. Kamu yang mendapatkan perjaka ku sayang," ucap Zayn menjelaskannya.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2